Bursa Sore: Buliish Komoditas Jadi Penyelamat Market Asia, IHSG Terkikis Lagi

Bursa Sore: Buliish Komoditas Jadi Penyelamat Market Asia, IHSG Terkikis Lagi

Posted by Written on 07 May 2021


Ipotnews IHSG bertahan di zona pelemahan pada ujung perdagangan hari Jumat (7/5). Indeks merosot -0,70 persen (-42 poin) ke level 5.928 setelah sempat menghijau saat awal-awal perdagangan.

Indeks LQ45 -0,93% ke 880.

Indeks IDX30 -0,98% ke 468.

Indeks IDX80 -0,99% ke 126.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,57% ke 570.

Indeks Kompas100 -0,96% ke 1.121.

Indeks Sri Kehati -0,92% ke 338.

Indeks SMInfra18 -1,30% ke 291.

Saham Paling Aktif: BAJABEKSANTMBMRIDOIDDEALAMRT

Saham Top Gainers LQ45: MEDCINCOMDKAJPFAMIKAPWONACES

Saham Top Losers LQ45: UNTRGGRMCPINBBCAPTBAUNVRSMRA

Nilai transaksi Rp8,70 triliun. Volume perdagangan sebanyak 144,20 juta lot saham. Investor asing net buy Rp146,61 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,24 persen ke level Rp14.286 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Gerak market saham Asia mengekor penguatan pasar saham global pada perdagangan hari Jumat (7/5). Penguatan ini terjadi di tengah meroketnya harga komoditas. Di sisi lain para trader bersiap menyambut laporan data lapangan pekerjaan pada hari ini yang dapat menjadi sinyal kapa the Fed akan mengurangi kebijakan stimulus.

"Ini akan berlanjut untuk sementara waktu karena pembukaan kembali (reflasi) perdagangan masih berlangsung," kata Masahiko Loo, analis di Alliance Bernstein saat mengulas penguatan pasar saham saham dan komoditas. Kata dia, harga komoditas mungkin akan segera mencapai puncaknya tetapi kemudian akan berkonsolidasi pada level tertinggi saat ini.

Harga bijih besi di pasar spot menembus harga USD200 per ton untuk pertama kalinya. Begitu pula dengan harga alumunium mendekati level tertinggi pada 2018 dan tembaga mengarah ke posisi tertinggi dalam 10 tahun. Penguatan komoditas ini seiring spekulasi investor pada pemulihan ekonomi global yang cepat dari pandemi yang dimotori oleh USA.

Market saham Jepang ke zona hijau meski hanya naik tipis saat closing. Indeks Nikkei 225 naik 0,09 persen ke 29.357. Indeks Topix menguat 0,29 persen ke 1.933.

Pasar saham Korsel juga hijau di akhir sesi setelah Indeks Kospi naik 0,58 persen ke 3.197. Sementara Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia juga menguat sebesar 0,27 persen ke 7.080 dengan dukungan saham-saham bank dan tambang yang bergerak menguat.
Pergerakan positif juga terjadi di bursa Taiwan. Indeks Taiex naik 1,71 persen ke 17.285. Sedangkan Indeks Hang Seng menyerah drop 0,09 persen ke 28.610. Adapun Indeks Straits Times Singapura menguat 0,91 persen.
Bursa saham China juga merosot di sesi akhir, menanggalkan penguatan sesi sebelumnya. Indeks Shanghai Composite drop 0,65 persen ke 3.418. Indeks Shenzhen Component luruh 1,95 persen ke level 13.933.
Aktivitas perdagangan saham saat sesi hari Jumat ini mengekor gerak penguatan indeks utama Wall Street tadi malam seiring spekulasi data jobless claim diperkirakan lebih baik dari perkiraan.
Menurut tim riset ANZ, para investor akan mencermati data nonfarm payrolls USA periode bulan April yang akan dirilis Jumat waktu setempat. Para ekonom memperkirakan akan terdapat tambahan 1 juta lapangan pekerjaan dan persentase pengangguran turun dari 6 persen menjadi 5,8 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak naik 0,5 persen.
Indeks dolar AS melorot 0,14 persen ke level 90,827 jatuh dari sesi sebelumnya di posisi 91,200.
Kurs yen ke posisi ke 109,14 terhadap USD, bergerak relatif stabil.
Nilai tukar dolar Australia drop sebesar 0,12 persen ke posisi $0,7770.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa bergerak menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (7/5) pagi waktu setempat. Market saham global terlihat berada di jalur penguatan pekan ini di tengah kenaikan harga komoditas.
Sementara itu investor juga menanti rilis data lapangan kerja di USA.
Indeks DAX (Jerman) +0,99% pada posisi 15.347.
Indeks FTSE (INggris) +0,47% ke level 7.109.
Indeks CAC (Perancis) +0,46% di posisi 6.386.

Minyak
Harga minyak pulih menguat saat sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (7/5) di pasar komoditas Asia ditopang oleh data ekonomi dari China dan USA meskipun lonjakan pandemi corona di India membatasi kenaikan harga.
Minyak WTI melaju 29 sen per barel ke harga USD65 per barel. Minyak Brent naik 31 sen ke harga USD68,40 per barel. (pkl 06.16 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author