Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Naik, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Naik, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Posted by Written on 08 February 2021


Ipotnews -Mengawali pekan kedua Februari, Senin (8/2), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks pada penutupan sesi perdagangan bursa Wall Street akhir pekan lalu. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang dibuka menguat 0,1%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,6%. Indeks berlanjut meningkat 0,69% (47,10 poin) menjadi 6.887,60 pada pukul 8:10 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan terperosok 0,89%, terseret kejatuhan harga saham Hyundai dan Kia Motor sebesar 6,01% dan 13,15. Kedua perusahaan itu mengumumkan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Apple tentang pengembangan kendaraan listirk. Kemerosotan indeks berlanjut 0,90% ke level 3.095,93.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,58% (455,35 poin) ke level 29.234,54, setelah dibuka melompat 1,57% dan Topix melonjak 1,6%.

Memperkuat tren kenaikan bursa saham Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 1,16% (340,40 poin) ke posisi 29.629,08 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,24% menjadi 3.504,56.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham Asia yang cenderung menguat, setelah berhasil menutup sesi perdagangan akhir pekan lalu dengan kenaikan 0,73% ke level 6.151. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melaju 1,10% ke posisi USD23,86.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan tren kenaikan ke atas level 6.200. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dengan bergerak  bullish  membentuk pola positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, naiknya mayoritas harga komoditas kecuali emas dan menguatnya indeks di bursa Wall Street, seiring menguatnya harapan stimulus fiskal tambahan AS karena data tenaga kerja Januari yang mengecewakan, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu mulai dirilisnya laporan keuangan emiten, yang sejauh ini sesuai dengan ekspektasi, akan menjadi tambahan katalis positif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6,110 dan  resistance  di level 6,190.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBCA (Buy). Support: Rp33,975, Resist: Rp35,175, CTRA (Buy). Support: Rp980, Resist: Rp1,080, TINS (Buy). Support: Rp1,900, Resist: Rp2,070, BBTN (Buy). Support: Rp1,760, Resist: Rp1,820.

  • ETF: XIIF (Buy). Support: Rp579, Resist: Rp593, XISC (Buy). Support: Rp772, Resist: Rp806, 

    XISI (Buy). Support: Rp328, Resist: Rp334.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu berakhir menguat. Indeks S&P 500 serta Nasdaq mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak pilpres AS, November tahun lalu, dan membukukan rekor penutupan tertinggi dalam 2 hari berturut-turut. Rilis data lapangan kerja periode Januari naik 49.000, namun sedikit di bawah ekspektasi 50.000. Angka pengangguran turun 6,3% lebih baik dari proyeksi 6,7%, namun revisi data lapangan kerja Desember turun tajam menjadi 227.000 dari angka sebelumnya 140.000. Data tersebut mendukung upaya pemerintahan Joe Biden untuk menganggarkan lebih banyak stimulus. Sepanjang pekan lalu S&P 500 melonjak 4,65%, Nasdaq melesat 6,01% dan Dow Jones meningkat 3,89%.

Indeks Volatilitas Cboe mengalami penurunan poin mingguan terbesar sejak 6 November. Sejauh ini hasil kinerja emiten di kuartal IV cenderung lebih kuat dari perkiraan. Menurut Refinitiv dari 184% emitan S&P 500 yang telah melaporkan keuangannya, 84,2% melebihi ekspektasi. Saham Johnson & Johnson naik 1,5% setelah mengajukan permohonan izin penggunaan vaksin Covid-19 dosis tunggal untuk penggunaan darurat. Saham GameStop Corp naik 19,2% setelah broker online Robinhood mencabut semua pembatasan pembelian.

  • Dow Jones Industrial Average bertambah 0,30% (92,38 poin) menjadi 31.148,24.
  • S&P 500 naik 0,39% (15,09 poin) ke posisi 3.886,83.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,57% (78,55 poin) ke level 13.856,30.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu dengan melandai, tertekan oleh data indikator ekonomi AS yang mengecewakan dan data industri Jerman. Order industri buatan Jerman di periode Desember turun lebih besar dari ekspektasi, mengakhiri penguatan dalam 7 bulan beruntun terdampak kebijakan  lockdown  baru-baru ini. Penguatan poundstreling membebani saham emiten Inggirs yang berfokus ekspor.

Indeks STOXX 600 mendatar di posisi 409,54, namun secara mingguan melonjak 3,5%, terbaik sejak awal November lalu.

Kenaikan harga saham di sektor  tours and travel , sumber daya dasar dan perbankan diimbangi pelemahan sektor-sektor defensif seperti utilitas, telekomunikasi serta  health care . Saham sektor perbankan melaju 1% dan telekomunikasi anjlok 0,8%. Saham BNP Paribas melonjak 2,5% setelah melaporkan pendapatan bersbih lebih tinggi dari ekspektasi. Saham perusahaan asuransi, Beazley melambung lebih dari 14% karena proyeksi 2021 yang jauh lebih baik. Saham kilang minyak Finlandia, Neste anjlok 6,4%, setelah merilis prospek kuartal pertama yang lemah.

  • DAX 30 Jerman melemah tipis 0,03% (-3,57 poin) di posisi 14.056,72.

  • FTSE 100 Inggris turun 0,22% (-14,39 poin) menjadi 6.489,33.

  • CAC 40 Perancis melaju 0,90% (50,72 poin) ke level 5.659,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan melemah, setelah rilis laporan pekerjaan AS yang memunculkan keraguan akan pemulihan ekonomi AS yang lebih kuat. Rilis laporan lapangan kerja AS di Januari  naik lebih rendah dari ekspektasi,  dan berkurangnya pekerjaan pada Desember lebih banyak dari perkiraan sebelumya, memperkuat dorongan untuk dana bantuan tambahan dalam jumlah besar. Selisih imbal hasil US Treasury dua tahun dan 10 tahun, yang dipandang sebagai indikator ekspektasi ekonomi, melebar hingga 106 basis poin dan terbesar sejak Mei 2017.

Euro, poundsterling dan yen menguat terhadap dolar. Analis dan investor mempertimbangkan, apakah penguatan dolar taahun ini hanya reaksi temporer dari penurunan 7% pada 2020 atau pergeseran dari pesimisme dolar yang akan bertahan lama. Indeks dolar (Indeks DXY) yang mengukur kurs greenback   terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju merosot 0,5% menjadi 91,028, namun secara mingguan naik 0,6%.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.20460.0082+0.69%2/5/2021
Poundsterling (GBP-USD)1.37350.0063+0.46%2/5/2021
Yen (USD-JPY)105.39-0.15-0.14%2/5/2021
Yuan (USD-CNY)6.4658-0.0060-0.09%2/5/2021
Rupiah (USD-IDR)14,030.0015.00+0.11%2/5/2021

Sumber : Bloomberg.com, 5/2/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup dengan mencatatkan level tertinggi dalam setahun, mendekati level USD 60 per barel. Brent membukukan kenaikan mingguan sebesar 6%.

Pencapaian harga ini didukung oleh harapan pemulihan ekonomi serta pengendalian pasokan suplai oleh OPEC +. Harga minyak juga mendapat sokongan sentimen pasar saham AS yang mencapai rekor tertinggi di tengah sinyal peningkatan kemungkinan stimulus fiskal yang lebih besar. Data lapangan pekerjaan naik moderat di bulan Januari, namun lebih rendah dari ekspektasi, mendorong upaya Presiden AS Joe Biden untuk meloloskan RUU stimulus fiskal covid senilai USD1,9 triliun.

Analis mengatakan Aramco menaikkan harga jual resmi Arab Light (OSP) ke Eropa Barat Laut sebesar USD 1,40 per barel dari bulan sebelumnya, menunjukkan optimisme dalam memangkas pasokan. Pemotongan produksi OPEC + telah membantu mengangkat harga dari posisi terendah tahun lalu. Data laporan pasokan mingguan menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS ke level terendah sejak Maret, memperkuat keyakinan bahwa penurunan produksi OPEC + plus memiliki efek yang diinginkan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,85% menjadi USD 59,34 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 1,1% menjadi USD 56,85 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan, bertengger di atas level psikologis USD 1.800 tertolong oleh pelemahan dolar AS serta data lapangan pekerjaan AS yang lebih lambat dari perkiraan. DPR AS akan menyepakati persetujuan akhir besaran anggaran, Jumat lalu, yang akan memungkinkan Demokrat mendorong paket bantuan Covid-19 senilai USD 1,9 triliun di Kongres. Namun secara mingguan harga emas anjlok 1,9%, penurunan terbesar sejak awal Januari, terutama karena imbal hasil US Treasury meningkat.

Harga perak ditutup menguat, namun secara mingguan melemah sekitar 0,4%, anjlok lebih dari 10% sejak mencapai USD 30,03 pada Senin lalu. Harga logam berharga lainnya; perak naik 2,2% menjadi USD 26,87 per ounce, palladium naik 2,1% menjadi USD 2.330,04, platinum naik 2,2% menjadi USD1.121.58

  • Harga emas di pasar spot melaju 1% menjadi USD 1.800,26 per ounce.

  • Harga emas berjangka melompat 1,2% menjadi USD 1.813 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author