Bursa Siang: Kecemasan Pada Inflasi Tekan Market Regional, IHSG Juga Tergelincir

Bursa Siang: Kecemasan Pada Inflasi Tekan Market Regional, IHSG Juga Tergelincir

Posted by Written on 22 March 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dalam tekanan pada akhir perdagangan sesi I hari Senin (22/3). IHSG berkurang -0,67 persen (-43 poin) ke posisi 6.313.

Indeks LQ45 -0,85% ke 949.

Indeks IDX30 -0,96% ke 505.

Indeks IDX80 -0,72% ke 136.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,29% ke 624.

Indeks Kompas100 -0,74% ke 1,218.

Indeks Sri Kehati -1,14% ke 368.

Indeks SMInfra18 -1,30% ke 307.

Saham Teraktif: ADRODOIDANTMBBCAASIIBBRIBUMI

Saham Top Gainers LQ45: JPFAMIKAPWONTKIMBTPSANTMPTBA

Saham Top Losers LQ45: INKPTPIATLKM

MDKABBRIBBTNKLBF

Nilai transaksi Rp6,32 triliun. Volume perdagangan sebanyak 107,59 juta lot saham. Investor asing net sell Rp189,02 miliar.

Nilai tukar rupiah melorot 0,10 persen ke level Rp14.422 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia bergejolak pada perdagangan sesi siang hari Senin (22/3). Para investor mencemaskan lonjakan imbal hasil US Treasury serta inflasi seiring peningkatan aktivitas ekonomi. Lira Turki jatuh setelah pemecatan Gubernur Bank Sentral negara tersebut.

Mata uang Lira jatuh 15 persen saat sesi awal perdagangan di pasar valas Asia setelah Presiden Recep Tayyip Erdogen mencopot Gubernur Bank Sentral Turki menyusul kenaikan suku bunga yang lebih tajam dari perkiraan.

Dolar AS menguat terhadap 10 mata uang. Yield Obligasi USA tenor 10 tahun ke level 1,68 persen setelah pekan lalu ke posisi tertinggi 1,7 persen

"Pasar skeptis the Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini selama 3 tiga tahun ke depan," kata Diana Mousina, Analis AMP Capital Investor Ltd seperti dikutip Reuters. "Yield obligasi masih bisa naik lebih tinggi dalam jangka pendek menuju di atas 2 persen karena inflasi. Pasar cenderung khawatir bahwa ini bersifat permanen bukan sementara."

Pasar saham Jepang ke area pelemahan. Indeks Nikkei 225 melorot 1,62 persen. Sementara Indeks Topix down 0,71 persen. Namun Indeks Kospi di pasar saham Korsel melaju 0,26 persen.

Tekanan juga terjadi di bursa Hong Kong. Indeks Hang Seng drop 0,18 persen. Bursa China menguat.
Indeks Shanghai Composite bertambah 0,9 persen serta Indeks Shenzhen Component menanjak 0,71 persen.
Indeks S&P/ASX200 mendaki naik. Indeks tersebut melaju 0,74 persen di pasar saham Australia. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk pasar Jepang) melaju 0,3 persen.
Indeks dolar AS terkerek naik ke level 92,004 dari sesi sebelumnya di posisi 91,5.
Kurs yen menguat ke posisi ke 108,74 terhadap USD dari sesi sebelumnya pada level 109,2.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke posisi $0,7729 dari sebelumnya di $0,78.

Minyak
Harga minyak terkerek turun saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (22/3) di pasar komoditas Asia seiring kekhawatiran tentang penurunan permintaan produk BBM setelah semakin banyak negara di Eropa menerapkan lockdown.
Minyak WTI drop 68 sen per barel ke harga US60,74 per barel. Minyak Brent turun 60 sen per barel ke harga USD63,93 per barel. (pkl 01.36 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

  • bigbazzarpakistan Avatar

    Black Cobra Tablet Price in Pakistan

  • gladnessylsc Avatar
  • dmplace43 Avatar

    Employee Provident Fund is a service that has been brought by the Indian Government for every private and public sector employee, it is a never-ending scheme for the purpose of retiremthat ent has been bought with the equal share of employee and employer. EPF online payment There are certain rules and regulations on which the Employee Provident Fund account for an employee is created and gets multiple with an interest rate fixed by the government, and the employer who is registered with the Employee Provident Fund office can only contribute to this scheme and get their employees to get their EPF account created.

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author