Bursa Pagi: AS-Asia Bergerak Naik, IHSG Berpeluang Kembali ke Atas 6.000

Bursa Pagi: AS-Asia Bergerak Naik, IHSG Berpeluang Kembali ke Atas 6.000

Posted by Written on 01 April 2021


Ipotnews - Memasuki kuartal II-2021, Kamis (1/4), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks saham acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, meski melemah pada penutupan bursa saham utama Eropa.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang menguat 0,14%, jelang rilis sejumlah data ekonomi beberapa negara Asia. Investor akan mencermati rilis hasil survei aktivitas pabrikan (indeks PMI) China periode Maret dari Caixin/Markit.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,19% jelang rilis data penjualan ritel dan data perdagangan periode Februari. Indeks berlanjut naik 0,26% (17,90 poin) menjadi 6.808,60 pada pukul 8:20 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 0,69%, dan berlanjut melaju 0,63% ke posisi 3.080,62.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,19% (346,26 poin) ke level 29.525,06, setelah dibuka melompat 0,95% dan Topix naik 0,66%. Rilis indeks sentimen bisnis kuartalan Bank of Japan mencapai angka 5, jauh lebih baik dari ekspektasi di level 0.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,76% (216,20 poin) ke posisi 28.594,55 pada pukul 8:35 WIB. indeks Shanghai Composite, China menguat 0,11% menjadi 3.445,83.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada sentimen positif kenaikan indeks acuan di bursa saham AS dan Asia, setelah gagal mempertahankan posisinya di level 6.000 pada sesi perdagangan kemarin, terperosok 1,42% ke level 5.985. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,73% menjadi USD21,85.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami  technical   rebound , kembali ke atas level 6.000. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan setelah terkonsolidasi mendekati area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring rebound saham sektor teknologi, diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu naiknya mayoritas harga komoditas kecuali minyak mentah dan posisi indeks yang sudah mengalami jenuh jual berpeluang menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 5,910 dan resistance di level 6,060. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham: DMAS (Buy). Support: Rp230, Resist: Rp242, ISAT (Buy). Support: Rp5,900, Resist: Rp6,650, 

    CPIN (Buy on Weakness). Support: Rp6,925 , Resist: Rp7,100, PWON (Buy on Weakness). Support: Rp530, Resist: Rp550.

  • ETF:R-LQ45X (Buy on Weakness). Support: Rp926, Resist: Rp957, XIIT (Buy on Weakness). Support: Rp488, Resist: Rp504, XMTS (Buy on Weakness). Support: Rp439, Resist: Rp450.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup cenderung menguat, didorong lonjakan harga saham teknologi. Tiga indeks utama Wall Street mencatatkan kenaikan triwulanan keempat berturut-turut. Investor menantikan rincian rencana infrastruktur besar-besaran Presiden Joe Biden Biden senilai lebih dari USD2 triliun, yang disebut-sebut akan didanai dengan menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28%. Gedung Putih mengatakan kenaikan pajak akan dikombinasikan dengan langkah-langkah penghentian  offshoring  laba, untuk mendanai infrastruktur dalam 15 tahun. Investor khawatir dampak negatif dari pajak perusahaan yang lebih tinggi dan kenaikan inflasi di tengah stimulus fiskal yang masif. Imbal hasil US Treasury 10-tahun diperdagangkan relatif datar di kisaran 1,73%.

Apple, Microsoft, dan Facebook semuanya melesat setidaknya 1,6%. Tesla meroket lebih dari 5%. Sektor siklikal klasik termasuk energi, material, keuangan dan industri semua melemah, sementara sektor teknologi S&P 500 meningkat 1,5%. Indeks Dow dan S&P 500 masing-masing melejit 6,6% dan 4,3% sepanjang Maret, melesat 7,8% dan 5,8% pada kuartal pertama. Nasdaq berkinerja lebih rendah; untuk periode Maret naik tipis 0,4%, dan sepanjang kuartal pertama, melonjak 2,8%. Rilis data penggajian ADP periode Maret menunjukkan kenaikan dengan laju tercepat sejak September 2020, perusahaan menambah 517.000 pekerja, namun masih di bawah estimasi 525.000.

  • S&P 500 naik 0,36% (14,34 poin) menjadi 3.972,89.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,54% (201,48 poin) ke level 13.246,8

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,26% (-85,41 poin) ke posisi 32.981,55.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah, investor merespon debut saham Deliveroo yang mengecewakan, dan rilis data ekonomi terbaru. Estimasi singkat Eurostat memperkirakan inflasi zona euro melonjak menjadi 1,3% pada Maret dari 0,9% di Februari. Data pengangguran Jerman turun 8.000 pada periode Maret, menjadi 2,745 juta. Saham perusahaan jasa pengiriman makanan Deliveroo, Inggris, longsor 30% pada hari pertama perdagangan, investor mengkekhawatirkan model ekonomi dan valuasinya yang tinggi. Sahamnya ditutup anjlok sekitar 26%. Saham pesaingnya Just Eat Takeaway dan Delivery Hero naik sekitar 1%.

Indekks STOXX 600 turun 0,24% menjadi 429,60, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perbankan sebesar 1,2%, dan sebagian besar sektor dan bursa utama memasuki wilayah negatif. Saham Siemens Gamesa melesat 5,5% setelah menerima pesanan untuk memasok 1.400 MW ke turbin angin di Inggris.

  • DAX 30 Jerman turun tipis 0,27 poin di posisi 15.008,34.

  • FTSE 100 Inggris melorot 0,86% (-58,49 poin) ke level 6.713,63.

  • CAC 40 Prancis berkurang 0,34% (-20,81 poin) menjadi 6.067,23.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, ketika investor berspekulasi bahwa stimulus fiskal dan vaksinasi yang agresif akan membantu AS memimpin pemulihan pandemi global. Dolar sempat mempertahankan kenaikan merespon rilis data ADP National Employment Report,yang menunjukkan penambahan 517.000 pekerjaan di sektor swasta AS pada Maret, dari 176.000 angka revisi Februari.

Pasar menunggu laporan penggajian non-pertanian AS, yang akan dirilis Jumat, ekonom Wall Street memperkirakan kenaikan sebesar 647.000. Imbal hasil US Treasury 10 tahun yang sedikit menurun dari posisi tertinggi, 1,776% pada Selasa kemarin, meredam laju dolar AS. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, turun 0,1% menjadi 93,189. Namun secara kuartalan indeks DXY melesat 3,56% tertinggi sejak Juni 2018.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1727-0.0003-0.03%7:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.37830.00000.00%7:28 PM
Yen (USD-JPY)110.780.06+0.05%7:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.5528-0.0190-0.29%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,525.0045.00+0.31%3:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 31/3/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, ditutup turun lebih dari 2%. Para trader berhati-hati menjelang keputusan kuota produksi OPEC + untuk periode Mei. Menjelang keputusan Kamis ini, pedagang berspekulasi Saudi akan mencoba untuk menekan produksi lagi dengan mengutip gelombang baru infeksi Covid-19 dan penguncian Eropa. Sepanjang Maret, WTI dan Brent sudah kehilangan hampir 4%. Namun sepanjang kuartal pertama 2021, keduanya melonjak sekitar 22%.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 876.000 barel, pekan lalu, jauh dari ekspektasi kenaikan 107.000 barel. Persediaan bensin AS juga turun 1,735 juta barel pekan lalu, bertolak belakang dengan ekspektasi peningkatan 730.000 barel. Ekspor minyak mentah A naik di atas angka 3 juta bph setelah stagnan di sekitar 2,5 juta barel selama berminggu-minggu.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,39 (-2,3%), menjadi USD59,16 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,40 (-2,2%) menjadi USD63,53 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, dibantu pelemahan dolar. Namun tingginya  yield  US Treasury masih menekan harga emas di jalur penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari empat tahun. Harga emas sepanjang kuartal I-2021, rontok lebih dari 9%, kinerja kuartalan terburuk sejak akhir Desember 2016. Harga logam mulia lainnya; platinum meroket 2,8% menjadi USD1.186,49 per ounce, paladium melejit 1,3% menjadi USD2.622,49 per ounce, dan perak naik 1,5% menjadi USD24,38 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,6% menjadi USD1.711,27 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 1,8% menjadi USD1.715,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author