Bursa Sore: Market Regional Dibayangi Ketakutan Moneter Ketat, IHSG Sedikit Susut

Bursa Sore: Market Regional Dibayangi Ketakutan Moneter Ketat, IHSG Sedikit Susut

Posted by Written on 27 May 2021


Ipotnews IHSG bertahan di zona chart penguatan saat akhir perdagangan hari Kamis (27/5). IHSG finis menguat +0,45 persen (+25 poin) menjadi ke posisi 5.841.
Indeks LQ45 -0,14% ke 863.
Indeks IDX30 -0,12% ke 461.
Indeks IDX80 +0,03% ke 123.
Jakarta Islamic Indes (JII) +1,52% ke 555.
Indeks Kompas100 -0,10% ke 1.087.
Indeks Sri Kehati -0,67% ke 332.
Indeks SMInfra18 -0,09% ke 290.
Saham Paling Aktif: BRISARTOBBCAFILMBMRIBEBSANTM

Saham Top Gainers LQ45: CPINEXCLACESJPFAINKPUNVRANTM

Saham Top Losers LQ45: ITMGWIKAADROPTBASMRAGGRMINDF

Nilai transaksi Rp22,90 triliun. Volume perdagangan sebanyak 253,37 juta lot saham. Investor asing net sell Rp85,30 miliar.
Nilai tukar rupiah menanjak 0,28 persen ke level Rp14.287 terhadap USD (03.30 PM).

Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak mixed pada perdagangan sesi sore hari Kamis (27/5) di tengah kekhawatiran bank sentral lebih dekat untuk mempertimbangkan pengurangan stimulus darurat.
Market saham global telah ditopang oleh kebijakan stimulus sejumlah bank sentral utama yang memompa likuiditas triliunan dolar AS ke pasar finansial sejak tahun lalu. Sementara penegasan lagi kebijakan suku bunga rendah lebih lama karena kenaikan inflasi bersifat sementara.
Awal pekan ini, Vice Chairman the Fed Richard Clarida mengatakan dia yakin tekanan inflasi belakangan ini akan terbukti sebagian besar bersifat sementara. Meskipun demikian, dia menambahkan bahwa pembuat kebijakan akan mulai membahas pengurangan stimulus pada meeting mendatang.
"Tampaknya upaya oleh berbagai pejabat the Fed telah meredakan kekhawatiran pasar, meski keraguan tetap ada," kata analis dari GSFM , Stephen Miller seperti dikutip Reuters.
Dia menyatakan pernyataan Clarida menyiratkan bahwa the Fed mungkin sedikit lebih maju daripada tidak berpikir pengetatan moneter yang oleh Chairman the Fed Jerome Powell dicirikan sebagai sikap Fed tahun lalu walau hanya sedikit.
Market saham Hong Kong tertekan setelah Indeks Hang Seng turun 0,18 persen ke level 29.113. Saham Xiaomi di bursa Hong Kong naik 3,2 persen. Perusahaan smartphone asal China tersebut membukukan kenaikan pendapatan 55 persen di kuartal I.
Indeks Shanghai Composite naik 0,43 persen ke 3.608. Sementara Indeks Shenzhen Component naik 0,7 persen ke 14.897. Data yang dirilis pemerintah China menunjukkan laba industri negara tersebut naik 57 persen di periode April (YoY).
Tekanan ada pada Indeks Nikkei 225 (Jepang), turun sebesar 0,33 persen ke 28.549 saat closing. Indeks Topix turun 0,5 persen ke 1.911. Sementara itu Indeks Kospi (Korsel) sebagian melemah dan berakhir ke 3.165.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak stagnan. Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia naik tipis ke 7.094.
Indeks dolar AS flat ke 89,964 dari level sebelumnya di 89,7.
Kurs yen merosot ke posisi ke 109,11 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 108,9.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat ke posisi $0,7749 dari sebelumnya di $0,7721.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa tergelincir saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (27/5) pagi waktu setempat. Gerak pasar Eropa ini terjadi menjelang rilis data kunci pasar tenaga kerja USA yang diperkirakan memberi lebih banyak informasi situasi perekonomian USA.
Indeks DAX (Jerman) -0,28% ke level 15.408.
Indeks FTSE (Inggris) -0,10% pada posisi 7.019.
Indeks CAC (Perancis) -0,02% di level 6.390.

Minyak
Harga minyak merosot pada perdagangan sesi sore hari Kamis (27/5) di pasar komoditas Asia, bergerak dalam kisaran ketat dibarengi optimisme puncak mengemudi di musim panas di USA dan Eropa. Sentimen tersebut mengimbangi kekhawatiran tentang permintaan di India dan potensi pasokan dari Iran.
Minyak WTI drop 35 sen per barel ke harga USD65,86 per barel. Minyak Brent turun 42 sen ke harga USD68,45 per barel. (pkl 06.41 GMT)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author