Bursa Pagi: Dibuka Turun Asia Berusaha Menguat, IHSG Masih Berisiko Melemah

Bursa Pagi: Dibuka Turun Asia Berusaha Menguat, IHSG Masih Berisiko Melemah

Posted by Written on 20 May 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (20/5), dibuka melemah, terseret tren kejatuhan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Lonjakan kasus Covid di Asia dan rilis risalah rapat kebijakan The Fed April lalu membebani bursa saham global. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang melemah 0,13%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%, jelang rilis data lapangan kerja April. Indeks berbalik menguat 0,19% (13,30 poin) menjadi 6.945,00 pada pukul 8:05 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,56%, dan berlanjut turun 0,30% ke posisi 3.163,54.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat tipis 0,02% (4,79 poin) di level 28.049,24, setelah dibuka turun 0,53% dan Topix berkurang 0,28%. Rilis data ekspor Jepang pagi ini memperlihatkan adanya kenaikan sebesar 38% pada April lalu, lebih tinggi dari prediksi ekonom 30,9%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka di zona merah, merosot 1,04% (-293,19 poin) ke level 28.300,62 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,39% ke posisi 3.497,25.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham global yang berusaha menguat di pasar regional, setelah terbenam lebih dalam pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,27% ke level 5.760. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange terperosok 1,92% ke posisi USD20,99.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berisiko akan kembali melanjutkan penurunan, berharap dorongan posisitf dari rilis data neraca perdagangan Indonesia hari ini. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan dengan momentum koreksi wajar.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kembali terkoreksinya indeks di bursa Wall Street dan melemahnya mayoritas harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati data neraca perdagangan bulan April yang menurut konsensus akan kembali surplus USD1 miliar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5,700 dan  resistance  di level 5,820.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ITMG (Buy on Weakness).Support: Rp12,550, Resist: Rp13,100, ADRO (Buy on Weakness). Support: Rp1,160, Resist: Rp1,200, CTRA (Buy on Weakness). Support: Rp1,085, Resist: Rp1,120, 

    TOWR (Buy on Weakness). Support: Rp1,155, Resist: Rp1,200.

  • ETF: XCLQ (Sell). Support: Rp86, Resist: Rp90, XIID (Sell). Support: Rp452, Resist: Rp468, 

    XPFT (Sell). Support: Rp462, Resist: Rp478.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, setelah rilis risalah rapat The Fed April lalu menyebutkan bahwa peserta sepakat ekonomi AS masih jauh dari target bank sentral. Beberapa peserta rapat mempertimbangkan diskusi tentang pengurangan  (tapering)  program pembelian obligasi. Data inflasi yang kuat dan tanda-tanda kekurangan pekerja dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran di pasar saham meski pejabat The Fed terus mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut bersifat sementara.

Beberapa saham raksasa teknologi berbalik menguat, termasuk Facebook, Netflix, Microsoft dan Alphabet. Saham operator  crypto-exchange  Coinbase Global, penambang Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings berguguran, seiring kejatuhan Bitcoin dan Ether setelah China melarang lembaga keuangan dan pembayaran menyediakan layanan  cryptocurrency.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,48% (-164,62 poin) menjadi 33.896,04.

  • S&P 500 berkurang 0,29% (-12,15 poin) ke posisi 4.115,68.

  • Nasdaq Composite turun tipis 0,03% (-3,90 poin) di level 13.299,74.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona merah, mengikuti kejatuhan di pasar global karena kekhawatiran tentang kenaikan inflasi terus membebani sentimen. Rilis data inflasi Inggris menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat pada periode April. Indeks harga konsumen melonjak 1,5% setelah kenaikan 0,7% pada Maret lalu. Kejatuhan mata uang kripto ikut menekan bursa saham Eropa, investor menunggu rilis risalah The Fed.

Indeks STOXX 600 anjlok 1,51% menjadi 436,34, dipimpin kejatuhan harga saham sumber daya dasar sebesar 4,1%. Saham grup investasi infrastruktur Inggris, John Laing, melambung lebih dari 11% setelah perusahaan ekuitas swasta KKR mengumumkan persetujuannya untuk membeli perusahaan tersebut. Perusahaan engineering  Swedia, Sandvik, ronntok 5,9%, produsen alat bantu dengar Swiss, Sonova, melonjak 1,8%.

  • DAX 30 Jerman terperosok 1,77% (-273,02 poin) ke level 15.113,56.

  • FTSE 100 Inggris melorot 1,19%(-84,04 poin) menjadi 6.950,20.

  • CAC 40 Prancis merosot 1,43% (-91,12 poin) ke posisi 6.262,55.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup dengan menghentikan depresiasi empat hari beruntun merespon rilis risalah rapat kebijakan moneter The Fed April lalu. Sejumlah anggota Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) menyebutkan tentang kemungkinan untuk membahas pengetatan kebijakan akomodatif The Fed, jika pemulihan ekonomi terus mendapatkan momentum. Imbal hasil US Treasury menyentuh level tertinggi pada sesi Rabu setelah rilis risalah The Fed.

Namun sejatinya, risalah tersebut berasal dari rapat yang terjadi sebelum rilis data ekonomi, yang menunjukkan pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja dan lonjakan harga karena ketidakseimbangan penawaran/permintaan. Poundsterling Inggris melemah terhadao dolar AS karena data inflasi Inggris melonjak lebih dari dua kali lipat pada periode April menjadi 1,5% (mom). Lonjakan indeks harga konsumen juga menekan dolar Kanada. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,52% menjadi 90,254.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21750.000.00%7:17 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.4112-0.0003-0.02%7:17 PM
Yen (USD-JPY)109.220.000.00%7:17 PM
Yuan (USD-CNY)6.43490.0092+0.14%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,290.0017.50+0.12%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/5/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup merosot lebih dari 3%, di tengah ketakutan lonjakan kasus Covid-19 di India, Taiwan, Vietnam dan Thailand akan mengurangi permintaan minyak mentah.

Spekulasi bahwa The Fed mungkin menaikkan suku bunga membebani prospek pertumbuhan ekonomi dan mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap minyak dan komoditas lainnya, saham, serta mata uang kripto.

Apresiasi dolar dan kenaikan imbal hasil US Treasury, menekan harga minyak. Kemajuan perundingan nuklir Iran dikhawatirkan akan meningkatkan pasokan minyak mentah global dan menekan harga. Iran diperkirakan dapat menyediakan sekitar 1 juta hingga 2 juta bph tambahan pasokan minyak jika kesepakatan tercapai. Harga minyak merosot meski data persediaan minyak mentah AS naik1,3 juta barel, lebih kecil dari perkiraan. Stok bensin turun 2,0 juta barel, lebih besar dari ekspektasi, dan permintaan melonjak menjadi 9,2 juta bph pekan lalu, tertinggi sejak Maret 2020.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,22 (-3,2%) menjadi USD66,49 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,30 (-3,5%) menjadi USD63,19 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi di tutup menguat. Namun harga emas di pasar spot merosot dari level tertinggi lebih dari empat bulan yang dicatatkan pada awal sesi, di level USD1.889,75, terpukul oleh kenaikan dolar dan imbal hasil US Treasury, setelah risalah rapat The Fed yang mulai menyebutkan kemungkinan  tapering.  Harga logam mulia lainnya; perak anjlok 2% menjadi USD27,64 per ounce, paladium merosot 1,3% menjadi USD2.865,50, sementara platinum menyusut 2,6% menjadi USD1.186,50 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.866,64 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 0,7% menjadi USD1.881,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author