Bursa Pagi: Dibuka Naik Asia Bergerak Mixed, Peluang Laju IHSG Berlanjut

Bursa Pagi: Dibuka Naik Asia Bergerak Mixed, Peluang Laju IHSG Berlanjut

Posted by Written on 05 April 2021


Ipotnews - Mengawali pekan pertama April, Senin (5/4), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, didukung rilis sejumlah data yang positif.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang sedikit berubah. Bursa saham Australia, Hongkong dan China hari ini tutup karena libur.

Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka meningkat 0,78%, dan Topix menguat 0,35%. Laju indeks Nikkei 225 berlanjut 0,90% (269,41 poin) ke level 30.1223,41 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Indeks Kospi, Korea Selata melemah 0,22% (-6,75 poin) ke posisi 3.106,05, setelah dibuka dibuka sedikit menguat di kisaran level 3112.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan membukukan kenaikan 0,43% menjadi 6.011. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange menguat 0,37% menjadi USD21,93.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan dengan berusaha menggeser rentang kondolidasi. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area jenuh jual, ditopang oleh sentimen terkait kondisi perekonomian Indonesia.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring diumumkannya anggaran infrastruktur jumbo senilai US$2 triliun, dan solidnya data manufaktur diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu naiknya harga nikel dan batu bara berpeluang menjadi katalis positif tambahan di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 5,960 dan resistance di level 6,060. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham: BBKP (Buy). Support: Rp486, Resist: Rp565, CTRA (Buy). Support: Rp1,100, Resist: Rp1,180, 

    INDF (Buy). Support: Rp6,625 , Resist: Rp6,825, PTBA (Buy). Support: Rp2,600, Resist: Rp2,700.

  • ETF: XBLQ (Buy). Support: Rp440, Resist: Rp448, XDIF (Buy). Support: Rp435, Resist: Rp445, 

    XPDV (Buy). Support: Rp426, Resist: Rp436.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, (Kamis, 1/4), ditutup dengan mencatatkan indeks S&P 500 di atas level 4.000 untuk pertama kalinya. Wall Street meningkat signifikan setelah peluncuran rencana infrastruktur Presiden AS Joe Biden. Rencana pengeluaran senilai USD2 triliun selama delapan tahun itu dan akan didanai dengan kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 28%. Saham sektor teknologi memimpin kenaikan di tengah kemunduran imbal hasil US Treasury 10-tahun obligasi dari posisi tertinggi 1,77% pekan lalu menjadi sekitar 1,68%. Sepanjang Maret, Dow Jones dan S&P 500 melejit 6,6% dan 4,3%, Nasdaq naik 0,4%.

Saham Alphabet dan Netflix melesat lebih dari 3%, Amazon dan Microsoft melejit lebih dari 2%. Saham Microsoft meningkat didorong berita rencana pengiriman lebih dari 120.000 perangkat HoloLens kepada Angkatan Darat AS, bernilai USD21,9 miliar. Micron Technology dan Western Digital melambung 4,7% dan 6,9%, karena dikabarkan menjajaki kesepakatan untuk membeli perusahaan semikonduktor Jepang, Kioxia. Rilis indeks aktivitas manufaktur AS dari Institute for Supply Management.melonjak menjadi 64,7 Maret lalu dari 60,8 di Februari, tertinggi sejak Desember 1983. Rilis klaim tunjangan pengangguran sepekan hingga 27 Maret lalu mencapai 719.000, lebih tinggi dari ekspektasi 675.000.

  • S&P 500 melompat 1,18% (46,98 poin) ke posisi 4.019,87.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,52% (171,66 poin) menjadi 33.153,21.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,76% (233,24 poin) ke level 13.480,11.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan berlabuh di zona hijau, investor mencermati serangkaian rilis data yang dapat memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan ekonomi Eropa. Aktivitas manufaktur zona euro periode Maret tumbuh cepat; indeks PMI manufaktur IHS Markit mencapai 62,5 dari 57,9 pada Februari. Indeks PMI manufaktur Jerman mencapai 66,6 berkat kenaikan permintaan dari AS dan China, meskipun data penjualan ritel Jerman pada Februari jauh dari ekspektasi. Investor juga mengamati data klaim pengangguran AS dan merespon positif rencana belanja infrastruktur Joe Biden.

Indeks STOXX 600 naik 0,61% (2,62 poin) menjadi 432,22, dipimpin lonjakan harga saham sektor teknologi sebesar 2%, dan hampir semua sektor ditutup di teritori positif. Saham grup internet Prosus, Belanda melesat lebih dari 5% setelah meningkatkan kepemilikannya di perusahaan pengiriman makanan Jerman, Delivery Hero.

Saham pesaingan dari Inggris, Deliveroo, merosot lagi 2% pada hari kedua perdagangan, setelah rontok 30% pada debutnya di bursa, Rabu pekan lalu. Perusahaan IT Prancis, Atos tergerus lebih dari 12% setelah audit menemukan kesalahan akuntansi pada dua unit usahanya di AS.

  • DAX 30 Jerman meningkat 0,66% (98,83 poin) ke level 15.107,17.

  • FTSE 100 Inggris menguat 0,35% (23.67 poin) menjadi 6.737,30.

  • CAC 40 Prancis naik 0,59% (35,73 poin) ke posisi 6.102,96.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu, (Jumat,2/4), ditutup sedikit menguat, seiring kenaikan tipis imbal hasil US Treasury sebesar 3,5 basis poin menjadi 1,714%.

Rilis data lapangan kerja AS periode Maret menunjukkan penambahan sebanyak 916.000, lebih tinggi dari perkiraan 647.000, dari 379.000 di Februari. Persentase pengangguran mencapai 6% lebih rendah dari sebelumnya sebesar 6,2%. Analis mengatakan perbaikan data lapangan kerja AS itu tidak akan mengubah arah kebijakan moneter The Fed.

Kenaikan yield US Treasury dipicu oleh prospek ekonomi oleh ekspansi anggaran infrastruktur Presiden AS Joe Biden senilai lebih dari USD2 triliun dan percepatan program vaksinasi. Dolar menguat untuk minggu ketiga berturut-turut, dan diperkirakan akan berlanjut karena lebih banyak investor berspekulasi pada pemulihan ekonomi AS. Indeks dolar(Indeks DXY), kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,10% menjadi 93,022.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1759-0.0018-0.15%4/2/2021
Poundsterling (GBP-USD)1.3832-0.0001-0.01%4/2/2021
Yen (USD-JPY)110.690.07+0.06%4/2/2021
Yuan (USD-CNY)6.56710.0019+0.03%4/2/2021
Rupiah (USD-IDR)14,525.000.000.00%4/1/2021

Sumber : Bloomberg.com, 2/4/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu, Kamis (1/4), ditutup melonjak lebih dari 3%.

Harga minyak mendapat dukungan dari rencana pengeluaran Presiden AS Joe Biden sebesar USD2,3 triliun untuk berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, selain mengatasi perubahan iklim. Rilis data penambahan lapangan kerja AS dan perbaikan indeks PMI di Maret, meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi AS. Laju harga minyak tertahan oleh kesepakatan OPEC + untuk secara bertahap mengurangi pemotongan produksi; sebesar 350.000 barel per hari (bph) mulai Mei mendatang, 350.000 bph lagi di Juni, dan 400.000 bph atau lebih di Juli.

Berdasarkan kesepakatan itu, pemotongan yang diterapkan OPEC + akan sedikit di atas 6,5 juta bph mulai Mei. OPEC + telah memangkas produksi hampir 7 juta bph, dan Arab Saudi melakukan pemotongan produksi tambahan secara sukarela sebesar 1 juta bph. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak berharap persediaan minyak global, parameter utama industri minyak, akan kembali ke level normal dalam dua hingga tiga bulan. Namun, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pemulihan pasar "masih jauh dari selesai."

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,38 (3,8%) menjadi USD65,08 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,37 (4,0%), menjadi USD61,63 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu, Kamis (1/4), dengan kenaikan lebih dari 1%, di tengah penurunan dolar dan imbal hasil US Treasury. Data klaim pengangguran mingguan AS yang suram mengaburkan prospek pemulihan ekonomi, menambah daya tarik emas sebagai  safe-haven.  Sebagian besar pasar akan ditutup untuk Jumat Agung pada 2 April.

Pengumuman Presiden Joe Biden tentang rencana kerja USD2 triliun lebih yang lama ditunggu-tunggu pada Rabu, yang menimbulkan kekhawatiran atas inflasi, juga mendukung harga emasDi sisi permintaan fisik, impor emas India pada Maret melonjak ke rekor 160 ton. Harga logam mulai lainnya; perak melaju 0,9% menjadi USD24,61 per ounce, platinum meningkat 1,0% menjadi USD1.199,34 per ounce, dan paladium naik 1,1% menjadi USD2.647,69 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,2% menjadi USD1.727,86 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 0,7% menjadi USD1.728,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author