Bursa Pagi: Asia Bergerak Melemah, IHSG Masih Berpotensi Bertahan di Zona Hijau

Bursa Pagi: Asia Bergerak Melemah, IHSG Masih Berpotensi Bertahan di Zona Hijau

Posted by Written on 31 May 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia di pengujung bulan ini, Senin (31/5), dibuka cenderung menguat namun berlanjut melemah, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks pada akhir sesi perdagangan pekan lalu di bursa saham global.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang sedikit bertambah, setelah reli sebesar 2,2% sepanjang pekan lalu. Investor menunggu rilis data aktivitas manufaktur China periode Mei. Bursa saham Inggris dan Wall Street hari ini tutup, karena libur nasional.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,16%. Indeks berlanjut menguat 0,18% (13,20 poin) menjadi 71.192,70 pada pukul 8:10 WIB.

Indeks Kospi,Korea Selatan dibuka menguat tipis 0,1%, dan berlanjut turun 0,15% ke posisi 3.183,81.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,33% (-97,45 poin) ke level 29.051,96, setelah dibuka turun 0,34% dan Topix melemah 0,36%. Rilis data penjualan ritel Jepang periode April naik 12% (yoy), lebih rendah dari prakiraan kenaikan 15,3%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,35% (101,05 poin) menjadi 29.225,46 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China cenderung mendatar di posisi 3.600.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah mengakhiri pekan lalu dengn menguat 0,12% menjadi 5.848. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,47% menjadi USD21,36.

Beberapa analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini berpeluang mempertahankan posisi di zona hijau, melanjutkan proses kenaikan jangka pendek. Secara teknikal sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya momentum  bullish  membentuk pola  cross over-positive  pada kondisi  undervalue.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring solidnya data pengeluaran konsumen dan data indeks manufaktur Chicago,diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks.

Sementara itu naiknya mayoritas harga komoditas kecuali minyak mentah berpeluang menjadi tambahan sentimen positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 5,790 dan resistance di level 5,910.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBRI (Buy). Support: Rp4,000, Resist: Rp4,140, ANTM (Buy). Support: Rp2,420, Resist: Rp2,500, 

    JPFA (Buy). Support: Rp1,980, Resist: Rp2,080, SMRA (Buy on Weakness). Support: Rp890, Resist: Rp925.

  • ETF : XBNI (Buy). Support: Rp933, Resist: Rp943, XIML (Buy). Support: Rp233, Resist: Rp237, 

    XISR (Buy). Support: Rp344, Resist: Rp350.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup sedikit menguat, di tengah naiknya optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS. Rilis indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti periode April, naik 3,1%, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan sebesar 2,9%, melampaui target 2% The Fed, sekaligus kenaikan tahunan terbesar sejak 1992. Belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga dari aktivitas ekonomi AS, kuartal pertama juga naik 11,3%. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun menjadi 1,5807% dari 1,61%.

Saham Salesforce naik lebih dari 5% setelah pendapatan kuartal I mengalahkan ekspektasi. Saham AMC sempat naik sebanyak 38% dan namun ditutup turun 1,5%. GameStop turun 12,6%.. Secara mingguan indeks Dow Jones dan S&P 500 naik 0,9% dan 1,2%, Nasdaq Composite melaju 2,1%. Sepanjang Mei Dow Jones dan S&P 500 naik 1,9% dan 0,6%, meningkat emat bulan berturut-turut, namun Nasdaq Composite anjlok 1,5%. Senat Partai Republik AS mengumumkan penawaran infrastruktur senilai USD928 miliar, jauh di bawah proposal Presiden AS Joe Biden sebesar USD1,7 triliun.

  • S&P 500 menguat tipis 0,08% (3,23 poin) menjadi 4.204,11.

  • Dow Jones Industrial Average bertambah 0,19% (64,81 poin) menjadi 34.529,45.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,09% (12,46 poin) di level 13.748,74.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu di zona hijau. Prospek kenaikan anggaran belanja pemerintah federal AS menjadi pendorong sentimen pasar. Optimisme pertumbuhan ekonomi telah mendukung saham Eropa tahun ini. Langkah-langkah pembukaan kembali ekonomi telah meningkatkan saham perjalanan dan rekreasi sebesar 4%. Rilis indeks sentimen economi zona euro dari Komisi Eropa bulan Mei naik menjadi 114,5 dari 110,5 pada bulan sebelumnya, lebih besar dari ekspektasi 112,1. Ekonomi Prancis terkontraksi 0,1% pada kuartal I, jauh dari estimasi ekspansi 0,4%.

Indeks STOXX 600 naik 0,59% ke rekor tertinggi 448,98 poin, meningkat 1% sepanjang pekan lalu. Saham sektor perbankan naik 0,4%, tertinggi dalam 15 bulan terakhir mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi zona Eropa. Saham sektor jasa finansial dan asuransi Inggris menguat seiring isyarat kebijakan  hawkish  Bank of England. Saham Banko de Sabadell, Spanyol rontok lebih dari 6,5%, Produsen pesawat Prancis Airbus mencapai level tertinggi hampir 15 bulan. Saham SES, raksasa telkom Luxembourgh melesat 5,4%.

  • DAX 30 Jerman melaju 0,74% (113,25 poin) ke level 15.519,98.

  • FTSE 100 Inggris naik tipis 0,04% (2,94 poin) di posisi 7.022,61.

  • CAC 40 Prancis meningkat 0,75%(48,4 poin) menjadi 6.484,11.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, menutup pekan lalu dengan sedikit menguat. Para pedagang menata kembali posisi mereka menjelang akhir bulan dan libur panjang akhir pekan setelah melihat data ekonomi baru mengonfirmasi ekspektasi tentang inflasi AS dan pemulihan dari pandemi COVID-19.

Data ekonomi AS telah dilihat sebagai berita besar terjadwal minggu ini, tetapi tidak banyak menggerakkan obligasi dan pasar saham saat dirilis di pagi hari. Data menunjukkan bahwa harga-harga konsumen pada April naik melampaui target tahunan Federal Reserve sebesar 2,0%. Indeks dolar AS (Indeks DXY) yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju bertambah 0,07% menjadi USD90,031.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.2192-0.0003-0.02%
Poundsterling (GBP-USD)1.4188-0.0019-0.13%
Yen (USD-JPY)109.850.04+0.04%
Yuan (USD-CNY)6.3685-0.0147-0.23%
Rupiah (USD-IDR)14,285.00-2.50-0.02%

Sumber : Bloomberg.com, 28/5/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan berlawanan arah. Namun secara mingguan harga kedua jenis minyak membukukan penguatan mingguan seiring kuatnya data indikator ekonomi AS, serta ekspektasi rebound permintaan global mengalahkan kekhawatiran tentang kelebihan suplai dari Iran saat sanksi ekspor dicabut.

Analis memperkirakan permintaan minyak global akan pulih mendekati 100 juta bph pada kuartal ketiga karena perjalanan musim panas di Eropa dan AS setelah meluasnya program vaksinasi COVID-19 yang meluas. Lebih dari 34 juta warga AS diperkirakan akan turun ke jalan raya antara 27 Mei dan 31 Mei Namun meningkatnya kasus infeksi virus korona di Asia masih menekan harga minyak. Produksi minyak mentah AS melonjak 14,3% pada Maret menjadi 11,2 juta bph, setelah terpukul oleh cuaca dingin pada Februari.

  • Harga minyak berjangka WTI melorot 0,79% menjadi USD66,32, atau naik 4,31% wow.

  • Harga minyak berjangka Brent naik 0,24% menjadi USD 69,63 per barel, naik 4,8 % wow.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup berbalik arah menjadi positif melebihi level kunci USD1.900. Data menunjukkan indeks harga konsumen AS melonjak pada bulan April melampaui target yang ditetapkan the Fed sebesar 2%, meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. Gedung Putih meluncurkan proposal anggaran USD6 triliun yang akan meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur, pendidikan, dan memerangi perubahan iklim, yang secara teknikal mendukung harga emas.

Analis mengatakan, jika ekonomi AS pulih dengan cepat dan inflasi terus memanas, permintaan emas akan berlimpah. Harga logam berharga lainnya seperti perak stabil di USD27,86 per ounce, platinum turun 0,2 persen menjadi USD1.176,99, sementara paladium naik 0,8 persen menjadi USD2.827,04.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD 1.902,27 per ounce(naik 1,1% wow).

  • Harga emas berjangka AS naik 0,4%menjadi USD 1.905,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author