Bursa Sore: Koreksi Market Regional Tertahan GDP China, IHSG Mampu Bertahan

Bursa Sore: Koreksi Market Regional Tertahan GDP China, IHSG Mampu Bertahan

Posted by Written on 18 January 2021


Ipotnews - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sedikit tersendat pada finis perdagangan hari Senin (18/1). IHSG melaju 0,26 persen (+16 poin) ke posisi 6.389.

Indeks LQ45 +0,96% ke 998.

Indeks IDX30 +1,11% ke 536.

Indeks IDX80 +0,64% ke 144.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,17% ke 668.

Indeks Kompas100 +0,61% ke 1,287.

Indeks Sri Kehati +1,79% ke 393.

Indeks SMInfra18 +1,12% ke 329.

Saham Teraktif: ANTMBUMIBRISBCAPFILMBBKPADHI

Saham Top Gainers LQ45: TBIGUNVRSMGRINTPBMRICTRATOWR

Saham Top Losers LQ45: BSDEBBNITLKMADROSMRAAKRASCMA

Nilai transaksi Rp23,77 triliun. Volume perdagangan sebanyak 354,91 juta lot saham. Investor asing net sell Rp183,51 miliar.

Nilai tukar rupiah drop 0,36 persen ke level Rp14.070 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Tekanan terhadap saham Asia mengendur pada perdagangan hari Senin (18/1) seiring data yang dirilis hari ini mengkonfirmasi ekonomi China telah bangkit kembali di kuartal terakhir tahun lalu.

Ekonomi China kuartal IV tumbuh 6,5 persen. Angka ini melebihi perkiraan para analis sebesar 6,1 persen. Produksi industri periode Desember juga mengalahkan perkiraan.

"Meskipun data penjualan ritel turun, terlihat konsumsi naik karena rumah tangga menghabiskan tabungan tahun lalu," ujar Julian Evans Pritchard, Analis pada Capital Economics seperti dikutip Reuters.

Market saham Jepang melorot ke teritori negatif. Indeks Nikkei 225 tergerus 0,97 persen ke level 28.242. Indeks Topix melemah 0,60 persen ke 1.845. Sementara di pasar saham Korsel, Indeks Kospi juga melemah 2,33 persen ke 3.013.

Pasar saham China ke zona penguatan saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite naik 0,84 persen ke 3.596. Indeks Shenzhen Component melaju 1,58 persen ke level 15.269. Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak menguat 0,83 persen pada level 28.810.
Penguatan pasar saham China terjadi setelah data yang dirilis hari ini menunjukkan GDP China tumbuh 2,3 persen di 2020 seiring situasi menghadapi pandemi corona. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan para analis sebesar 2 persen. Sementara data penjualan ritel turun 3,9 persen (YoY).
Adapun Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia bergerak melemah 0,78 persen ke 6.663. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) berkurang 0,31 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke level 90,809 dari posisi sebelumnya pada level 90,3.
Kurs yen naik ke 103,73 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 104,1.
Nilai tukar dolar Australia melemah di posisi $0,7686 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,775.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa mulai mengarah ke zona pelemahan setelah sempat flat di sesi opening pada perdagangan hari Senin (18/1) pagi waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan pasar saham global.
Indeks DAX (Jerman) -1,44% ke level 13.787.
Indeks FTSE (Inggris) -0,97% pada posisi 6.735.
Indeks CAC (Perancis) -1,22% di level 5.611.

Minyak
Harga minyak tergelincir turun saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (18/1) di pasar komoditas Asia, mengakhiri reli yang telah dimulai pada akhir Oktober. Prospek pemulihan pasar dipertanyakan karena kasus infeksi virus corona terus meningkat.
Minyak WTI turun 13 sen ke harga USD52,23 per barel. Minyak Brent melemah 20 sen ke harga USD54,90 per barel. (pkl 07.37 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author