Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Masih Dibayangi Tekanan

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Masih Dibayangi Tekanan

Posted by Written on 10 May 2021


Ipotnews - Mengawali pekan kedua Mei, Senin (10/5), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar berspekulasi akan kemungkinan penerapan kebijakan dovish The Fed yang lebih lama karena rilis data lapangan kerja AS periode April yang jauh di bawah ekspektasi.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,67%. Indeks berlanjut melaju 0,88% (62,00 poin) ke posisi 7.142,80 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,51%, dan bertambah 0,52% menjadi 3.213,97.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 0,89% (261 poin) ke level 29.619,05, setelah dibuka meningkat 0,85%, dan Topix melompat 0,89%.

Indeks Hang Seng dibuka naik 0,58% (166,34 poin) menjadi 28.776,99 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, sedikit melemah 0,02% di posisi 3.418,32.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan yang menguat di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan kemerosotan 0,70% ke level 5.928. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange meningkat 0,68% menjadi USD22,15.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG di awal pekan ini masih berada dalam tekanan, berisiko melanjutkan koreksi. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal negatif untuk terjadinya potensi koreksi lanjutan dengan arah momentum yang melemah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring ekspektasi bank sentral Amerika masih akan mempertahankan kebijakan moneter longgarnya, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu sikap hati-hati investor menjelang libur panjang dan kekhawatiran investor terhadap peluang terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support di level 5,870 dan resistance di level 5,990.

Beberapa saham yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : MAIN (Buy). Support: Rp900, Resist: Rp930, MEDC (Buy). Support: Rp670, Resist: Rp710, 

    BBTN (Buy on Weakness). Support: Rp1,595, Resist: Rp1,645, EXCL (Buy on Weakness). Support: Rp2,010, Resist: Rp2,060.

  • ETF : XCLQ (Buy on Weakness). Support: Rp90, Resist: Rp92, XDIF (Buy on Weakness). Support: Rp434, Resist: Rp440, XIID (Buy on Weakness). Support: Rp469, Resist: Rp478.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street menutup perdagangan pekan lalu dengan melaju ke rekor tertinggi meskipun data penggajian non pertanian AS periode April hanya naik 266.000, lebih rendah ekspektasi 1 juta kenaikan. Sementara itu, perkiraan Maret sebanyak 916.000 direvisi turun menjadi 770.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 6,1%, lebih tinggi dari ekspektasi 5,8%. Pasar menilai bahwa pelemahan data lapangan kerja itu merupakan sinyal perlambatan dalam pemulihan ekonomi AS. Investor berspekulasi kondisi tersebut dapat mempertahankan kebijakan dovish the Fed

Ekonom Goldman Sachs memperkirakan total 1,3 juta tambahan pekerjaan pada bulan April. Beberapa ekonom memperkirakan pertumbuhan dua digit pada kuartal saat ini setelah PDB kuartal I naik 6,4% (yoy). Saham teknologi memipin kenaika. Saham Microsoft dan Tesla naik lebih dari 1 persen. Netflix, Alphabat, Apple juga meningkat. Saham Roku melambung lebih dari 11% setelah perusahaan streaming melampaui ekspektasi kinerja kuartal I. Secara mingguan Dow melesat 2,7%, S&P 500 dan Nasdaq Composite melompat 1,2%, namun Nasdaq Composite merosot 1,5%.

  • S&P 500 meningkat 0,74% (30,98 poin) ke posisi 4.232,60.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,66% (229,23 poin) menjadi 34.777,76.

  • Nasdaq Composite melaju 0,88% (119,39 poin) ke level 13.752,24.
Bursa saham utama Eropa juga menutup pekan lalu dengan membukukan rekor tertinggi, seiring rilis data ekonomi Eropa yang positif serta laporan keuangan emiten menopang ekspektasi pemulihan ekonomi. Rilis ekspor Jerman tumbuh 1,2%, kenaikan untuk bulan ke-11 pada Maret lalu, dua kali lipat dari perkiraan. Output industri Jerman dan Prancis meningkat 2,5% dan 0,8% mom di periode yang sama. Indeks STOXX 600 melaju naik 0,89 % ke rekor tertinggi 444,93 poin, melonjak 1,7% secara mingguan

Indeks emiten teknologi memimpi kenaikan dengan melesat 2,2%. Secara mingguan, saham sektor sumber daya dasar melejit 7,2%, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. DAX Jerman mendekati level tertinggi sepanjang masa, CAC 40 Prancis di level tertinggi sejak November 2000 dan FTSE 100 Inggris menembus angka 7.100 untuk pertama kalinya sejak Februari 2020.Saham Adidas melambung 8,4% karena memproyeksikan kenaikan penjualan di 2021. Pandora melejit 3,0%, Siemens melaju 2,1%. Meggit  take off  8,3%.

  • DAX 30 Jerman melonjak 1,34% (202,91 poin) ke level 15.399,65.

  • FTSE 100 Inggris melaju 0,76% (53,53 poin) ke posisi 7.129,71.

  • CAC 40 Prancis naik 0,45% (28,42 poin) menjadi 6.385.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup di level terendah dalam lebih dari dua bulan, setelah rilis data pekerjaan AS periode April sebanyak 266.000 yang jauh di bawah ekspektasi kenaikan 978.000. Rilis tersebut meredam harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Analis mengatakan, ini berarti suku bunga AS akan tetap pada level yang sangat rendah dan mempertahankan tekanan pada dolar.

Sementara itu, ekspor China secara tak terduga meningkat pada April dan pertumbuhan impor mencapai tingkat tertinggi satu dekade, mendongkrak yuan. Indeks mata uang MSCI  emerging market  mencapai rekor tertinggi 1741,34. Euro, poundsterling dan yen juga menguat terhadap dolar AS. Indeks Dolar (Indeks DXY) yang mengukur kurs dolar terhadap enam mata uang negara maju melorot 0,79% menjadi 90,233.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.21660.0101+0.84%
Poundsterling (GBP-USD)1.39840.0095+0.68%
Yen (USD-JPY)108.60-0.490-0.45%
Yuan (USD-CNY)6.4332-0.0309-0.48%
Rupiah (USD-IDR)14,285.00-34.00-0.24%

Sumber : Bloomberg.com, 7/5/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan menguat.Secara mingguan harga minyak juga mencatatkan kenaikan ditopang oleh optimisme pemulihan ekonomi global, meskipun krisis covid19 di India membatasi penguatan harga. Permintaan bensin di AS dan sebagian Eropa relatif baik karena pelonggaran lockdown dan permintaan naik selama musim  traveling  di musim panas.

Di China, data menunjukkan pertumbuhan ekspor meningkat secara tak terduga pada bulan April. Sementara survei swasta menunjukkan ekspansi yang kuat dalam aktivitas sektor jasa. Namun impor minyak mentah oleh pembeli terbesar dunia itu turun 0,2% (yoy) pada April menjadi 40,36 juta ton, atau 9,82 juta bph , terendah sejak Desember. Kebangkitan Covid-19 di negara-negara seperti India, Jepang dan Thailand menghambat pemulihan permintaan bahan bakar minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,28% menjadi USD68,28 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 0,29menjadi USD 64,90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan memperkuat reli mingguan menjadi 3,8%, terbaik sejak Nopember tahun lalu. Harga emas ditutup menguat setelah rilis data lapangan kerja AS pada April lalu secara tak terduga melambat hanya naik 266.000, jauh dari ekspektasi, menekan dolar AS dan yield US Treasury.

Namun memudarnya permintaan emas fisik di India, konsumen emas terbesar kedua dunia karena hantaman Covid-19, menghmabat laju emas. Harga logam berharga lainnya; paladiumanjlok 2,2% menjadi USD 2.882,69 per ounce, perak naik 0,5% menjadi USD 27,43, platinum menguat 0,1% menjadi USD 1.253,75.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,2% menjadi USD 1.837,54 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 1,3% menjadi USD 1.838,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author