Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Turun, Laju IHSG dalam Tekanan Konsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Turun, Laju IHSG dalam Tekanan Konsolidasi

Posted by Written on 17 February 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (17/2), dibuka melemah, mengikuti tren pergerakan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang cenderung melemah, di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury.
Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang turun 0,41%. Bursa saham China daratan hari ini masih libur.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,44%. Indeks berlanjut melorot 0,68% (-46,90 poin) menjadi 6.870,40 pada pukul 8:10 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terperosok 0,94% dan berlanjut anjlok 1,30% ke level 3.121,98.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,72% (-218,74 poin) ke posisi 3.0249,01, setelah dibuka terpeleset 0,76% dan Topix melemah 0,17%. Rilis data eskpor Jepang periode Januari memperlihatkan kenaikan 6,4% (yoy).
Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka turun, mencapai 0,48%(-148,80 poin) ke posisi 30.597,86 pada pukul 8:45 WIB.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,35% ke posisi 6.292. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,33% menjadi USD23,83.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan penguatan, namun bergerak terkonsolidasi dalam kecenderungan tertekan. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  menuju area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, dimulainya program vaksinasi tahap dua untuk usia lanjut (21.5 juta) dan pekerja pelayanan publik (16.9 juta) dengan metode yang berbeda sehingga diharapkan akan berjalan lebih cepat, diprediksi akan menjadi sentimen positif utama di pasar. Sementara itu terkoreksinya indeks bursa global dan mayoritas harga komoditas kecuali nikel berpeluang menjadi sentimen negatif di pasar.
IHSGdiprediksiakan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6,250 dan  resistance  di level 6,330.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: BBCA (Buy). Support: Rp34,150, Resist: Rp35,250, BJBR (Buy). Support: Rp1,580, Resist: Rp1,650, JSMR (Buy). Support: Rp4,450, Resist: Rp4,650, WSKT (Buy on Weakness). Support: Rp1,550, Resist: Rp1,685.

  • ETF : XDIF (Buy). Support: Rp463, Resist: Rp471, XIIT (Buy). Support: Rp521, Resist: Rp529, 

    XISR (Buy). Support: Rp381, Resist: Rp387.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah. Namun indeks Dow Jones berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi. Saham-saham sektor siklikal, terutama sektor energi dan keuangan, menguat didorong prospek bantuan fiskal AS. Indeks perbankan S&P 500 menguat karena imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi sejak Februari 2020. Namun indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah. Sektor utilitas dan real estat mencatat persentase kerugian terbesar di antara sektor S&P 500. Indeks Perumahan PHLX berakhir 2,5% lebih rendah. Saham teknologi juga merosot.
Sektor energi melesat 2,3% karena cuaca dingin yang ekstrim di wilayah Selatan AS. Imbal hasil US Treasury 10-tahun melonjak 9 basis poin, Selasa, ke puncak 1,30%, level yang tidak terlihat sejak Februari 2020. Imbal hasil surat utang bertenor 30-tahun juga mencapai level tertinggi dalam satu tahun. Pasar telah mencatat kenaikan yang solid sepanjang bulan ini; Dow melejit 5,1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melesat 5,9% dan 7,5%. S&P 500 membukukan sepuluh rekor penutupan sejauh tahun ini. Investor menunggu rilis data penjualan ritel Januari.
  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,2% (64,35 poin) menjadi 31.522,75.

  • S&P 500 melemah 0,06% (-2,24 poin) di posisi 3.932,59.

  • Nasdaq Composite turun 0,34% (-47,97 poin) ke level 14.047,50.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif, karena reli minat berisiko global yang dipicu oleh harapan pemulihan ekonomi yang mulai kehabisan tenaga. PDB zona euro turun kurang dari ekspektasi pada kuartal terakhir 2020, dengan perkiraan resmi Selasa menunjukkan kontraksi 0,6% (qtq), lebih baik dari estimasi penurunan  0,7%. Lapangan kerja di Uni Eropa tumbuh 0,3% antara Oktober dan Desember, menurut Eurostat.
Survei terbaru dari lembaga penelitian ekonomi ZEW menunjukkan sentimen ekonomi Jerman secara tak terduga naik ke 71,2 poin pada Februari, dari 61,8 pada bulan sebelumnya, lebih baik dari estimasi 59,6.
Indeks STOXX 600 turun tipis 0,06% menjadi 419,20. Saham pabrikan ban Prancis, Michelin, sedikit menguat setelah merilis laba bersih tahun 2020 yang jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya. Namun, memproyeksikan pertumbuhan hingga 10% di pasarnya untuk 2021. Harga saham raksasa tambang Glencore dan BHP melonjak 2% dan 1,5%. Saham  spin-off  TechnipFMC, Technip Energies, melambung 41%, namun saham TechnipFMC rontok lebih dari 6,8%.
  • DAX 30 Jerman menyusut 0,32% (-44,88 poin) ke level 14.064,60.

  • FTSE 100 Inggris berkurang 0,11% (-7,25 poin) menjadi 6.748,86.

  • CAC 40 Prancis menguat 0,28% (0,01%) ke posisi 5.786,53.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, bangkit dari posisi terendah tiga pekan, karena imbal hasil US Treasury menembus level tertinggi sejak Februari 2020 dan sentimen ekonomi yang  bullish  meningkatkan minat berisiko investor. Kenaikan imbal hasil US Tresury 10-tahun mendongkrak dolar AS karena optimisme ekonomi memicu  reflation trade. Optimisme itu digaungkan Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, yang mengatakan bahwa kondisi keuangan AS "secara umum cukup baik," dan inflasi kemungkinan akan memanas tahun ini.
Laporan aktivitas manufaktur Empire State The Fed New York menawarkan kejutan kenaikan yang kuat dan gambaran ekonomi yang lebih cerah ketimbang yang ditunjukkan data pekan lalu.Euro, poundsterling, dan yen melemah terhadap dolar AS. Penguatan harga minyak mengangkat dolar Kanada dan crown Norwegia. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,21% menjadi 90,508.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2094-0.0012-0.10%6:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3892-0.0011-0.08%6:36 PM
Yen (USD-JPY)106.120.08+0.08%6:36 PM
Yuan (USD-CNY)6.45820.0230+0.36%2/10/2021
Rupiah (USD-IDR)13,930.0020.00+0.14%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/2/2021 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, didukung cuaca dingin yang ekstrim di wilayah selatan AS yang menyebabkan penutupan sumur dan pengilangan minyak di Texas, yang memproduksi 4,6 juta bph minyak dan memiliki 31 pengilangan. Analis memperkirakan antara 500.000 hingga 1,2 juta barel produksi minyak mentah AS akan terhenti karena cuaca dingin tersebut, dan sekitar 3 juta bph fasilitas penyulingan ditutup. Beberapa fasilitas pengilangan ditutup paksa akibat pembatasan aliran listrik.
Asosiasi industri AS (API), dan Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis data persediaan minyak pada Rabu dan Kamis.
Kekhawatiran pasokan Timur Tengah juga meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak yang ditembakkan pemberontak Houthi di Yaman. Sementara itu, pasokan diperkirakan meningkat pada musim semi ini karena produsen minyak OPEC + kemungkinan akan mengurangi pembatasan produksi setelah April seiring pulihnya harga.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 54sen (0,9%) menjadi USD60,05 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 5 sen (0,1%) menjadi USD63,35 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun lebih dari 1%, menuju level terendah dalam lebih dari seminggu karena imbal hasil US Treasury yang lebih kuat. Optimisme seputar paket bantuan virus korona Amerika senilai USD1,9 triliun yang mendorong minat berisiko di bursa saham AS, juga menekan harga emas.
Harga platinum anjlok 2,9% menjadi USD1.265,36 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak September 2014 di tengah harapan bahwa pemulihan pasar otomotif dan dorongan untuk energi yang lebih bersih sehingga akan memacu permintaan platinum sebagai bahan baku  catalytic converter  mobil. Harga logam berharga lainnya; perak menyusut 1,1% menjadi USD27,29 per ounce, dan paladium naik 0,1% menjadi USD2.391,33 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot merosot 1,2% menjadi USD1.796,50 per ounce.

  • Harga emas berjangka anjlok 1,3% menjadi USD1.799,00 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author