Bursa Siang: Wacana Pemangkasan Stimulus Membuat Market Asia Mixed, IHSG Menanjak

Bursa Siang: Wacana Pemangkasan Stimulus Membuat Market Asia Mixed, IHSG Menanjak

Posted by Written on 27 May 2021


Ipotnews IHSG meniti zona penguatan saat akhir sesi I pada perdagangan hari Kamis (27/5). IHSG mendaki naik +1,24 persen (+72 poin) menjadi ke posisi 5.888.

Indeks LQ45 +1,29% ke 876.

Indeks IDX30 +1,33% ke 467.

Indeks IDX80 +1,17% ke 125.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,28% ke 553.

Indeks Kompas100 +1,12% ke 1.100.

Indeks Sri Kehati +1,23% ke 339.

Indeks SMInfra18 +0,93% ke 293.

Saham Paling Aktif: BABPBCAPBBRIBRISFILMBBCAANTM

Saham Top Gainers LQ45: CPINJPFAMNCNPGASTLKMBBNIBBRI

Saham Top Losers LQ45: INTPBTPSTOWRMDKAERAAKLBFINCO

Nilai transaksi Rp6,40 triliun. Volume perdagangan sebanyak 111,80 juta lot saham. Investor asing net buy Rp396,43 miliar.

Nilai tukar rupiah menanjak tipis 0,04 persen ke level Rp14.321 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Gerak market Asia kembali bervariasi pada perdagangan sesi siang hari Kamis (27/5). Para investor mencermati pembukaan kembali aktivitas ekonomi serta kemungkinan pengurangan stimulus bank sentral global.

Pelemahan terjadi di market saham Jepang dan Hong Kong. Bursa China berbalik menguat dari pelemahan di sesi awal setelah USA dan China mempertahankan kesepakatan negosiasi perdagangan sejak Kemenangan Pilpres Joe Biden serta pengakuan hubungan perdagangan bilateral yang penting.

Perkembangan negosiasi perdagangan jua mendorong yuan di pasar global. Di saat yang sama, tensi masih tetap terjadi antara USA dan China. Pejabat tinggi Gedung Putih urusan Asia pada Rabu pekan ini mengatakan USA memasuki era persaingan intens dengan China.

"Investor tampaknya memberi the Fed keuntungan dari keraguan perkiraan inflasi sementara tetapi diduga kepercayaan (kepada the Fed) dapat tertutup tanpa bukti pendukung dalam beberapa bulan ke depan," kata Craig W Johnson, analis dari Piper Sandler & Co. Dia memperkirakan ketidakpastian dan volatilitas ekonomi kemungkinan akan tetap tinggi karena para trader menunggu kejelasan tentang tren inflasi dan prospek pengurangan stimulus.

Market saham Hong Kong tertekan setelah Indeks Hang Seng turun 0,3 persen. Saham Xiaomi di bursa Hong Kong naik 1,95 persen. Perusahaan smartphone asal China tersebut membukukan kenaikan pendapatan 55 persen di kuartal I.

Indeks Shanghai Composite naik 0,18 persen. Sementara Indeks Shenzhen Component naik 0,375 persen. Data yang dirilis pemerintah China menunjukkan laba industri negara tersebut naik 57 persen di periode April (YoY).
Tekanan ada pada Indeks Nikkei 225 (Jepang) sebesar 0,45 persen dan Indeks Topix turun 0,33 persen. Sementara itu Indeks Kospi (Korsel) juga jatuh, turun 0,28 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) turun 0,22 persen. Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia menguat 0,26 persen.
Indeks dolar AS melaju naik ke 90,038 dari level sebelumnya di 89,7.
Kurs yen merosot ke posisi ke 109,06 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 108,9.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,7741 dari sebelumnya di $0,777.

Minyak
Harga minyak bergerak merosot pada perdagangan sesi pagi hari Kamis (27/5) di pasar komoditas Asia di tengah di tengah perhatian bahwa pasar dapat menghadapi banjir pasokan minyak Iran bila sanksi terhadap negara Teluk Persia tersebut dicabut.
Minyak WTI drop 0,6 persen per barel ke harga USD65,83 per barel. Minyak Brent melorot 0,6 persen ke harga USD68,43 per barel. (pkl 11.09 wkt Singapura)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author