Bursa Siang: Tekanan di Market Regional Mengendur, IHSG Juga Bangkit

Bursa Siang: Tekanan di Market Regional Mengendur, IHSG Juga Bangkit

Posted by Written on 18 January 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit ke zona hijau pada akhir perdagangan sesi 1 hari Senin (18/1). IHSG melaju 0,54 persen (+34 poin) ke posisi 6.407.

Indeks LQ45 +0,82% ke 996.

Indeks IDX30 +0,87% ke 535.

Indeks IDX80 +0,67% ke 144.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,13% ke 668.

Indeks Kompas100 +0,63% ke 1,287.

Indeks Sri Kehati +1,25% ke 391.

Indeks SMInfra18 +1,66% ke 330.

Saham Teraktif: BCAPDEWABBRIBEKSAGIIADROACST

Saham Top Gainers LQ45: TBIGSMGRINTPPGASCTRAUNVRBBCA

Saham Top Losers LQ45: BBTNTLKMSRILERAAPWONINKPJPFA

Nilai transaksi Rp14,38 triliun. Volume perdagangan sebanyak 214,79 juta lot saham. Investor asing net buy Rp75,93 miliar.

Nilai tukar rupiah drop 0,46 persen ke level Rp14.085 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Tekanan terhadap saham Asia mengendur pada perdagangan sesi pagi hari Senin (18/1) seiring data yang dirilis hari ini mengkonfirmasi ekonomi China telah bangkit kembali di kuartal terakhir tahun lalu.

Ekonomi China kuartal IV tumbuh 6,5 persen. Angka ini melebihi perkiraan para analis sebesar 6,1 persen. Produksi industri periode Desember juga mengalahkan perkiraan.

"Meskipun data penjualan ritel turun, terlihat konsumsi naik karena rumah tangga menghabiskan tabungan tahun lalu," ujar Julian Evans Pritchard, Analis pada Capital Economics seperti dikutip Reuters.

Market saham Jepang melorot ke teritori negatif. Indeks Nikkei 225 tergerus 0,89 persen dan Indeks Topix melemah 0,58 persen. Sementara di pasar saham Korsel, Indeks Kospi juga melemah 1,48 persen.

Pasar saham China ke zona penguatan saat siang. Indeks Shanghai Composite naik 0,7 persen dan Indeks Shenzhen Component melaju 1,309 persen. Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak menguat.
Penguatan pasar saham China terjadi setelah data yang dirilis hari ini menunjukkan GDP China tumbuh 2,3 persen di 2020 seiring situasi menghadapi pandemi corona. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan para analis sebesar 2 persen. Sementara data penjualan ritel turun 3,9 persen (YoY).
Adapun Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia bergerak melemah 0,8 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) berkurang 0,32 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke level 90,823 dari posisi sebelumnya pada level 90,3.
Kurs yen naik ke 103,73 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 104,1.
Nilai tukar dolar Australia melemah di posisi $0,7691 terhadap USD dari level sebelumnya di $0,775.

Minyak
Harga minyak tergelincir turun saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (18/1) di pasar komoditas Asia, mengakhiri reli. Prospek pemulihan pasar dipertanyakan karena kasus infeksi virus corona tersebut meningkat.
Minyak WTI turun 43 sen ke harga USD51,93 per barel. Minyak Brent melemah 45 sen ke harga USD54,65 per barel. (pkl 02.07 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author