Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, IHSG Konsolidasi Menuju Jenuh Jual

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, IHSG Konsolidasi Menuju Jenuh Jual

Posted by Written on 24 May 2021


Ipotnews -Mengawali pekan terakhir Mei, Senin (24/5), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, berusaha melawan tren pelemahan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, setelah bergerak menguat pada penutupan bursa saham utama Eropa, pekan lalu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%, di tengah penurunan harga saham pertambangan. Rio Tinto dan Forescue turun 0,2% dan 0,67%, BHP mendatar. Indeks berlanjut menguat 0,24% (16,90 poin) menjadi 7.047,20 pada pukul 8:10 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,13%, namun berlanjut sedikit melemah 0,01% di posisi 3.156,14.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,64% (180,20 poin) ke level 28.458,44, setelah dibuka meningkat 0,8% dan Topix naik 0,67%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,14% (-40,45 poin) menjadi 28.417,99 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite,China cenderung mentara di posisi 3.486,27.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) awal pekan ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Asia yang cenderung menyusut, setelah gagal bermanuver di zona hijau pada akhir sesi perdagangan pekan lalu dan ditutup turun 0,42% menjadi 5.773. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,27% ke level USD21,00.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan bergerak terkonsolidasi dengan peluang rebound.  Sejumlah indikator pergerakan indeks masih dalam rentang konsolidasi, mengarah pada area jenuh jual ( oversold ), dengan kondisi  undervalue.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kenaikan kasus baru Covid-19 di dalam negeri paska liburan dan terkoreksinya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel dan timah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu pelemahan tipis mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring kembali tertekannya harga bitcoin berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5,725 dan  resistance  di level 5,825.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy). Support: Rp1,450, Resist: Rp1,490, TOWR (Buy). Support: Rp1,185, Resist: Rp1,225, BSDE (Buy on Weakness). Support: Rp1,120, Resist: Rp1,150, SMRA (Buy on Weakness). Support: Rp890, Resist: Rp915.

  • ETF: XIPI (Buy on Weakness). Support: Rp159, Resist: Rp163, XISR (Buy on Weakness). Support: Rp340, Resist: Rp346, XILV (Buy on Weakness). Support: Rp102, Resist: Rp106.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan bergerak variatif cenderung turun. Kekhawatiran inflasi kembali menekan saham-saham yang sensitif terhadap pertumbuhan. Data IHS Markit menunjukkan indeks aktivitas sektor manufaktur AS pada bulan ini naik, meningkat di tengah permintaan domestik yang kuat, menjadi 61,5, tertinggi sepanjang masa, jauh dari ekpektasi stagnan. Analis memperkirakan rotasi aktivitas perdagangan dari emiten teknologi ke saham siklikal dan defensif akan terus berlanjut seiring perluasan vaksinasi dan pembukaan kembali perdagangan.

Saham teknologi informasi dan konsumer dilanda aksi jual, sedangkan saham finansial dan energi yang terkait dengan perekonomian menguat signifikan. Dow Jones menguat terdongkrak saham-saham industri besar, seperti Boeing dan Caterpillar Inc. Goldman Sachs dan JP Morgan juga mendorong penguatan Dow. Saham Ford Motor Co melesat 6,7%, Nvidia Corp melonjak 2,6%. Home Depot naik 0,7%, dan Oatly melambung 11%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,36% (123,69poin) ke level 43.207,84.
  • S&P 500 sedikit melemah 0,08% (-3,26 poin) di posisi 4.155,86.

  • Nasdaq Composite melorot 0,48% (-64,75 poin) menjadi 13,470,99.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu dengan cenderung menguat, para pemodal menggeser fokus mereka ke rilis data indikator ekonomi Uni Eropa dan Inggris. Indeks PMI komposit IHS Markit Inggris, Mei, mencapai 62,0 tertinggi sejak 1998. Penjualan ritel di Inggris melonjak 9,2% di periode April, atau naik 2 kali lipat dari estimasi. Sementara itu di Uni Eropa, pertumbuhan bisnis menunjukkan kecepatan tersignifikan dalam 3 tahun terakhir. Data awal indeks komposit PMI Uni Eropa di level 56,9 dibanding periode April sebesar 53,8.

Indeks acuan Eropa, STOXX 600 meningkat 0,57% menjadi 444,44, didorong laju saham sektor otomotif sebesar 1%. Saham BMW naik 0,7%. Saham Richemont, Swiss dan Lifco, Swedia melesat 5% dan 6%. 

Sementara itu Lufthansa dan Kinnevik, Swedia anjlok 6% dan 8%. Aktivitas bisnis yang menguat di Eropa membuat investor tetap optimis dalam menghadapi kekhawatiran  overheat  perekonomian. Presiden ECB Christian Lagarde mengatakan masih terlalu dini untuk membahas penyelesaian skema pembelian obligasi darurat 1,85 triliun euro.

  • DAX 30 Jerman naik 0,44% (67,25 poin) menjadi 15.437,51.

  • FTSE 100 Inggris, sedikit melemah 0,02% (-1,74 poin) di posisi 7.018,05.

  • CAC 40 Perancis melaju 0,68% (42,83 poin) ke level 6.386,41.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York manutup pekan lalu dengan menguat, terdorong oleh rilis data awal aktivitas sektor manufaktur AS, Mei yang meningkati di tengah permintaan domestik yang kuat. Namun secara mingguan indeks dolar AS masih di jalur pelemahan mingguan, sebesar 0,4%, karena para trader cemas terhadap wacana  tapering . Beberapa analis tetap ragu Fed akan segera menarik diri dari sikap akomodatifnya.

Namun, perbaikan berkelanjutan dalam data ekonomi AS, terutama relatif terhadap Eropa, kemungkinan akan mendukung bullish  greenback , kata analis lainnya. Euro dan poundsterling melemah terhadap dolar As, meski rilis data aktivitas sektor manufaktur Inggris, survei aktivitas sektor jasa Jerman, dan aktivitas bisnis Prancis menunjukkan perbaikan. Indeks dolar (Indeks DXY) uang mengukur kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang enam negara, naik 0,23% ke level 90,017.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.2182-0.0046-0.38%
Poundsterling (GBP-USD)1.415-0.004-0.28%
Yen (USD-JPY)108.960.18+0.17%
Yuan (USD-CNY)6.4341-0.0007-0.01%
Rupiah (USD-IDR)14,355.00-20.00-0.14%

Sumber : Bloomberg.com, 21/5/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat signifikan, setelah melemah dalam 3 hari terakhir. Opsi spekulatif memperkirakan harga minyak Brent akan naik di atas USD100 pada Desember 2021 karena investor masih yakin keberhasilan program vaksinasi di AS dan Eropa akan mendorong harga minyak. Namun harga minyak masih berada di jalur tetap ada di jalur pelemahan mingguan sebesar 3%, terbesar sejak Maret.

Investor mengantisipasi kembalinya pasokan minyak Iran. Presiden Iran mengatakan AS siap untuk mencabut sanksi pada sektor minyak, perbankan dan ekspor minyak. Pejabat Uni Eropa yang memimpin diskusi meyakini kesepakatan akan tercapai. Tim Riset JP Morgan dan memperkirakan Brent akan bertengger di harga USD74 per barel hingga akhir 2021. Barclays memperkirakan harga minyak Brent dan WTI rata-rata USD 66 per barel dan USd62 per barel di tahun ini.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,33 (2,04%) menjadi USD66,44 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 2,65% menjadi USD63,58 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan sedikit melemah., di tengah rebound dolar AS, seiring menguatnya data manufaktur AS periode Mei di tengah permintaan domestik yang kuat. Sementara itu yield US Treasury 10 tahun bertahan di 1,62%, turun dari level 1,69%. Meskipun demikian emas masih berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut,sebesar 1,9% tertolong oleh  yield  obligasi AS yang melemah.

Indeks PMI IHS Markit Flash AS periode Mei naik ke level 61,5, tertinggi sepanjang masa, jauh dari ekspektasi stagnan. Harga logam berharga lainnya; paladium turun 2,5% menjadi USD2.781,64 per ounce, harga perak turun 1,1% ke harga USD27,44, platinum merosot 2,3% menjadi USD1.169,05.

  • Harga emas pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.876,42 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS turun 0,3% menjadi USD1.876,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author