Bursa Sore: Wacana Kenaikan Inflasi Gerus Market Asia, IHSG Melanjutkan Koreksi

Bursa Sore: Wacana Kenaikan Inflasi Gerus Market Asia, IHSG Melanjutkan Koreksi

Posted by Written on 11 May 2021


Ipotnews IHSG bergeser tergelincir ke zona pelemahan pada ujung perdagangan hari Selasa (11/5). Indeks tergerus -0,63 persen (-38 poin) ke level 5.938.

Indeks LQ45 -1,09% ke 878.

Indeks IDX30 -1,02% ke 467.

Indeks IDX80 -1,11% ke 126.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,03% ke 571.

Indeks Kompas100 -1,13% ke 1.117.

Indeks Sri Kehati -1,12% ke 336.

Indeks SMInfra18 -0,72% ke 292.

Saham Paling Aktif: Saham Paling Aktif: ANTMBRISFILMBJTMDGIKBBCABRMS

Saham Top Gainers LQ45: ITMGINCOTBIGCPINBBCACTRAHMSP

Saham Top Losers LQ45: JSMRSMGRGGRMMIKAANTMEXCL,BBTN

Nilai transaksi Rp9,45 triliun. Volume perdagangan sebanyak 145,85 juta lot saham. Investor asing net sell Rp60,24 miliar.

Nilai tukar rupiah stagnan ke level Rp14.197 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Kemerosotan saham teknologi semakin meluas di pasar global termasuk di bursa Asia pada perdagangan hari Selasa (11/5) seiring kekhawatiran investor terhadap inflasi serta valuasi yang melonjak menambah sinyal peraturan baru pengawasan di China.

Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co dan Samsung Electronics Co berkontribusi pada koreksi terbesar sejak 26 Februari. Indeks Hang Seng Tech merosot 4,5 persen. Saham teknologi di bursa Hong Kong dan pasar Asia secara luas merosot setelah diuntungkan suku bunga rendah dan muncul sebagai favorit investor tahun ini di saat pandemi memicu demand layanan online.

Sekarang muncul kekhawatiran inflasi dipicu kenaikan harga komoditas akan mendorong bank sentral mengetatkan kebijakan moneter, mengurangi daya tarik saham yang valuasinya sering bergantung pada prospek pendapatan jangka panjang.
"Investor terus fokus pada narasi inflasi seiring kenaikan harga komoditas," ujar Yeap Jun Rong, analis di IG Asia Pte. "Kekhawatiran pada kenaikan inflasi dapat membebani saham-saham yang sedang tumbuh mengingat sebagian besar valuasinya mungkin berasal dari pendapatan masa depan," tambahnya.
Pasar saham Jepang memotori pelemahan regional. Indeks Nikkei 225 turun 3,08 persen ke 28.608. Indeks Topix turun 2,37 persen ke 1.905. Begitu pula, Indeks Kospi di Korsel melemah signifikan sebesar 1,23 persen ke 3.209 saat akhir sesi.
Pelemahan juga terjadi di market Australia. Indeks S&P/ASX200 turun 1,06 persen ke level 7.096.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong tumbang 2,03 persen ke 28.015. Sementara Indeks Shanghai Composite di bursa China naik 0,40 persen ke 3.441 dan Indeks Shenzhen Component melaju 0,35 persen ke level 13.996. Market saham China berbalik menguat setelah lesu di sesi sebelumnya.
Pemerintah China pada Selasa pekan ini menyatakan inflasi periode April naik 0,9 persen (YoY), lebih rendah dari perkiraan sebesar 1 persen. Tetapi inflasi di tingkat produsen naik 6,8 persen lebih tinggi dari perkiraan sebesar 6,5 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak melemah 1,6 persen.
Indeks dolar AS menguat 0,14 persen ke level 90,336
Kurs yen ke posisi ke 108,89 terhadap USD, bergerak relatif stabil.
Nilai tukar dolar Australia bergerak landai ke posisi $0,7827.

Bursa Eropa
Market saham Eropa tertarik turun saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (11/5) menyusul aksi jual masif saham teknologi seiring pasar global bergeser fokus pada data inflasi.
Indeks DAX (Jerman) -0,98% pada posisi 15.249.
Indeks FTSE (Inggris) -1,21% ke level 7.037.
Indeks CAC (Perancis) -1,00% di posisi 6.321.

Minyak
Harga minyak merosot saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (11/5) di pasar komoditas Asia di tengah kekhawatiran pemadaman berkepanjangan seiring masalah pada sistem pipa pasok bahan bakar terbesar USA. Sementara krisis virus corona di India menunjukkan sedikit reda setelah rata-rata 7 hari kasus baru mencapai rekor tertinggi.
Minyak WTI melorot 45 sen per barel ke harga USD64,47 per barel. Minyak Brent drop 43 sen ke harga USD67,89 per barel. (pkl 06.54 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author