Bursa Sore: Ancaman Inflasi Hambat Market Regional, IHSG Menyerah

Bursa Sore: Ancaman Inflasi Hambat Market Regional, IHSG Menyerah

Posted by Written on 17 February 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir melemah pada akhir perdagangan hari Selasa (16/2). IHSG menyusut -1,03 persen (-65 poin) pada posisi 6.227.

Indeks LQ45 -1,38% ke 946.

Indeks IDX30 -1,43% ke 502.

Indeks IDX80 -1,59% ke 136.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,67% ke 633.

Indeks Kompas100 -1,57% ke 1,224.

Indeks Sri Kehati -1,15% ke 370.

Indeks SMInfra18 -1,99% ke 305.

Saham Teraktif: ANTMELSADMMXAGIIBMRIBEKSBBNI

Saham Top Gainers LQ45: MIKAACESUNVRBSDEAKRAMDKA

Saham Top Losers LQ45: SMGRTOWRBTPSBBCAKLBFBBRIPWON

Nilai transaksi Rp13,13 triliun. Volume perdagangan sebanyak 178,74 juta lot saham. Investor asing net sell Rp103,15 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,65 persen ke level Rp14.020 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Rally di pasar saham Asia berhenti pada perdagangan hari Rabu (17/2). Rally tersebut kehilangan sedikit tenaga seiring kenaikan yield US Treasury yang menekan saham-saham yang sudah naik tinggi.

Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke level 1,3330 di pasar Asia, tertinggi sejak Februari 2020 meskipun kemudian turun lagi ke posisi 1,2989 persen. Imbal hasil tersebut mendekati level sebelum pandemi karena progres program vaksinasi mendorong fokus investor pada ekspektasi inflasi.

Analis Alliance Bernstein, Masahiko Loo menyatakan, pelaku pasar mencermati kecenderungan kenaikan inflasi yang mendorong mereka melakukan aksi jual surat utang.

"Kenaikan yield telah mendorong kekhawatiran lonjakan inflasi di tengah naiknya harga BBM berbarengan dengan prospek stimulus fiskal USA dalam jumlah besar serta pemulihan global ke tahap solid seiring program vaksinasi virus corona mengarah pada pembukaan aktivitas bisnis," kata Rodrigo Catril, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip Reuters.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 ke zona merah, turun 0,58 persen ke 30.292 saat akhir perdagangan. Indeks Topix mengekor pelemahan tersebut, drop 0,18 persen ke level 1.961. Data yang dirilis kementerian keuangan Jepang menunjukkan ekspor negara tersebut naik 6,4 persen di bulan Januari (YoY).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat 1,10 persen ke 31.084. Indeks Taiex (Taiwan) menguat +3,54 persen ke posisi 16.362.
Sementara itu Indeks Kospi (Korsel) melemah sebesar 0,93 persen ke 3.133. Sementara Indeks S&P/ASX200 berkurang 0,46 persen ke 6.885 saat akhir sesi. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk pasar saham Jepang) meningkat 0,16 persen.
Indeks dolar AS bangkit ke level 90,653 dari posisi sebelumnya pada level 90,3.
Kurs yen melorot ke 105,94 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 105,2.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke posisi $0,7751 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,78.

Bursa Eropa
Market saham Eropa mengendur saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (17/2) pagi waktu setempat. Para pemodal di pasar Eropa mencermati kenaikan imbal hasil surat utang.
Indeks DAX (Jerman) -0,29% pada posisi 14.023.
Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,04% ke level 6.751.
Indeks CAC 40 (Perancis) -0,13% di posisi 5.786.

Minyak
Harga minyak variatif saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (17/2) di pasar komoditas Asia seiring gangguan pasokan yang terjadi di bagian selatan USA akibat ledakan Arktik diimbagi ekspektasi bahwa produsen OPEC plus akan mengurangi pembatasan produksi mereka setelah April.
Minyak WTI menyerah 3 sen ke harga US60,02 per barel. Minyak Brent naik 11 sen ke harga USD63,46 per barel. (pkl 05.10 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author