Bursa Siang: Market Regional Mixed Merespon Pelemahan Data Ritel China, IHSG Makin Tergerus

Bursa Siang: Market Regional Mixed Merespon Pelemahan Data Ritel China, IHSG Makin Tergerus

Posted by Written on 17 May 2021


Ipotnews IHSG bergeser lengser ke zona pelemahan pada ujung perdagangan sesi I hari Senin (17/5). Indeks merosot -1,26 persen (-76 poin) ke level 5.863.

Indeks LQ45 -1,07% ke 873.

Indeks IDX30 -0,99% ke 464.

Indeks IDX80 -1,21% ke 125.

Jakarta Islamic Indeks (JII) -1,51% ke 563.

Indeks Kompas100 -1,28% ke 1.108.

Indeks Sri Kehati -0,60% ke 336.

Indeks SMInfra18 -1,63% ke 288.

Saham Paling Aktif: BBRIBABPBRISANTMBAJABJTMBRMS

Saham Top Gainers LQ45: ITMGUNTRBMRIADRO

Saham Top Losers LQ45: INTPBBCATLKMMIKAEXCLJSMRERAA

Nilai transaksi Rp5,98 triliun. Volume perdagangan sebanyak 100,30 juta lot saham. Investor asing net sell Rp188,40 miliar.

Nilai tukar rupiah merosot 0,58 persen ke level Rp14.280 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak mixed pada perdagangan sesi siang hari Senin (17/5) seiring data penjualan ritel di China meleset dari perkiraan walaupun data output industri solid. Sedangkan sejumlah bukti tekanan inflasi global menolong harga emas ke posisi harga tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Harga emas bertengger di posisi USD1.852 per ons setelah tembus level resisten USD1.845 per ons.

Data retail sales China periode April naik 17,7 persen (Yoy), lebih rendah dari perkiraan sebesar 24,8 persen. Sedangkan data output industri naik 9,8 persen.

Virus corona yang meluas juga menjadi penghalang. Pemerintah Singapura menutup sebagian besar sekolah mulai Rabu setelah melaporkan jumlah infeksi lokal tertinggi dalam beberapa bulan. Pemerintah Taiwan pada hari Senin berupaya meyakinkan investor bahwa mereka akan menstabilkan pasar saham dan valas jika diperlukan di tengah lonjakan kasus covid-19.

"Pemulihan ekonomi global berada di jalurnya, itulah yang menjadi amunisi ketakutan terhadap inflasi," kata Oliver d'Assier, analis di APAC Research seperti dikutip Bloomberg. Sehingga menurutnya tidak heran bila terlihat aksi profit taking setelah reli di pasar saham.

Di bursa saham Taiwan, Indeks Taiex turun 3 persen, tercatat koreksi terburuk seregional. Sedangkan market saham China menghijau. Indeks Shanghai Composite naik 1 persen dan Indeks Shenzhen Component naik 2,189 persen.

Pasar saham Jepang merosot ke zona merah. Indeks Nikkei 225 turun 1,27 persen. Indeks Topix turun 0,39 persen. Begitu pula, Indeks Kospi di Korsel melemah sebesar 0,79 persen.
Namun market saham Australia bangkit. Indeks S&P/ASX200 naik 0,31 persen. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak naik 0,2 persen.
Indeks dolar AS melemah tipis ke 90,397 dari level sebelumnya di 90,8
Kurs yen turun tipis ke posisi ke 109,36 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109.
Nilai tukar dolar Australia bergerak lesu ke posisi $0,775 dari sesi sebelumnya pada level $0,78.

Minyak
Harga minyak merosot saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (17/5) di pasar komoditas Asia karena pemulihan jalur pipa pasok utama mengendurkan kekhawatiran suplai dan pembatasan gelombang baru covid 19 di Asia memicu ketakutan akan penurunan demand.
Minyak WTI melorot 7 sen per barel ke harga USD65,30 per barel. Minyak Brent drop 8 sen ke harga USD68,63 per barel. (pkl 00.36 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author