Bursa Sore: Kekhawatiran Inflasi Hambat Pasar Regional, IHSG Bangkit

Bursa Sore: Kekhawatiran Inflasi Hambat Pasar Regional, IHSG Bangkit

Posted by Written on 19 February 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit pada akhir perdagangan hari Jumat (19/2) setelah bergerak variatif sepanjang sesi. IHSG meningkat +0,51 persen (+31 poin) pada posisi 6.231.

Indeks LQ45 +1,19% ke 951.

Indeks IDX30 +1,21% ke 505.

Indeks IDX80 +0,94% ke 136.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,27% ke 628.

Indeks Kompas100 +0,77% ke 1,222.

Indeks Sri Kehati +1,30% ke 371.

Indeks SMInfra18 +0,69% ke 306.

Saham Teraktif: ANTMBANKBNBABMRIELSABBNIBUMI

Saham Top Gainers LQ45: KLBFSMRACTRAANTMBBRIMIKATBIG

Saham Top Losers LQ45: PTPPUNVRPTBABBNIGGRMMDKAERAA

Nilai transaksi Rp11,87 triliun. Volume perdagangan sebanyak 148,26 juta lot saham. Investor asing net buy Rp16,00 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,29 persen ke level Rp14.065 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia mundur ke zona pelemahan pada akhir perdagangan hari Jumat (19/2). Pelemahan ini seiring masih terjadi imbal hasil obligasi di USA jangka panjang yang menguat serta data ekonomi USA yang mengecewakan. Alhasil ini mengurangi kepercayaan investor terhadap pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Analis AMP, Shane Oliver mengatakan agak aneh bahwa setahun lalu investor khawatir tentang depresi dan deflasi dan sekarang mereka mencemaskan tentang overheating dan inflasi.

"Kenaikan imbal hasil surat utang belakangan ini yang lebih lama tampaknya membebani pikiran para investor pasar saham," ujar Rodrigo Catril, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip Reuters.

Yield obligasi di USA ke level tertinggi 1,3 persen. Begitu pula di Jerman pada Kamis pekan ini menorehkan angka tertinggi sejak bulan Juni tahun lalu. Imbal hasil obligasi di Inggris tenor 10 tahun sebesar 0,65 persen.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tertekan sebesar 0,72 persen ke 30.017. Pelemahan ini juga diikuti Indeks Topix yang terkoreksi sebesar 0,67 persen ke 1.928. Data inflasi inti Jepang tercatat turun 0,6 persen di periode Januari (YoY).

Pasar saham China berubah arah menguat setelah lesu di sesi sebelumnya. Indeks Shanghai Composite melaju 0,57 persen ke 3.696. Indeks Shenzhen Component menguat 0,35 persen ke 15.823.

Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat tipis saat akhir perdagangan

Indeks Kospi (Korsel) mendaki naik 0,68 persen ke posisi 3.107. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah tipis.

Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia, turun 1,34 persen ke 6.793. Penjualan ritel Australia periode Januari naik 0,6 persen (MoM). Angka tersebut lebih baik karena diperkirakan akan turun 2 persen.
Indeks dolar AS tertekan ke level 90,504 dari posisi sebelumnya pada level 90,9.
Kurs yen menguat ke 105,63 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 106.
Nilai tukar dolar Australia melaju naik ke posisi $0,7791 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,774.

Bursa Eropa
Busa saham Eropa menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (19/2) pagi waktu setempat. Para pemodal pasar Eropa memantau lonjakan yield surat utang, laba emiten dan rilis data indikator ekonomi zona Eropa.
Indeks DAX (Jerman) +0,26% pada posisi 13.923.
Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,12% ke level 6.625.
Indeks CAC 40 (Perancis) +0,47% di posisi 5.755.

Minyak
Harga minyak tergelincir saat sesi sore pada perdagangan hari Jumat (19/2) di pasar komoditas Asia di tengah ketakutan bahwa penghentian kilang akibat cuaca dingin di USA Selatan butuh waktu lama untuk kembali beroperasi serta membentuk gap demand minyak mentah. Sementara pasokan OPEC plus diperkirakan meningkat.
Minyak WTI melemah 82 sen ke harga US59,70 per barel. Minyak Brent drop 87 sen ke harga USD63,06 per barel. (pkl 07.44 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author