Bursa Sore: Koreksi Saham-saham Big Cap Melongsorkan IHSG Semakin Dalam

Bursa Sore: Koreksi Saham-saham Big Cap Melongsorkan IHSG Semakin Dalam

Posted by Written on 17 May 2021


Ipotnews IHSG longsor semakin dalam ke zona pelemahan pada ujung perdagangan hari Senin (17/5). Indeks merosot -1,76 persen (-105 poin) ke level 5.833.

Indeks LQ45 -1,52% ke 869.

Indeks IDX30 -1,35% ke 462.

Indeks IDX80 -1,78% ke 124.

Jakarta Islamic Indes (JII) -2,56% ke 557.

Indeks Kompas100 -1,93% ke 1.101.

Indeks Sri Kehati -0,74% ke 336.

Indeks SMInfra18 -2,05% ke 287.

Saham Paling Aktif: ANTMBAJABMRIBBNIDOIDBANKELSA

Saham Top Gainers LQ45: KLBFITMGBMRIMIKATLKMBBCA

Saham Top Losers LQ45: UNTRUNVRBBNIADROPTBAASIIJSMR

Nilai transaksi Rp12,01 triliun. Volume perdagangan sebanyak 185,57 juta lot saham. Investor asing net buy Rp52,04 miliar.

Nilai tukar rupiah merosot 0,60 persen ke level Rp14.282 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak mixed pada perdagangan hari Senin (17/5) seiring data penjualan ritel di China meleset dari perkiraan walaupun data output industri solid. Sedangkan sejumlah bukti tekanan inflasi global menolong harga emas ke posisi harga tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Harga emas bertengger di posisi USd1.852 per ons setelah tembus level resisten USD1.845 per ons.

Data retail sales China periode April naik 17,7 persen (Yoy), lebih rendah dari perkiraan sebesar 24,8 persen. Sedangkan data output industri naik 9,8 persen.

Virus corona yang meluas juga menjadi penghalang. Pemerintah Singapura menutup sebagian besar sekolah mulai Rabu setelah melaporkan jumlah infeksi lokal tertinggi dalam beberapa bulan. Pemerintah Taiwan pada hari Senin berupaya meyakinkan investor bahwa mereka akan menstabilkan pasar saham dan valas jika diperlukan di tengah lonjakan kasus covid-19.

"Aktivitas industri tetap kuat, didukung oleh permintaan eksternal yang kuat untuk barang-barang China karena vaksinasi dipercepat di banyak negara," kata analis dari CommSec Ryan Felsman, seperti dikutip Reuters.

Namun menurut Felsman, gangguan rantai pasok global yang terus berlanjut, termasuk kekurang semi konduktor dan melonjaknya harga komoditas telah melemahkan beberapa momentum karena kenaikan biaya produksi.

Di bursa saham Taiwan, Indeks Taiex turun 2,99 persen ke 15.353, tercatat koreksi terburuk seregional.

Sedangkan market saham China menghijau. Indeks Shanghai Composite naik 0,78 persen ke 3.517 saat akhir sesi dan Indeks Shenzhen Component naik 1,744 persen ke 14.456. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong menguat 0,7 persen.

Pasar saham Jepang merosot ke zona merah pada akhir perdagangan. Indeks Nikkei 225 turun 0,92 persen ke 27.824. Indeks Topix turun 0,24 persen ke 1.878. Begitu pula, Indeks Kospi di Korsel melemah sebesar 0,6 persen menjadi 3.134.
Namun market saham Australia bangkit. Indeks S&P/ASX200 naik 0,13 persen menjadi 7.023. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak naik 0,1 persen.
Indeks dolar AS melemah tipis ke 90,272 dari level sebelumnya di 90,8
Kurs yen turun tipis ke posisi ke 109,18 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109.
Nilai tukar dolar Australia bergerak lesu ke posisi $0,7763 dari sesi sebelumnya pada level $0,78.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah setelah sempat menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (17/5) pagi waktu setempat. Investor global terbebani oleh kekhawatiran naiknya inflasi dan kasus baru virus corona, sebagian besar terkait dengan meluasnya varian baru yang muncul di India.
Indeks DAX (Jerman) -0,00% ke level 15.416.
Indeks FTSE (Inggris) -0,12% pada posisi 7.035.
Indeks CAC (Perancis) -0,12% ke level 6.377.

Minyak
Harga minyak merosot saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (17/5) di pasar komoditas Asia karena pemulihan jalur pipa pasok utama mengendurkan kekhawatiran suplai dan pembatasan gelombang baru covid 19 di Asia memicu ketakutan akan penurunan demand.
Minyak WTI melorot 9 sen per barel ke harga USD65,28 per barel. Minyak Brent drop 21 sen ke harga USD68,50 per barel. (pkl 06.39 GMT).

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author