Bursa Pagi: Lonjakan Yield US Treasury Hantam Bursa Saham Global-Regional, Jegal Laju IHSG

Bursa Pagi: Lonjakan Yield US Treasury Hantam Bursa Saham Global-Regional, Jegal Laju IHSG

Posted by Written on 26 February 2021


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (26/2), bursa saham Asia dibuka berguguran, terseret kejatuhan indeks saham acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang tertekan oleh kenaikan imbal hasil US Treasury ke rekor tertinggi baru.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang anjlok 1,14%. Investor mewaspadai pergerakan harga saham teknologi. Saham Softbank Group tergerus 2,8% dan saham Samsung Electronic terpangkas 3,4%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 2,27%. Penurunan indeks berlanjut 1,91% (-130,30 poin) menjadi 6.703,70 pada pukul 8:30 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menukik 2,74%, dan berlanjut terperosok 2,32% ke posisi 3.027,79.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terpangkas 2,33% (-702,76 poin) ke level 29.465,51, setelah dibuka anjlok 2,51% dan Topix terperosok 1,92%.

Indeks Hang Seng,Hongkong juga dibuka anjlok 2,20% (-662,04 poin) ke level 29.412,13 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, merosot 1,97% ke posisi 3.514,56.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren penurunan tajam indeks saham acuan global dan regional, setelah berhasil membukukan kenaikan pada akhir sesi perdagangan kemarin sebesar 0,62% menjadi 6.289. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 4,32% ke level USD22,82.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berusaha melakukan konfirmasi penguatan lanjutan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya kondisi  bullish momentum  dengan sinyal positif.

Tim Riset Ino Premier berpendapat, koreksi cukup dalam indeks Wall Street yang dipicu oleh lonjakan  yield  obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu kenaikan signifikan harga CPO dan makin banyaknya rilis laporan keuangan yang rata-rata sesuai dengan ekspektasi, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6,250 dan  resistance  di level 6,330. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: AKRA (Buy). Support: Rp3,380, Resist: Rp3,480, BSDE (Buy on Weakness). Support: Rp1,190, Resist: Rp1,230, KRAS (Buy). Support: Rp710, Resist: Rp740, WIKA (Buy on Weakness). Support: Rp1,795 Resist: Rp1,845.

  • ETF: XIJI (Buy). Support: Rp639, Resist: Rp647, XISI (Buy). Support: Rp328, Resist: Rp336, 

    XPES (Buy). Support: Rp400, Resist: Rp404.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam, karena "lompatan kilat"  yield  obligasi AS hingga 1,6% yang memicu aksi jual aset berisiko, terutama saham teknologi.

Lonjakan tersebut juga menempatkan imbal hasil acuan US Treasury berada di atas dividen S&P 500, yang berarti ekuitas--yang dianggap sebagai aset berisiko--telah kehilangan premi atas obligasi. Investor mengabaikan rilis data klaim pengangguran hingga 20 Februari lalu yang untuk pertama kalinya berjumlah 730.000, di bawah ekspektasi 845.000. Data pesanan barang tahan lama pada Januari naik 3,4%, jauh di atas konsensus pertumbuhan sebesar 1,0%.

Nasdaq tercatat anjlok 5,4% sepanjang pekan ini. Saham  consumer discretionary  dan teknologi informasi terperosok 5,4% dan 4,5%, dua pecundang terbesar di antara 11 sektor S&P 500. Saham Alphabet, Facebook, dan Apple semuanya tergerus lebih dari 3%, sementara Tesla rontok 8,1%, dan Microsoft merosot 2%. Suku bunga pinjaman dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi cenderung menghantam sektor teknologi karena kelompok ini mengandalkan pinjaman murah bagi pertumbuhan. Saham GameStop kembali melambung 18,6%.

Moderna Inc melesat 2,5% setelah memperkirakan penjualan vaksin Covid-19 tahun ini sebesar USD18,4 miliar.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,75% (-559,85 poin) menjadi 31.402,01.

  • S&P 500 terjungkal 2,45% (-96,09 poin) ke posisi 3.829,34.

  • Nasdaq Composite terpenggal 3,52% (-478,53 poin) ke level 13.119,43.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di teritori negatif, karena investor semakin waspada terhadap kenaikan imbal hasil surat utang AS. Imbal hasil US Treasury terus meningkat, meski Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, terus mengesampingkan ancaman inflasi, dan memperkirakan perlu waktu tiga tahun untuk mencapai target bank sentral secara konsisten. Dalam kesaksian di depan Komite Jasa Keuangan DPR, Powell mengatakan inflasi bisa berubah-ubah karena ekonomi dibuka kembali dan ada peningkatan permintaan. Namun, dia meyakini inflasi tidak akan meningkat tajam dan mengatakan The Fed memiliki alat untuk memeranginya jika diperlukan.

Indeks STOXX 600 turun 0,36% menjadi 411,73, dipimpin kejatuhan harga saha sektor kimia dasar sebesar 1,8%. Rilis laporan keuangan Anheuser-Busch InBev, memukul saham pabrikan bir terbesar di dunia hingga rontok 6%. Standard Chartered juga terpangkas 6% merilis laba tahunan 2020, yang tidak sesuai ekspektasi. Saham perusahaan genetika ternak Inggris, Genus, anjlok 5%. Saham Tenaris, Italia melambung lebih dari 13%, setelah produsen pipa baja itu merilis laporan laba yang mengesankan.

  • DAX 30 Jerman melorot 0,69% (-96,67 poin) ke level 13.879,33.

  • FTSE 100 Inggris melemah 0,11% (-7,01 poin) menjadi 6.651,96.

  • CAC 40 Prancis turun 0,24% (-14,09 poin) ke posisi 5.783,89.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, terangkat dari level terendah tujuh pekan, setelah  yield  US Treasury 10-tahun menembus 1,55%, naik 16 basis poin. Yield sempat mencapai 1,6%, ketika lelang surat utang bertenor 7 tahun senilai USD62 miliar dipenuhi dengan permintaan yang lemah. Pasar mata uang mengikuti isyarat dari obligasi, yang bergerak berdasarkan perubahan prospek pertumbuhan ekonomi dan ekspektasi inflasi, menyusul gelontoran stimulus pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan pelonggaran kebijakan moneter bersama dengan peningkatan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, rilis data menunjukkan lebih sedikit warga AS yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran, pada pekan lalu, di tengah penurunan infeksi Covid-19. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, , menegaskan bahwa bank sentral Amerika itu tidak akan memperketat kebijakannya sampai ekonomi membaik. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,27% menjadi 89,677.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21760.0001+0.01%6:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.40190.0004+0.03%6:27 PM
Yen (USD-JPY)106.340.13+0.12%6:27 PM
Yuan (USD-CNY)6.4550-0.0019-0.03%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,082.50-2.50-0.02%2:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/2/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif. Harga minyak WTI naik menuju penutupan tertinggi sejak 2019 karena lebih banyak pengilangan Texas mulai kembali beroperasi, termasuk pabrik Port Arthur milik Valero Energy Corp dan Corpus Christi milik Citgo Petroleum Corp. setelah cuaca dingin ekstrim pekan lalu. Badan Informasi Energi menyebutkan cuaca dingin menyebabkan produksi minyak mentah Amerika anjlok lebih dari 10%, atau rekor 1 juta barel per hari (bph) pekan lalu, sementara penyulingan jatuh ke level terendah sejak 2008.

Di sisi lain, Brent tertekan di tengah kekhawatiran kenaikan harga selama empat bulan akan mendorong produsen untuk meningkatkan output. OPEC + akan menggelar pertemuan pada 4 Maret nanti, analis mencatat kenaikan harga minyak - baik Brent dan WTI yang melambung lebih dari 75% selama empat bulan terakhir - bisa mendorong OPEC + melonggarkan pengurangan produksinya dan AS meningkatkan produksinya.

  • Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman April, turun 16 sen (-0,2%), menjadi USD66,88 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 31 sen (0,5%), menjadi USD63,53 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot sebanyaknya 2,2% ke level terendah satu pekan. Lonjakan  yield  US Treasury dan rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi mengurangi permintaan emas sebagai  safe-haven . Presiden The Fed Kansas City, Esther George mengatakan, kenaikan suku bunga riil baru-baru ini merupakan tanda meningkatnya optimisme tentang pemulihan dan tidak memerlukan tanggapan dari Federal Reserve.

Analis mengatakan meningkatnya imbal hasil US Treasury setidaknya merupakan  bearish  jangka pendek untuk pasar logam mulia. Harga logam mulai lainnya, perak menyusut 1,9% menjadi USD27,46 per ounce, platinum jatuh 3,5% menjadi USD1.224,14, paladium tergelincir 1,1% menjadi USD2.408,98 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot anjlok 1,8% menjadi USD1.772,86 per ounce.

  • Harga emas berjangkamerosot 1,3% menjadi USD1.775,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author