Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, Laju Asia Buka Peluang IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, Laju Asia Buka Peluang IHSG

Posted by Written on 18 May 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (18/5), dibuka menguat, melawan tren penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor merespon positif rilis data kuartal pertama PDB Jepang pagi ini. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang menguat 0,1%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,32%, jelang rilis kebijakan moneter Reserve Bank of Australia. Indeks melaju 0,64% (45,10 poin) ke posisi 7.068,70 pada pukul 8:30 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka meningkat 0,55%, dan berlanjut melompat 1,00% menjadi 3.165,98.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,64% (457,01 poin) ke level 28.281,84. setelah dibuka melaju 0,89% dan Topix naik 0,66%. PDB Jepang turun 1,3% (qoq) pada Januari-Maret, menjadi 5,1% (yoy), lebih rendah dari ekspektasi penurunan 1,2%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,87% (243,94 poin) ke posisi 283,03 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,09% di posisi 3.529,65.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berbeda arah, setelah terperosok 1,76% ke level 5.833 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,07% ke level USD21,33. Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam tekanan pelemahan.
Tim Riset IndoPremier berpendapat,melemahnya indeks di bursa Wall Street seiring terkoreksinya saham sektor teknologi, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah dan emas berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 5,775 dan  resistance  di level 5,895.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : BBCA (Buy). Support: Rp31,875, Resist: Rp33,125, AKRA (Buy on Weakness). Support: Rp3,080, Resist: Rp3,210, LSIP (Buy on Weakness). Support: Rp1,355, Resist: Rp1,400, SIDO (Buy on Weakness). Support: Rp765, Resist: Rp780.

  • ETF : XBLQ (Sell). Support: Rp428, Resist: Rp442, XILV (Sell). Support: Rp104, Resist: Rp106, 
  • XPID (Sell). Support: Rp467, Resist: Rp479.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, terseret kejatuhan harga sektor teknologi yang melorot 0,7%. Tanda-tanda meningkatnya inflasi mengkhawatirkan investor tentang potensi kebijakan moneter yang lebih ketat. Investor beralih ke saham sektor perdagangan energi, keuangan dan material. Investor akan mencermati laporan keuangan minggu ini untuk mendapatkan petunjuk apakah kenaikan harga berdampak pada permintaan dan momentum laba yang kuat. Laba emiten di S&P 500 diprediksi melesat 50,6% dari tahun lalu, terkuat dalam 11 tahun.
Saham raksasa teknologi berguguran. Apple dan Netflix melorot 0,9%, Microsoft merosot 1,2%, dan Tesla anjlok lebih dari 2%. Saham sektor utilitas, dan jasa komunikasi juga melorot 0,7% dan 0,9%. Saham terkait cryptocurrency;   Marathon Digital, Riot Blockchain, dan Coinbase anjlok antara 3-7%. AT&T Inc, pemilik HBO dan Warner Bros, serta Discovery Inc, rumah jaringan TV HGTV dan TLC akan menggabungkan aset konten mereka, menciptakan hiburan global dan bisnis media yang berdiri sendiri. Saham AT&T anjlok 2,69%,Discovery terperosok 5,04%.
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,16% (-54,34 poin) menjadi 34.327,79.

  • S&P 500 kehilangan 0,25% (-10,56 poin) ke posisi4.163,29.

  • Nasdaq Composite turun 0,38% (-50,93 poin) ke level 13.379,05.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, karena investor global terbebani kekhawatiran kenaikan inflasi dan lonjakan kasus virus korona, terkait penyebaran varian dari India. Risalah The Fed dari pertemuan terakhirnya, yang akan dirilis Rabu, dapat menawarkan beberapa petunjuk tentang pemikiran pembuat kebijakan tentang inflasi. Virus korona tetap menjadi perhatian, saat Inggris melonggarkan penguncian. Namun, PM Boris Johnson memperingatkan penyebaran varian India dapat mengancam pelonggaran lebih lanjut.
Indeks STOXX 600 turun tipis 0,05% menjadi 442,29, sebagian besar bursa utama ditutup di wilayah negatif, dipimpin kejatuhan harga saham  travel and leisure  sebesar  2,25%. Ryanair mengatakan melihat "perubahan yang kuat" pada tingkat pemesanan dalam beberapa pekan terakhir, tetapi melaporkan kerugian bersih setahun penuh sebesar 815 juta euro (USD989 juta), karena tingkat lalu lintasnya anjlok 81%. Perusahaan  technical products  Inggris, Diploma, melesat 6,8% setelah melaporkan kenaikan laba fiskal semester I.
  • DAX 30 Jerman melemah 0,13% (-20,02 poin) menjadi 15.396,62.

  • FTSE 100 Inggris berkurang 0,15% (-10,76 poin) ke posisi 7.032,85.

  • CAC 40 Prancis turun 0,28% (-17,79 poin) ke level 6.367,35.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, karena kekhawatiran inflasi, diperburuk oleh rekor harga yang tinggi dalam survei manufaktur regional AS. Imbal hasil US Treasury 10-tahun sedikit berubah jelang rilis risalah kebijakan moneter The Fed April lalu pada Rabu besok, pelaku pasar mencari petunjuk mengenai toleransi Federal Reserve untuk inflasi jangka pendek dan menengah. Pelaku pasar akan meneliti pandangan bank sentral tentang lonjakan inflasi saat ini.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21550.0003+0.02%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.41410.0007+0.05%7:23 PM
Yen (USD-JPY)109.20-0.01-0.01%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.4390.0019+0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,282.5085.00+0.60%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, /2021 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup melonjak lebih dari 1%. Harga terangkat oleh pembukaan kembali ekonomi Eropa dan meningkatnya permintaan AS setelah kejatuhan harga karena lonjakan kasus virus korona di Asia dan data manufaktur China yang mengecewakan. Ekonomi Inggris dibuka kembali, setelah empat bulan penguncian Covid-19. Prancis dan Spanyol merelaksasi pembatasan. Portugal dan Belanda melonggarkan pembatasan perjalanan.
Analis mengatakan, AS mengalami lonjakan perjalanan udara menjadi 1,8 juta orang, tertinggi sejak Maret 2020. United Airlines mengumumkan akan menambah 400 penerbangan setiap hari hingga Juli untuk tujuan Eropa.
Pemesanan perjalanan musim panas meroket 214% dari level 2020. Sementara itu, beberapa negara bagian India berencana memperpanjang  lockdown.  Penjualan bensin dan solar domestik oleh BUMN India pada semester I Mei turun seperlima dari bulan sebelumnya. Singapura bersiap untuk menutup sekolah dan Jepang mengumumkan keadaan darurat di tiga prefektur
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 75 sen (1,1%) menjadi USD69,46 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 90 sen (1,4%) menjadi USD66,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melesat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Investor berhati-hati karena imbal hasil US Treasury tetap lemah, dan dolar menyusut. Pasar ekuitas global tertahan karena tekanan inflasi menekan permintaan untuk aset berisiko. Data pekan lalu menunjukkan indeks harga produsen Amerika naik lebih dari ekspektasi pada April.
Investor menunggu risalah rapat terakhir Federal Reserve, Rabu, untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter dan komentarnya tentang inflasi. Harga logam berharga lainnya; platinum melejit 1,1% menjadi USD1.238,41 per ounce, paladium naik 0,3% menjadi USD2.899,78 per ounce, sementara perak melesat 2,7% menjadi USD28,15.
  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,3% menjadi USD1.866,84 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS melompat 1,6% menjadi USD1.867,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author