Bursa Pagi: AS-Asia Berguguran, Adang Laju IHSG Jelang Libur Lebaran

Bursa Pagi: AS-Asia Berguguran, Adang Laju IHSG Jelang Libur Lebaran

Posted by Written on 11 May 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (11/5), dibuka berguguran, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham Wall Street terseret kejatuhan harga saham Big Tech. Investor menunggu rilis angka inflasi April China dan data ekonomi sejumlah negara Asia Tenggara, hari ini.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,43%. Indeks berlanjut menyusut 0,65% (-46,90 poin) menjadi 7.125,90 pada pukul 8:00 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,57%, dan berlanjut terperosok 1,23% ke posisi 3.209,31.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang anjlok1,91% (-562,77 poin) ke level 28.955,57, setelah dibuka merosot 0,97% dan Topix turun 0,6%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 1,08% (-309,10 poin) ke level 28.286,56 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,62% ke posisi 3.406,60.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham AS dan Asia yang memerah, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan bermanuverdi zona hijau, meningkat 0,8% ke level 5.975. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,49% ke posisi USD21,82.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan mencoba melanjutkan kenaikan menembus level 6.000 menjelang libur Lebaran. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan terkonsolidasi mendekati area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks di bursa Wall Street seiring terkoreksinya saham sektor teknologi berkapitalisasi besar, yang dipicu oleh kekhawatiran akan kenaikan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi, diprediksi akan menjadi sentimen negatif.Sementara itu terkoreksinya komoditas CPO, nikel dan timah serta antisipasi investor menjelang libur Lebaran berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif bagi indeks.
IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 5,930 dan  resistance  di level 6,020.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;
  • Saham : BBCA (Buy). Support: Rp31,550, Resist: Rp32,650, PWON (Buy). Support: Rp505, Resist: Rp535, TINS (Buy). Support: Rp1,795, Resist: Rp1,855, BRIS (Buy on Weakness). Support: Rp2,240, Resist: Rp2,360.

  • ETF : XBLQ (Buy). Support: Rp440, Resist: Rp450, XIJI (Buy). Support: Rp580, Resist: Rp594, 

    XISI (Buy). Support: Rp311, Resist: Rp319.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menurun tajam, terseret kejatuhan saham sektor teknologi. Saham industri dan perawatan kesehatan membatasi penurunan indeks Dow Jones. Utilitas dan  consumer staples  membukukan kenaikan terbesar pada sesi. Investor mengambil saham yang paling diuntungkan dari pemulihan ekonomi, termasuk energi, keuangan dan industri.
Investor akan mencermati data inflasi AS yang akan dirilis Rabu besok, untuk mengukur apakah kenaikan harga yang kuat bakal mendorong The Fed untuk mengubah kebijakannya. Investor membuang saham Big Tech.
Sektor teknologi terpangkas 2,5%. Microsoft, Apple dan Alphabet anjlok lebih dari 2%, Facebook Amazon dan Netflix terperosok lebih dari 3%. Tesla rontok lebih dari 6%.
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,1% (-34,94 poin) menjadi 34.742,82.

  • S&P 500 anjlok 1,04% (-44,17 poin) ke posisi 4.188,43.

  • Nasdaq Composite ambruk 2,55% (-350,38 poin) ke level 13.401,86.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks STOXX 600. Saham emiten tambang berlompatan didorong lonjakan harga komoditas melonjak, optimisme tentang pembukaan kembali ekonomi serta kebijakan moneter yang longgar. Kontrak bijih besi, baja berjangka dan harga tembaga mencatatkan rekor tertinggi di tengah pengetatan pasokan. Indeks STOXX 600 naik 0,1% atau 0,46 poin menjadi 445,39, level tertinggi sepanjang masa.
Saham penambang melambung 2,3% ke tingkat tertinggi 10 tahun. Rio Tinto, BHP Group dan Glencore naik antara 1,7% dan 2,6%. Sektor  travel and leisure  Eropa merosot 1,4%, saham teknologi bervaluasi tinggi anjlok 2,4%. Perusahaan bioteknologi BioNTech, melesat 8,8% setelah mengungkapkan rencana pembangunan pabrik vaksin berteknologi mRNA di Singapura. Societe Generale, melejit 2,9%. Jaringan roti dan makanan cepat saji Inggris, Greggs, melambung 10,5%.
  • DAX 30 Jerman meningkat 0,76 poin menjadi 15.400,41.

  • CAC 40 Prancis naik tipis 0,48 poin di posisi 6.385,99.

  • FTSE 100 Inggris sedikit melemah 0,08% (-6,03 poin) di level 7.123,68.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup di sekitar posisi terendah dua setengah bulan. Investor berspekulasi bahwa kenaikan inflasi akan mengikis nilai tukar dolar AS ketika Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneternya yang longgar. Tingkat inflasi yang mengukur ekspektasi inflasi lima tahun mencapai level tertinggi sejak April 2011. Sedangkan tingkat inflasi 10 tahun naik ke posisi tertinggi sejak Maret 2013.
Pekan ini, pasar akan terfokus pada data harga konsumen (CPI) Amerika, Rabu, serta penjualan ritel, Jumat. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspektasi inflasi yang meningkat membantu dolar karena investor mengasumsikan suku bunga akan dinaikkan sebagai respons terhadap harga yang lebih tinggi. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik tipis 0,06% menjadi di 90,205.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21380.0009+0.07%7:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.41270.0009+0.06%7:23 PM
Yen (USD-JPY)108.820.01+0.01%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.4166-0.0166-0.26%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,197.50-87.50-0.61%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/5/2021 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup menguat. Operator jaringan pipa bahan bakar utama AS, Colonial Pipeline, mengatakan sebagian besar dapat beroperasi kembali dalam sepekan setelah ditutup akibat serangan siber. Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan perbaikan jaringan pipa itu merupakan prioritas utama.
Potensi pertumbuhan permintaan AS mendorong harga minyak mentah, mengimbangi kekhawatiran bahwa pandemi virus korona yang muncul kembali di India akan memangkas permintaan di Asia. Harga minyak mentah Brent telah melambung lebih dari 30% tahun ini, didukung pengurangan pasokan oleh OPEC + dan pelonggaran penguncian di AS dan Eropa. Tetapi infeksi dan kematian virus korona India yang mendekati rekor tertinggi harian membebani sentimen.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 4 sen (0,1%) menjadi USD68,32 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 2 sen (0,03%) menjadi USD64,92 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan. Data pertumbuhan lapangan kerja AS pekan lalu yang berada di bawah ekspektasi membebani dolar dan mendorong perkiraan bahwa suku bunga akan tetap rendah. Angka pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan merusak harapan investor akan pemulihan cepat ekonomi AS.
Juga mendukung harga logam mulia adalah kembalinya aliran  discretionary capital  menuju emas bersama dengan permintaan fisik yang kuat dari China dan India pada bulan lalu sebelum penguncian di India.Harga logam berharga lainnya; paladium melonjak 1,5% menjadi USD2.971,39 per ounce, perak turun 0,2% menjadi USD27,39, sementara platinum naik 0,8% menjadi USD1.258,87.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.836,89 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 0,3% menjadi USD1.837,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author