Bursa Pagi: Yield US Treasury Tekan Asia, Jegal Peluang Bullish IHSG

Bursa Pagi: Yield US Treasury Tekan Asia, Jegal Peluang Bullish IHSG

Posted by Written on 19 March 2021


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (19/3), bursa saham Asia dibuka melorot, melanjutkan kejatuhan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street yang tertekan oleh kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun hingga mencapai 1,74%. Investor mewaspadai kekhawatiran tentang ekspektasi inflasi di AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,58%. Hampir semua sektor berguguran. Saham sektor energi dan material merosot 2,32% dan 1,07%. Saham perbankan melemah sekitar 0,1%. Indeks berlanjut melemah 0,15% (-10,10 poin) di posisi 6.735,80 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,84%, dan Kosdaq turun 0,62%, diwarnai aksi jual saham teknologi. Samsung Electronics turun 0,84%. SK Hynix dan LG Electronics anjlok 2,11% dan 1,29%. Kospi berlanjut menukik 0,98% ke level 3.035,89.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,69% (-208,0 poin) ke posisi 30.008,31, setelah dibuka turun 0,6% dan Topix menyusut 0,32%.

Lanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,84% (-247,24 poin) ke posisi 29.158,48 paa pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China anjlok 1,13% ke level 3.423,87.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acun di bursa saham Asia, setelah berhasil bermanuver sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 1,12% ke level 6.347. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,17% menjadi USD22,84.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berusaha melanjutkan tren bullish jangka pendek yang mengarah ke area jenuh beli. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks di bursa Wall Street yang dipicu oleh tertekannya saham sektor teknologi seiring melonjaknya  yield  obligasi bertenor 10 tahun ke level 1.71% diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu terkoreksi cukup dalamnya beberapa komoditas seperti minyak mentah dan CPO berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif.

IHSG diprediksiakan bergerak melemah dengan  support  di level 6,310 dan  resistance  di level 6,390.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ADRO (Buy). Support: 1,245, Resist: Rp1,295, BJTM (Buy on Weakness). Support: Rp840, Resist: Rp870, JSMR (Buy). Support: Rp4,370, Resist: Rp4,530, SIMP (Buy on Weakness). Support: Rp500, Resist: Rp520.

  • ETF: XLBQ (Buy). Support: Rp463, Resist: Rp471, XILV (Buy). Support: Rp109, Resist: Rp113, 

    XIPI (Buy). Support: Rp179, Resist: Rp185 .


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, dipimpin kejatuhan harga saham teknologi, karena lonjakan  yield  obligasi yang memicu kekhawatiran tentang valuasi ekuitas dan mendorong investor untuk menjual  growth stocks. Imbal hasil US Treasury 10-tahun melonjak 11 basis poin mencapai di atas 1,75%, level tertinggi sejak Januari 2020. Imbal hasil surat utang bertenor 30-tahun juga naik 6 basis poin menembus level 2,5% untuk pertama kalinya sejak Agustus 2019. Lonjakan  yield   obligasi terjadi setelah Federal Reserve menyatakan kesediaannya untuk membiarkan peningkatan inflasi. Kenaikan imbal hasil bisa berdampak besar pada saham-saham pertumbuhan, karena membuat keuntungan di masa depan kurang bernilai pada hari ini.

Data klaim pengangguran awal mingguan yang berakhir hingga 13 Maret, berjumlah 770.000, lebih buruk dari ekspektasi 700.000. Indeks manufaktur Federal Reserve Philadelphia mencapai 51,8, jauh melebihi konsensus di 22,0, tertinggi sejak 1973. Saham Apple, Amazon, dan Netflix semuanya anjlok lebih dari 3%, Saham Tesla terjungkal hampir 7%. Saham perbankan mencatat kinerja lebih baik karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan margin keuntungan. U.S. Bancorp dan Wells Fargo melejit 3,3% dan 2,4%. JPMorgan dan Bank of America melonjak 1,7% dan 2,6%. Sektor energi berguguran, terperosok 4,7% di tengah kejatuhan harga minyak.

  • Nasdaq Composite Index terperosok 3,02% (-409,03 poin) level 13.116,17.

  • S&P 500 merosot 1,48% (-58,66 poin) ke posisi 3.915,46.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,46% (-153,07 poin) menjadi 32.862,30.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat, setelah investor mencermati imbal hasil obligasi dan program vaksinasi di seluruh wilayah tersebut. European Medicines Agency (EMA) menyimpulkan vaksin virus korona Astra Zeneca dan Universitas Oxford, aman dan efektif setelah dikhawatirkan dapat menyebabkan pembekuan darah. Bank of England mempertahankan suku bunga dan program pembelian obligasi tidak berubah, mengikuti petunjuk Federal Reserve dengan nada hati-hati tentang prospek kenaikan suku bunga di masa depan.

Indeks STOXX 600 menguat 0,4% menjadi 426,59 dipimpin lonjakan harga saham sumber daya dasar sebesar 2%. Saham perusahaan farmasi Jerman, Sartorius, melesat 8,2% setelah menaikkan pedoman 2021, dengan  spin-off  Sartorius Stedim Biotech melejit 6,2%. Saham apotek online Swiss, Zur Rose Group, rontok 12,6% setelah mengumumkan laporan laba setahun penuhnya.

  • DAX 30 Jerman melonjak 1,23% (178,91 poin) ke level 14.775,52.

  • FTSE 100 Inggris menguat 0,25% (17,01 poin) menjadi 6.779,68.

  • CAC 40 Prancis bertambah 0,13% (7,97 poin) di posisi 6.062,79.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, karena  yield  US Treasury yang lebih tinggi. Imbal hasil US Treasury 10 tahun itu mencapai level tertinggi 13 bulan di 1,754%. Ekonomi Amerika Serikat bergerak menuju pertumbuhan terkuatnya dalam hampir 40 tahun, bahkan ketika petinggi The Fed berjanji untuk tetap mempertahankan kebijakan ultra-longgarnya meski diperkirakan akan ada lonjakan inflasi. Inflasi diperkirakan melonjak menjadi 2,4% pada tahun ini, di atas target bank sentral 2%. Tapi Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan, jika dipandang sebagai lonjakan sementara maka tidak akan mengubah sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol.

Data jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat secara tak terduga pada pekan lalu. Bank of Japan (BOJ) diperkirakan sedikit memperlebar kisaran implisit yang memungkinkan suku bunga jangka panjang untuk bergerak di sekitar target 0%. Bank of England memperingatkan prospek pemulihan Inggris tetap tidak jelas, meredam beberapa spekulasi bank sentral akan mengisyaratkan prospek yang lebih percaya diri. Bank sentral Norwegia mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah di rekor terendah 0,0%, dan memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga mungkin mengikuti pada semester kedua tahun ini. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, naik 0,53% menjadi 91,853.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.19170.0002+0.02%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3923-0.0002-0.01%7:30 PM
Yen (USD-JPY)108.930.04+0.04%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.50660.0025+0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,410.00-17.50-0.12%3:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/3/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun, ditutup dengan penurunan harian terbesar sejak musim panas lalu di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang lonjakan kasus Covid-19 di Eropa dan penguatan dolar AS. Beberapa negara besar Eropa harus memberlakukan kembali penguncian, sementara program vaksinasi melambat di tengah kekhawatiran tentang efek samping dari vaksin AstraZeneca yang didistribusikan secara luas di benua itu. Harga minyak pemanas dan bensin di AS juga merosot lebih dari 5%.

Setelah penutupan pasar, kedua patokan minyak mentah itu terus melemah, masing-masing merosot lebih dari USD6 per barel, atau 9%. Kedua kontrak itu merosot lebih dari 11% sejak mencapai level tertinggi baru-baru ini pada 8 Maret. Penurunan lima hari berturut-turut adalah yang terpanjang bagi WTI sejak Februari 2020 dan untuk Brent sejak September 2020. Persediaan minyak mentah Amerika naik untuk empat minggu berturut-turut setelah cuaca dingin yang parah di Texas dan bagian tengah negara itu pada Februari memaksa penutupan pengilangan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD4,72 (-6,9%) menjadi USD63,28 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI melorot USD4,60 (-7,1%) menjadi USD60 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan di pasar berjangka, namun menurun di pasar spot, di tengah lonjakan  yield  US Treasury dan penguatan dolar. Pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell, untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol dalam upaya untuk menjaga pemulihan ekonomi, bahkan jika inflasi menembus target 2% tahun ini, mendukung harga emas. Tetapi fakta bahwa imbal hasil 10-tahun terus meningkat menggerus harga emas.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun melonjak ke atas 1,74% untuk pertama kalinya sejak Januari 2020, sementara Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat 0,5%.

Harga logam berharga lainnya; paladium melejit 3,6% menjadi USD2.662,17 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi USD1.218,23 per ounce, sementara perak turun 0,4% menjadi USD26,22 per ounce. Harga paladium sempat melesat hingga 7% karena prospek permintaan yang kuat di tengah kekhawatiran gangguan pasokan.

  • Harga emas di pasar spot melorot 0,7% menjadi USD1.732,99 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,3% menjadi USD1.732,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author