Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Dukung Potensi Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, Dukung Potensi Penguatan IHSG

Posted by Written on 22 February 2021


Ipotnews - Mengawali perdagangan saham di pekan keempat Februari, Senin (22/2), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, merespon keputusan China untuk mempertahankan  loan prime rate  (LPR) satu tahun sebesar 3,85%, sesuai ekspektasi pasar. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang menguat 0,11%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di level 6.793. Indeks berlanjut menguat tipis 0,09% (5,80 poin) menjadi 6.799,60 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,25% dan berlanjut melaju 1,05% ke level 3.140,12.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,30% (391,11 poin) ke level 30.409,03, setelah dibuka melompat 1,03% dan Topix meningkat 0,94%. Harga saham Softbank Group melesat lebih dari 2%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, mencapai 0,76% (231,91 poin) ke level 30.876,64 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,02% menjadi 3.697,03.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada kecenderungan pergerakan indeks acuan yang menguat pada pembukaan bursa Asia, setelah mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan 0,51% ke posisi 6.231. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,60% menjadi USD23,61.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan namun masih cukup berat untuk menciptakan tren kenaikan yang berkelanjutan. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, namun terbebani sinyal koreksi pada zona  overvalued.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, mulai banyaknya rilis laporan keuangan emiten, yang sejauh ini relatif sesuai ekspektasi,dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak kelapa sawit, nikel, timah, emas dan batu bara, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu bervariasinya indeks di bursa Wall Street seiring optimisme akan stimulus fiskal di tengah naiknya suku bunga berpeluang menjadi tambahan sentimen positif.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6,170 dan  resistance  di level 6,290. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ANTM (Buy). Support: Rp2,800, Resist: Rp2,960, BBTN (Buy). Support: Rp1,850, Resist: Rp1,910, ISAT (Buy). Support: Rp5,575, Resist: Rp5,825, CPIN (Buy). Support: Rp6,075, Resist: Rp6,325.

  • ETF : XILV (Buy). Support: Rp109, Resist: Rp113, XIML (Buy). Support: Rp252, Resist: Rp258, 

    XPSG (Buy). Support: Rp402, Resist: Rp412.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup sedikit menguat. Kombinasi antara kenaikan suku bunga dan  profit taking  di beberapa saham teknologi papan atas mengurangi optimisme pasar.

Penguatan saham-saham sensitif terhadap perekonomian muncul setelah Menkeu AS Janet Yellen mengatakan stimulus fiskal dalam jumlah besar diperlukan bahkan saat data ekonomi menunjukkan  rebound . Ketua DPR AS Nancy Pelosi menjanjikan akan mencoba meloloskan proposal bantuan virus korona senilai USD1,9 triliun sebelum akhir Februari. Pemimpin Kongres dari kubu Demokrat mungkin mencoba untuk meloloskan paket tanpa dukungan Partai Republik. Imbal hasil US Treasury 10-tahun naik 5 basis poin menjadi 1,34%, tertinggi dalam hampir satu tahun.

Secara mingguan (wow), Indeks S&P 500 dan Nasdaq melorot 0,71% dan 1,57%, Dow Jones melemah 0,11%.Saham sektor sumber daya dasar, energi dan industri naik masing-masing 1,8%, 1,7%, dan 1,6%.

Sedangkan sektor utilitas dan konsumer melemah. Saham unggulan teknologi; Facebook, Amazon, Netflix serta Microsoft berguguran, Apple mengakhiri pekan lalu dengan anjlok 4%. Namun saham Applied Materials, melesat 5,3 %. Rilis data penjualan rumah pada Januari menunjukkan peningkatan 0,6% dari bulan sebelumnya.

Penjualan tahunan mencapai 6,69 juta unit, 23,7% lebih tinggi dibandingkan Januari 2020 dan laju penjualan tertinggi kedua sejak April 2006.

  • Dow Jones Indutrial Average turun kurang dari 1 poin di posisi 31.494,32.

  • S&P 500 melemah 0,19% (-7,26 poin) di level 3.906,71.

  • Nasdaq Composite sedikit bertambah 0,07% (9,11 poin) menjadi 3.906,71.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan lalu dengan menguat, para pemodal merespon positif rilis laba emiten dan data indikator ekonomi, serta komentar Menkeu AS Janet Yellen tentang stimulus fiskal. Para investor mencemaskan kenaikan  yield  US Treasury 10 tahun naik ke atas 1,3% pada akhir pekan ini, dan investor mulai percaya bahwa The Fed akan mengurangi program pembelian aset. Lonjakan  yield berarti  obligasi akan menambah beban pembayaran utang korporasi. Indeks PMI Uni Eropa periode Februari, kombinasi manufaktur dan jasa, naik ke level 48,1 lebih tinggi dari bulan sebelumnya di level 47,8, namun masih di bawah level 50 (terkontraksi).

Indeks PMI Jerman naik menjadi 51,3 dari 50,8 pada Januari. Indeks PMI Perancis melemah menjadi 45,2 dari 47,7 di Januari. Indeks STOXX 600 naik 0,53% dipimpin lonjakan harga saham sektor sumber daya alam sebesar 2,8%. Saham Allianz naik tipis meski melaporkan penurunan laba bersih. Renault anjlok 4,4% karena membukukan rekor tertinggi rugi tahunan, 8 miliar euro. Hermes International melonjak 3,3% kerana mencetak pertumbuhan penjualan 16% pada kuartal IV. Saham Sinch, Swiss melesat 8,5% setelah Nordea Bank menaikkan  target price  dan merekomendasikan rating Buy, pasca pengumuman akuisisi perusahaan komunikasi Inteliquent ,AS.

  • DAX 30 Jerman meningkat 0,77% (106,30 poin) ke posisi 13.993,23.

  • FTSE 100 London menguat 0,10% (6,87 poin) menjadi 6.624,02.

  • CAC 40 Prancis melaju 0,79% (45,22 poin) ke level 5.773,55.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan melemah. Para pelaku pasar lebih menyukai mata uang yang terkait dengan sentimen risikodipicu oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan ekspektasi bahwa paket bantuan virus korona senilai USD1,9 triliun yang diusulkan Presiden AS Joe akan membuahkan hasil.

Dolar AS melemah terhadap euro yang terbebani rilis indeks PMI Uni Eropa yang kurang memuaskan, namun menguat terhadap yen. Poundsterling menguat terhadap dolar di tengah upaya Inggris untuk menggenjot program vaksinasi Covid-19. Indeks Dolar AS (Indeks DXY) turun 0,25% menjadi USD90,364, dan secara mingguan melemah 0,2%.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.21190.0027+0.22%
Poundsterling (GBP-USD)1.40160.0041+0.29%
Yen (USD-JPY)105.45-0.24-0.23%
Yuan (USD-CNY)6.4577-0.0301-0.46%
Rupiah (USD-IDR)14,065.0040.00+0.29%

Sumber : Bloomberg.com, 19/2/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges ditutup tergilincir dari posisi harga tertinggi pada akhir pekan lalu.

Tekanan harga terjadi setelah perusahaan minyak di Texas bersiap-siap memulai kembali produksi minyak yang sempat ditutup akibat cuaca dingin. Menurut analis, cuaca dingin di luar kebiasaan di Texas dan Plains telah memangkas produksi minyak 4 juta bph dan 21 juta kaki kubik gas alam.

Harga minyak melemah meskipun Badan Administrasi Informasi Energi AS merilis data stok minyak mentah AS turun secara mengejutkan 7,3 juta barel pada pekan kedua Februari menjadi 461,8 juta barel, terendah sejak Maret.Washington menyatakan siap untuk berbicara dengan Iran untuk kembali kembali ke perjanjian tahun 2015, demi mencegah Iran untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun para analis tidak memperkirakan sanksi embargo minyak Iran akan dicabut dalam waktu dekat.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent melorot 1,6% menjadi USD62,91 per barel.

  • Harga mionyak mentah berjangka WTI merosot 2,12% menjadi USD59,24 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan bangkit dari pelemahan terdalam dalam sepekan terakhir, di tengah pelemahan dolar. Indesk Dolar turun membukukan kerugian mingguan kedua berturut-turut. Namun kenaikan  yield  US Treasury telah menyebabkan emas turun sekitar 2,4% sepanjang pekan lalu, terburuk sejak awal Januari. Harga logam berharga lainnya; platina naik tipis 0,2% menjadi USD 1.277,18 per ounce, palladium melonjak 1,1% menjadi USD2.376,58, dan perak naik 0,8% menjadi USD 27,25.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.780,86 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD 1.777,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author