Bursa Pagi: Globa-Regional Bervariasi, IHSG Berpeluang Lemahkan Tekanan Koreksi

Bursa Pagi: Globa-Regional Bervariasi, IHSG Berpeluang Lemahkan Tekanan Koreksi

Posted by Written on 18 February 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (18/2), dibuka cenderung menguat, berusaha melawan tren penurunan indeks pada penutupan sesi perdagangan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang sedikit menguat 0,07%. Pasar akan mengamati pergerakan harga di bursa saham China setelah libur panjang Tahun Baru Imlek.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12%, jelang rilis data lapangan kerja dan angka pengangguran periode Januari. Indeks berlanjut menguat 0,16% (11,20 poin) menjadi 6.896,40 pada pukul 8:15 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka relatif mendatar di kisaran level 3.137, namun berlanjut melemah 0,10% ke posisi 3.130,57.

Pada jam yang sama, Indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,28% (85,56 poin) ke level 30.377,75, setelah dibuka naik 0,68%, dan Topix menguat 0,2%.

Melanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang seng, Hongkong dibuka menguat 0,28% (85,78 poin) ke posisi 31.170,72 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite memulai kembali perdagangan dengan melompat 2,06% ke level 3.730,42.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal mempertahankan tren  bullish  pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,03% ke level 6.227. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melorot 0,97% menjadi USD23,60.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berisiko melemah. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan menuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat,dimulainya vaksinasi tahap dua dan naiknya beberapa harga komoditas, serta adanya peluang pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps diprediksi akan menjadi sentimen positif . Sementara itu berita bahwa Tesla akan membangun pabrik mobil listrik di India dan terkoreksinya harga nikel berpeluang menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksikan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6,170 dan  resistance  di level 6,290. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ELSA (Buy). Support: Rp388, Resist: Rp408, MDKA (Buy). Support: Rp2,500, Resist: Rp2,620, 

    TINS (Buy on Weakness). Support: Rp2,160, Resist: Rp2,280, PWON (Buy on Weakness). Support: Rp535, Resist: Rp560.

  • ETF : XBLQ (Sell). Support: Rp454, Resist: Rp468, XIIC (Sell). Support: Rp992, Resist: Rp1,016, 

    XISC (Sell). Support: Rp769, Resist: Rp819.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street tadi malam ditutup, dengan hanya menempatkan indeks Dow Jones di zona hijau dan mencatatkan rekor penutupan didorong lonjakan saham Verizon dan Chevron. Penjualan ritel melonjak 5,3% pada Januari, melampaui perkiraan kenaikan 1,2%. Indeks harga produsen, ukuran harga yang diterima bisnis untuk barang dan jasa, naik 1,3% pada Januari, lompatan terbesar sejak Desember 2009.  Rebound  data penjualan ritel AS yang cukup kuat, mendongkrak saham sektor  consumer discretionary  0,7%. Risalah pertemuan terakhir Federal Reserve mengisyaratkan bahwa kebijakan moneter yang longgar akan berlaku lebih lama karena ekonomi belum mendekati level pra-pandemi.

Kejatuhan harga saham-saham tekonologi sebesar 1%, melemahkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite. Saham Apple anjlok 1,8%, saham PayPal Holdings dan Nvidia berguguran. Sebaliknya saham-saham energi melompat 1,5% memimpin kenaikan di S&P 500 karena penghentian produksi minyak di Texas mendorong harga minyak mentah. Saham Verizon melesat 5,2% setelah laporan terbaru mengungkapkan perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, membeli lebih dari USD8 miliar saham di raksasa telekomunikasi itu pada kuartal IV lalu. Chevron melonjak 3% juga karena mengungkapkan kepemilikan Berkshire yang cukup besar.

  • Dow Jones Industrial Averagen naik 0,29% (90,27 poin) ke menjadi 31.613,02.

  • S&P 500 melemah tipis 0,03% (-1,26 poin) di posisi 3.931,33.

  • Nasdaq Composite melorot 0,58% (-82,00 poin) ke level 13.965,49.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah, di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury dan prospek inflasi. Investor global mencermati kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun karena data penjualan ritel AS yang melampaui ekspektasi, menambah potensi inflasi. Imbal hasil yang lebih tinggi diyakini dapat mendorong investor untuk keluar dari ekuitas dan masuk ke obligasi, dan memberi tekanan pada sejumlah sektor, termasuk teknologi. Rilis data laju inflasi Inggris secara mengejutkan meningkat pada Januari, naik 0,7% secara tahunan didukung oleh kenaikan harga makanan dan diskon barang-barang rumah tangga yang lebih rendah.

Indeks STOXX 600 melorot 0,74% menjadi 416,10, dipimpin kejatuhan harga saham sektor ritel sebesar 3,1%. Saham Kering rontok 7,2% setelah penjualan merek Gucci turun lebih dari ekspektasi pada kuartal IV. Saham British American Tobacco anjlok 3,9% meski melaporkan laba yang melampaui estimasi. Rio Tinto membukukan kinerja tahunan terbaiknya sejak 2011, dan mengeluarkan pembayaran dividen tertinggi sepanjang masa, namun harga sahamnya turun sedikit pada penutupan. Perusahaan  cloud computing  Swedia, Sinch, yang didukung SoftBank, melonjak 12% setelah mengumumkan akuisisi perusahaan komunikasi Amerika, Inteliquent.

DAX 30 Jerman merosot 1,10% (-155,33 poin) ke level 13.909,27.

FTSE 100 Inggris melorot 0,56% (-37,96 poin) ke posisi 6.710,90.

CAC 40 Prancis turun 0,36% (-20,69 poin) menjadi 5.765,84.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat didukung data ekonomi yang optimistis dan tanda-tanda peningkatan inflasi. Data penjualan ritel, output industri, dan indeks harga produsen AS di luar dugaan mencatatkan penguatan, menandakan pemulihan ekonomi mendapatkan momentum saat vaksinasi Covid-19 berlangsung. Federal Reserve merilis risalah rapat kebijakan moneter 26-27 Januari, yang menunjukkan perlunya untuk "tetap waspada" di tengah indikasi  rebound  ekonomi.

The Fed juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kebijakan akomodatif untuk mendukung pasar tenaga kerja yang mengalami tekanan. Imbal hasil US Treasury membalikkan kenaikan baru-baru ini karena berkurangnya tekanan jual. Euro dan poundsterling melemah, namun yen menguat terhadap dolar AS. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,25% menjadi 90,933.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.20430.0005+0.04%6:20 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.38610.0004+0.03%6:20 PM
Yen (USD-JPY)105.86-0.01-0.01%6:20 PM
Yuan (USD-CNY)6.45820.0230+0.36%2/10/2021
Rupiah (USD-IDR)14,020.0090.00+0.65%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/2/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi ditutup naik ke level tertinggi sejak Januari tahun lalu. Suhu dingin di Texas memaksa penghentian produksi di seluruh negara bagian penghasil minyak mentah terbesar Amerika itu, menghentikan produksi minyak sekitar 1 juta bph dan diperkirakan mengganggu produksi selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu.

Harga minyak juga didukung oleh pembatasan pasokan OPEC +, pemotongan tambahan Arab Saudi, dan harapan  rebound  permintaan karena vaksinasi Covid-19. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas virus Covid-19 dan produsen minyak harus tetap "sangat berhati-hati." OPEC + diperkirakan akan mengurangi pembatasan pasokan setelah April karena pemulihan harga.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 99 sen (1,56%) menjadi USD64,34 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,09 (1,82%) menjadi USD61,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan melanjutkan kejatuhan menuju sesi kelima, ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Spekulasi untuk pemulihan ekonomi mendongkrak dolar AS dan imbal hasil US Treasury, menekan harga emas. Optimisme untuk bisa mengendalikan virus korona, optimisme stimulus AS senilai USD1,9 triliun, dan ekspektasi inflasi mendorong imbal hasil US Treasury 10 tahun, ke level tertinggi sejak Februari 2020 dan mengangkat dolar.  Breakeven inflation , ukuran inflasi yang diprediksi, berada pada level tertinggi sejak Agustus 2014 di 2,2%.

Namun analis mengatakan, kendati emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi yang kemungkinan didorong oleh stimulus yang meluas, imbal hasil yang lebih tinggi menantang status. Emas bisa kembali disukai begitu mata uang lain mulai mengungguli dolar tahun ini. Harga logam berharga lainnya; platinum, melorot 1,1% menjadi USD1.247,85 per ounce, paladium turun 0,4% menjadi USD2.372,62, perak naik tipis 0,1% menjadi USD27,26.

  • Harga emas di pasar spot anjlok 1,2% menjadi USD1.773,72 per ounce.

  • Harga emas berjangka terpangkas 1,5% menjadi USD1.772,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author