Bursa Pagi: Eropa-Asia Bergerak Naik, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Bursa Pagi: Eropa-Asia Bergerak Naik, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Posted by Written on 19 January 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (19/1), dibuka cenderung menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa, ketika bursa saham Wall Street tutup karena libur. Jelang pelantikan Presiden AS Joe Biden, Rabu besok, investor menunggu pernyataan Jannet Yellen, calon Menteri Keuangan AS, di hadapan Komite Keuangan Senat AS, hari ini.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia lebih dari 1%. Indeks berlanjut melompat 1,22% (81,30 poin) ke posisi 6.744,30 pada pukul 8:25 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,11%, dan berlanjut melesat 1,37% ke level 3.055,34.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat tajam mencapai 1,36% (384,90 poin) ke level 28.627,11 setelah dibuka melaju 0,96%, dan Topix naik 0,46%.
Indeks Hang Seng, Hongkong, dibuka meningkat 0,82% (237,40 poin) ke posisi 29.100,17 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, Chinamendatar di posisi 3.596,36.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks acuan di bursa saham Eropa dan Asia, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan membukukan penguatan 0,26% ke posisi 6.389.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan proses penguatan namun masih berisiko mengalami tekanan koreksi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, namun masih berpotensi berfluktuasi dengan kecenderungan bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor akan proses pemulihan ekonomi seiring dijalankannya program vaksinasi nasional dan terus masuknya investor asing ke pasar, serta naiknya beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Sementara itu peluang terjadinya aksi ambil untung lanjutan terhadap beberapa saham yang dinilai sudah kemahalan akan menjadi katalis negatif.

IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6,315 dan  resistance  di level 6,465. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: ASII (Buy). Support: Rp6,575, Resist: Rp6,775, BBCA (Buy). Support: Rp34,775, Resist: Rp36,425, BBRI (Buy). Support: Rp4,520, Resist: Rp4,720, UNTR (Buy). Support: Rp26,300 , Resist: Rp27,100.

  • ETF: XBNI (Buy). Support: Rp1,065, Resist: Rp1,083, XISI (Buy). Support: Rp347, Resist: Rp359, 

    XPSG (Buy). Support: Rp430, Resist: Rp442.


Eropa
Bursa saham utama Eropa tadi malam mengakhiri sesi perdagangan dengan cenderung menguat, perhatian investor terarah pada pandemi dan peluncuran vaksin virus korona, ketika bursa saham Wall Street tutup karena libur Martin Luther King Jr Day. Pandemi virus korona dan peluncuran vaksinasi terus mendominasi berita utama. Belanda beberapa ribu orang memprotes tindakan penguncian, sebelum dibubarkan polisi anti huru hara. Sementara itu, Inggris memperluas programnya untuk menawarkan dosis pertama vaksin kepada siapa pun yang berusia 70 tahun ke atas, dan mereka yang dianggap sangat rentan secara klinis. Investor Eropa juga mencermati Jerman, setelah terpilihnya Armin Laschet, sebagai ketua baru partai CDU yang berkuasa, membuka jalan untuk menggantikan Angela Merkel sebagai kanselir pada pemilihan umum akhir tahun ini.
Indeks STOXX 600 naik 0,2% menjadi 408,68, dipimpin lonjakan harga saham otomotif sebesar 1,3%. Merger Fiat Chrysler FCA dan Peugeot PSA Group diselesaikan akhir pekan lalu, menciptakan pabrikan otomotif terbesar keempat di dunia berdasarkan volume, bernama Stellantis. Saham Stellantis melejit 7,6% pada hari pertama perdagangannya. Saham Carrefour anjlok 6,9% setelah Alimentation Couche-Tard Kanada membatalkan penawaran pengambilalihan.
  • FTSE 100 Inggris melemah 0,22% (-15,06 poin) menjadi 6.720,65.

  • DAX 30 Jerman naik 0,44% (60,62 poin) ke level 13.848,35.

  • CAC 40 Prancis menguat 0,10% (5,58 poin) di posisi 5.617,27.


Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang London tadi malam ditutup menguat mencapai level tertinggi empat pekan. Penghindaran risiko  (risk aversion)  menghantui pasar mata uang, memukul Aussie dan poundsterling. Pasar AS tutup karena libur, jelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya. Janet Yellen, pilihan Biden untuk mengambil alih Departemen Keuangan AS, diprediksi akan menjelaskan bahwa AS tidak mencari-cari untuk melemahkan dolar. Rencana Biden untuk paket stimulus USD1,9 triliun memicu kenaikan imbal hasil US Treasury dan membalikkan penurunan nilai dolar pada akhir 2020.
Euro merosot ke level terendah enam pekan. Data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan menahan pelemahan lebih lanjut di antara mata uang berisiko.Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik tipis ke level 90,94, tertinggi sejak 21 Desember.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2076-0.0001-0.01%6:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3581-0.0006-0.04%6:28 PM
Yen (USD-JPY)103.690.000.00%6:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.49280.0119+0.18%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,070.0050.00+0.36%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/1/2021 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi ditutup melemah. Rebound kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada ekonomi China, tak cukup kuat menahan pelemahan harga inyak karena apresiasi dolar, dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di seluruh dunia. Lambannya vaksinasi menimbulkan keraguan tentang seberapa cepat perekonomian dapat pulih kembali.
Tak ada  settlement   minyak berjangka karena pasar Amerika ditutup untuk hari libur federal, Martin Luther King Jr Day. Dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut, Senin, ke level tertinggi empat pekan, membebani harga minyak mentah. Kekhawatiran seputar keamanan jelang pelantikan presiden AS pekan ini juga mempengaruhi sentimen investor. Harga minyak mendapat sedikit dukungan dari penurunan output minyak Libya, kerena Waha Oil Company mengurangi produksi hingga 200.000 bph, karena pemeliharaan pada pipa utama
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 30 sen (-0,50%), menjadi USD54,79 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 21 sen (-0,4%) menjadi USD52,15 per barel.
Harga emas mengakhiri sesi perdagangan awal pekan ini dengan melemah ke level terendah dalam lebih dari sebulan, tertekan oleh penguata dolar AS. Ekspektasi stimulus fiskal tambahan AS mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. Presiden terpilih AS, Joe Biden mengumumkan rencana stimulus USD1,9 triliun minggu lalu untuk membantu ekonomi dan meningkatkan peluncuran vaksinasi Covid-19. Namun analis mengatakan dolar yang lebih kuat, optimisme ekonomi dan kekhawatiran tentang Janet Yellen sebagai calon menteri keuangan AS, yang mungkin akan membatasi sisi stimulus fiskal, membebani harga emas.
Penguatan dolar AS, meski ekspektasi inflasi AS meningkat untuk mengantisipasi lebih banyak stimulus fiskal, menghambat laju harga emas. Tak ada settlement emas berjangka Amerika, karena pasar ditutup untuk libur nasional, Martin Luther King Jr Day. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar dunia naik 1,4% menjadi 1,177,63 ton pada akhir pekan lalu. Harga logam mulia lainnya; perak turun 0,6% menjadi USD24,57per ounce, platinum menguat 0,4% menjadi USD1.078,19, dan palladium turun 0,2% menjadi USD2.377,49.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.820,46 per ounce.

  • Harga emas berjangka melorot 0,7% menjadi USD1.816,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author