Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Posted by Written on 21 January 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (21/1), dibuka menghijau, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menyambut pelantikan Presiden AS Joe Biden, Rabu siang di Washington AS. Indeks acuan di bursa saham AS mencatatkan rekor tertinggi baru. Indeks MSCI Asia-Pasifik eks-Jepang menguat 0,22%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,55%. Rilis data estimasi pengangguran Australia periode Desember mencapai 6,6%, lebih baik dari ekspektasi 6,7% dan angka November di 6,8%. Indeks ASX 200 berlanjut meningkat 0,64% (43,10 poin) ke posisi 6.813,50 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka meningkat 0,53%, dan berlanjut menguat 0,6#% ke level 3.134,32.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 0,89% (254,48 poin) ke level 28.777,74, setelah dibuka melaju 0,8%, dan Topix meningkat 0,84%. Bank sentral Jepang diperkirakan mengumumkan pernyataan kebijakan moneternya hari ini.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah tipis 0,04% (-10,69 poin) di posisi 29.951,78 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,28% menjadi 3.592,98.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada laju indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil melawan tekanan pelemahan dan berbalik meningkat tajam 1,71% ke level 6.429 pada penutupan sesi perdagangan kemairn. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 3,69% menjadi USD25,04.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan tren kenaikan meski masih dibayangi tekanan pelemahan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dalam tekanan yang masih  bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, harapan segera disahkannya stimulus fiskal senilai US$1.9 triliun dan lebih lancaranya proses vaksinasi di AS dengan dilantiknya Joe Binden sebagai presiden ke 46, diprediksi akan menjadi sentimen positif.

Sementara itu berlanjutnya aliran dana asing dan meredanya aksi jual investor terhadap beberapa saham, serta naiknya beberapa komoditas berpeluang menjadi tambahan katalis positif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6,335 dan  resistance  di level 6,525. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy). Support: Rp6,200, Resist: Rp6,650, BBTN (Buy). Support: Rp1,805, Resist: Rp1,925, 

    ELSA (Buy). Support: Rp416, Resist: Rp515, TLKM (Buy). Support: Rp3,420, Resist: Rp3,520

  • ETF: XDIF (Buy). Support: Rp486, Resist: Rp510, XIID (Buy). Support: Rp534, Resist: Rp560, 

    XISC (Buy). Support: Rp848, Resist: Rp928.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melaju ke rekor baru penutupan tertinggi ketiga indeks saham acuan, setelah pelantikan Joe Biden sebagai presiden ke-46 AS yang memicu harapan untuk paket stimulus baru dan peluncuran vaksin yang lebih lancar. Janet Yellen, calon Menteri Keuangan, mendukung anggaran pengeluaran bantuan yang lebih tinggi dan mendesak anggota parlemen untuk mengambil langkah besar. Amerika gagal mencapai target memvaksinasi 20 juta orang pada akhir tahun lalu. Pemerintahan Trump telah mengirimkan lebih dari 31,1 juta dosis di seluruh negeri, namun hanya 12,3 juta orang yang diinokulasi.

Biden juga berencana menghapus lebih dari selusin perintah eksekutif untuk membatalkan sejumlah perintah Trump, termasuk larangan perjalanan bagi pelancong dari negara mayoritas Muslim dan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Laporan keuangan kuartalan yang kuat juga mendorong sentimen. Netflix melambung 16,9% setelah melaporkan pertumbuhan pelanggan yang kuat, dan mempertimbangkan  buyback sahamnya . Morgan Stanley melemah 0,2% meski membukukan laba dan pendapatan di atas estimasi. Procter & Gamble merosot 1,3%, meski menaikkan perkiraan fiskal 2021 dan membukukan lonjakan pendapatan pada kuartal lalu.

  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,83% (257,86 poin) menjadi 31.188,38.

  • S&P 500 melonjak 1,39% (52,94 poin) ke posisi 3.851,85.

  • Nasdaq Composite melesat 1,97% (260,07 poin) ke level 13.457,25.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih tinggi, menjelang pelantikan Presiden AS Joe Biden. 

Investor di seluruh dunia menantikan pelantikan Joe Biden untuk mengakhiri pemerintahan Donald Trump yang penuh drama dan sensasi. Pidato Biden akan fokus pada kebutuhan untuk menyatukan negara itu di tengah kerusuhan di Capitol Hill dan keberpihakan ekstrim di Kongres. Investor juga mencari informasi lebih lanjut tentang rencana bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun dari Biden yang diumumkan pekan lalu. Investor juga mengamati reaksi di pasar saham, setelah Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memenangkan mosi percaya di majelis tinggi Senat, setelah pemungutan suara di majelis rendah.

Indeks STOXX 600 naik 0,72% menjadi 410,84, dipimpin lonjakan harga saham sektor otomotif sebesar 2,7%. 

Saham kelompok pendidikan Pearson dan rumah mode Burberry melesat 8,1% dan 3,5%, setelah investor bereaksi positif terhadap  update  perdagangan yang meyakinkan. Perusahaan produk dan jasa teknis, Diploma, melejit 6,3% setelah melaporkan peningkatan pendapatan. Johnson Matthey juga melompat 6,5% setelah mengumumkan kapasitas produksi baru untuk komponen produksi hidrogen hijau. Rilis data Indeks Harga Konsumen Inggris naik menjadi 0,6% pada Desember dari 0,3% di November, meski ada pembatasan ketat virus korona selama periode Natal.

  • DAX 30 Jerman meningkat 0,77% (106,31 poin) ke level 13.921,37.

  • FTSE 100 Inggris menguat 0,41% (27,44 poin) menjadi 6.740,39.

  • CAC 40 Prancis naik 0,53% (29,83 poin) ke posisi 5.628,44.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Minat investor terhadap aset berisiko bertahan di tengah optimisme tentang paket stimulus besar-besaran di bawah pemerintahan Joe Biden yang diekspektasikan akan mendongkrak pemulihan ekonomi AS. Biden dilantik sebagai presiden ke-46 AS dan bersumpah untuk mengakhiri "perang tidak beradab" di negara yang terpecah belah dan terguncang karena ekonomi yang terpukul dan pandemi virus korona.

Negara-negara Eropa berjuang menahan penularan virus korona varian baru yang dapat menyebabkan penguncian yang lebih ketat dan lebih banyak kesulitan ekonomi. Investor juga mengkhawatirkan lambatnya pelaksanaan vaksinasi di AS dan Inggris. Dolar AS melemah terhadap yen, poundsterling dan sejumlah mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang utama enam negara maju, melemah 0,03% menjadi 90,480.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21180.0012+0.10%6:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.36730.0019+0.14%6:23 PM
Yen (USD-JPY)103.53-0.01-0.01%6:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.4664-0.0126-0.19%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,035.00-30.00-0.21%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/1/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak lebih tinggi. Pasar mengekspektasikan pemerintahan Presiden AS oe Biden akan memberikan stimulus ekonomi yang kuat dan memberlakukan kebijakan yang memperketat pasokan minyak mentah sehingga bakal mengangkat permintaan bahan bakar. Biden diprediksi segera mengambil langkah-langkah untuk mengekang industri minyak Amerika, termasuk pabrik untuk masuk kembali pada kesepakatan iklim Paris, membatalkan izin untuk pipa minyak mentah Keystone XL dan menghentikan pengeboran yang direncanakan di Arktik.

Pelemahan dolar ikut mendongkrak harga minyak. Seruan untuk "bertindak besar" calon Menteri Keuangan AS, Janet Yellen juga diyakini akan mengangkat konsumsi dan harga minyak.Secara global, pasokan minyak mengetat karena rekor penurunan produksi tahun lalu oleh OPEC +. Bulan ini, Brent mencapai level tertinggi 11-bulan di USD57,42, dibantu Arab Saudi yang berjanji untuk melakukan tambahan pemotongan tambahan secara sukarela dan sebagian besar anggota OPEC + setuju untuk menjaga output tetap stabil.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 40 sen menjadi USD56,30 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 26 sen (0,5%) menjadi USD53,24 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, di tengah ekspektasi peningkatan langkah-langkah simulus pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk mengatasi kejatuhan ekonomi akibat pandemi virus korona. Investor fokus pada proposal paket stimulus senilai USD1,9 triliun dan kecepatan distribusi vaksin Covid-19.

Komentar Janet Yellen, calon Menteri Keuangan AS, mempertegas perlunya stimulus, serta pelemahan dolar AS juga mendukung harga emas. Harga logam berharga lainnya; perak melejit 2,2% menjadi USD25,75 per ounce, platinum melesat 2,3% menjadi USD1.108,05 per ounce, sementara paladium melonjak 1,1% menjadi USD2.378,37 per ounce

  • Harga emas di pasar spot melesat 1,6% menjadi USD1.868,00 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,4% menjadi USD1.866,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author