Bursa Siang: Lonjakan Yield Obligasi Tekan Market Regional, IHSG Juga Tergelincir

Bursa Siang: Lonjakan Yield Obligasi Tekan Market Regional, IHSG Juga Tergelincir

Posted by Written on 17 February 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir melemah pada perdagangan sesi I hari Selasa (16/2). IHSG menyusut -1,09 persen (-69 poin) pada posisi 6.224.

Indeks LQ45 -1,31% ke 947.

Indeks IDX30 -1,36% ke 502.

Indeks IDX80 -1,47% ke 136.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,59% ke 634.

Indeks Kompas100 -1,53% ke 1,224.

Indeks Sri Kehati -1,17% ke 370.

Indeks SMInfra18 -1,67% ke 306.

Saham Teraktif: ANTMBCAPELSABRISAGIIAGRODMMX

Saham Top Gainers LQ45: MIKAACESICBP

Saham Top Losers LQ45: TLKMSMGRBTPSGGRMBBRIUNTRUNVR

Nilai transaksi Rp7,93 triliun. Volume perdagangan sebanyak 122,56 juta lot saham. Investor asing net sell Rp114,78 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah 0,46 persen ke level Rp13.994 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia mengarah ke zona pelemahan pada perdagangan sesi siang hari Rabu (17/2) seiring yield US Treasury melonjak ke posisi tertinggi dalam setahun terakhir, memicu kredit USD tetapi menekan valuasi saham yang sudah mahal. Hal ini karena investor memperhitungkan bahwa pemulihan global yang dipicu stimulus fiskal USA pada akhirnya akan mendorong inflasi.

Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke level 1,3330 di pasar Asia, tertinggi sejak Februari 2020 meskipun kemudian turun lagi ke posisi 1,2989 persen.

"Kenaikan yield telah mendorong kekhawatiran lonjakan inflasi di tengah naiknya harga BBM berbarengan dengan prospek stimulus fiskal USA dalam jumlah besar serta pemulihan global ke tahap solid seiring program vaksinasi virus corona mengarah pada pembukaan aktivitas bisnis," kata Rodrigo Catril, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip Reuters.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 ke zona merah, turun 0,54 persen. Indeks Topix mengekor pelemahan tersebut, drop 0,13 persen. Data yang dirilis kementerian keuangan Jepang menunjukkan ekspor negara tersebut naik 6,4 persen di bulan Januari (YoY).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,65 persen. Di Taiwan, Indeks Taiex melompat 3 persen dibarengi kenaikan harga saham unggulan TSMC sebesar 5 persen.
Sementara itu Indeks Kospi (Korsel) melemah sebesar 1,22 persen. Sementara Indeks S&P/ASX200 berkurang 0,32 persen. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk pasar saham Jepang) meningkat 0,16 persen.
Indeks dolar AS bangkit ke level 90,653 dari posisi sebelumnya pada level 90,3.
Kurs yen melorot ke 105,94 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 105,2.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke posisi $0,7751 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,78.

Minyak
Harga minyak terkoreksi saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (17/2) di pasar komoditas Asia seiring penguatan dolar AS. Pelemahan ini terjadi seusai rally 2 hari yang seiring ledakan di Arktik yang membatasi produksi ladang minyak dan gas Texas, negara bagian di USA dengan produksi minyak terbesar.
Minyak WTI menyerah 33 sen ke harga US59,72 per barel. Minyak Brent melemah 40 sen ke harga USD62,95 per barel. (pkl 01.40 GMT).

(cnbc/reuters/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author