Bursa Pagi: Asia Dibuka di Zona Merah, IHSG Bearish Berisiko Koreksi

Bursa Pagi: Asia Dibuka di Zona Merah, IHSG Bearish Berisiko Koreksi

Posted by Written on 18 January 2021


Ipotnews - Mengawali pekan ketiga Desember, Senin (18/1), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren pelemahan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. 

Investor menunggu rilis data ekonomi China, termasuk data PDB kuartal IV, produksi industri, dan penjualan ritel periode Desember. Indeks MSCI Asia-Pasifik ekx-Jepang turun 0,43%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,4%. Penurunan indeks berlanjut 0,55% (-37,20 poin) menjadi 6.678,20 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok hingga 1,3%, dan berlanjut merosot 0,72% ke posisi 3.063,69.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,81% (-229,60 poin) ke level 28.289,58, setelah dibuka terperosok 1,36% dan Topix merosot 0,86%.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka melemah, turun 0,33% (-95,11 poin) menjadi 28.478,75 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,18% di posisi 3.559,99.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri pekan lalu dengan tergelincir ke zona merah dan ditutup turun 0,85% ke level 6.373. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange terperosok 1,69% ke USD24,49.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berisiko melanjutkan tren pelemahan dengan sinyal  bearish . Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area jenuh beli.

Tim Riset Indi Premier berpendapat, posisi indeks yang masih berada di area jenuh beli rawan mengalami aksi ambil untung lanjutan, dan turunnya sebagian besar harga komoditas, serta terkoreksinya indeks bursa global diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6,295 dan  resistance  di level 6,455. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: RALS (Buy). Support: Rp800, Resist: Rp850, WSBP (Buy). Support: Rp312, Resist: Rp336, 

    WTON (Buy). Support: Rp412, Resist: Rp444, MDKA (Buy). Support: Rp2,470 , Resist: Rp2,630.

  • ETF: R-LQ45X (Sell). Support: Rp1,015, Resist: Rp1,045, XIIC (Sell). Support: Rp1,052, Resist: Rp1,076, 

    XIML (Sell). Support: Rp260, Resist: Rp270.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan memerah, terbebani penurunan harga saham bank unggulan setelah rilis kinerja laba, dan kasus yang menimpa Exxon Mobil Corp. Indeks S&P 500 dan Nasdaq terpangkas 1,5% sepanjang pekan lalu. Dow Jones merosot 0,91%. Rilis data penjualan AS periode Desember turun 0,7%, lebih buruk dari ekspektasi, menandakan bahwa aktivitas ekonomi kehilangan cukup besar pada akhir tahun 2020. Laba emiten dalam indeks S&P 500 diperkirakan turun 9,5% pada kuartal terakhir 2020, tetapi diperkirakan akan pulih pada 2021. Data IBES dari Infinitiv memproyeksikan kenaikan 16,4% di kuartal pertama.

Saham Wells Fargo Co, JPMorgan Chase & Co dan Citrigroup Inc berguguran meskipun membukukan laba kuartal IV yang lebih baik dari perkiraan. Sektor perbankan telah mengalami reli tajam dalam beberapa pekan terakhir. Saham Wells Fargo rontok 7,8%. Saham energi anjlok lebih dari 4% terseret kejatuhan harga saham Exxon Mobil sebesar 4,8%. Komisi Sekuritas dan Bursa AS dikabarkan tengah melakukan penyelidikan terhadap perusahaan minyak besar itu, menyusul sebuah laporan bahwa Exxon menilai terlalu tinggi menilai aset di cekungan minyak serpih Permian yang produktif.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,57% (-177,26 poin) menjadi 30.814,26.

  • S&P 500 melorot 0,72% (-27,29 poin) ke posisi 3.768,25.

  • Nasdaq Composite merosot 0,87% (-114,14 poin) ke level 12.998,50.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan melemah, tertekan sejumlah sentimen negatif di antaranya prospek  lockdown  yang lebih ketat, serta distribusi vaksin yang lambat di Eropa. Lonjakan kasus Covid19 di China mengurangi harapan pemulihan ekonomi global yang lebih cepat. Indeks FTSE 100 Inggris turun 1%, setelah rilis data kontraksi ekonomi November, sebesar 2,6%, meskipun lebih kecil dari ekspektasi -5,7%. Sektor pertambangan dan migas merosot 3,1% dan 2,6%, setelah otoritas China menerapkan  lockdown  kepada lebih dari 28 juta orang.

Indeks STOXX 600 anjlok 1,01% menjadi 407,85, memperbesar penurunan mingguan menjadi 0,8%, penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember. Saham BioNTech menukik 2,2% karena beberapa negara Eropa menerima dosis vaksin Covid19 yang lebih sedikit lantaran Pfizer lambat mendistribusikan vaksin yang dikembangkan bersama BioNTech. Grup perangkat lunak bisnis Jerman, SAP melorot 0,7% setelah merilis kinerja tahunan pendahuluan. Siemens Energy AG tepangkas 6,3% setelah General Electric Co menuduh anak perusahaan Siemens menggunakan rahasia dagang curian untuk mencurangi tawaran kontrak. Emiten ritel Prancis, Carrefour merosot 2,9% setelah pemerintah Prancis menolak pengambilalihan oleh Alimentation Couche-Tard Kanada.

  • DAX 30 Jerman terperosok 1,44% (200,97 poin) ke level persen ke level 13.787,73.

  • FTSE 100 Inggris melorot 0,97% (-66,25 poin) menjadi 6.735,31.

  • CAC 40 Prancis anjlok 1,22% (-69,45 poin) ke posisi 5.611,69.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan menguat, terangkat permintaan dolar AS sebagai   safe-haven   di tengah kekhawatiran penyebaran Covid-19 dan penjualan ritel AS yang lemah. Penjualan ritel AS tergelincir 0,7% pada Desember, namun lebih baik dari data November yang direvisi turun menjadi -1,4% dari sebelumnya -1,1%, meskipun lebih buruk dari ekspektasi yang mendatar. Rancangan undang-undang bantuan COVID-19 dari Presiden terpilih AS Joe Biden sebesar USD1,9 triliun, memunculkan ekspektasi pemulihan ekonomi AS dengan lebih cepat.

Bantuan tersebut mencakup putaran pembayaran langsung kepada individu, bantuan untuk pemerintah negara bagian dan lokal, peningkatan tunjangan pengangguran, serta lebih banyak pendanaan untuk pengujian dan distribusi vaksin. Euro, poundsterling, franc dan yen melemah terhadap dolar. Indeks dolar, (Indeks DXY) yang mengukur kurs   greenback   terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,59% menjadi 90,77.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.2082-0.0073-0.60%
Poundsterling (GBP-USD)1.3590-0.0099-0.72%
Yen (USD-JPY)103.860.06+0.06%
Yuan (USD-CNY)6.48090.0064+0.10%
Rupiah (USD-IDR)14,020.00-39.00-0.28%

Sumber : Bloomberg.com, 15/1/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan penurunan karena kekhawatiran terhadap  lockdown  di beberapa kota di China akibat pandemi korona, serta kelanjutan rencana AS mengeluarkan stimulus fiskal dalam jumlah besar. Beberapa analis mengatakan langkah tersebut mungkin tidak cukup untuk memicu permintaan. Harga minyak menuju penurunan mingguan pertama mereka dalam tiga pekan.

Sebelumnya, Brent dan WTI sempat mencapai level tertinggi hampir setahun terakhir, pada pekan lalu, didorong oleh pasar saham yang menguat dan dolar yang lebih lemah bersama dengan permintaan China yang kuat. 

Produsen menghadapi tantangan menyeimbangkan penawaran dan permintaan, antara lain karena sentimen peluncuran vaksin versus  lockdown . Impor minyak mentah ke China naik 7,3% pada tahun 2020, tapi negara itu melaporkan jumlah kasus Covid-19 OVID -19 harian tertinggi dalam lebih dari 10 bulan terakhir pada hari Jumat. Lockdown diberlakukan terhadap lebih dari 28 juta orang.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,32 (-2,34%), menjadi USD 55,10 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,21 (-2,26%), menjadi USD 52,36 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga menutup pekan lalu dengan membukukan penurunan. Harga emas mengarah ke pelemahan pekan kedua berturut-turut, seiring berlanjutnya kenaikan indeks dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang bertahan mendekati level tertinggi 10-bulan, yang dicapai awal pekan lalu, menekan harga emas.

Analis mengatakan secara teknikal emas memiliki support yang solid di kisaran USD 1.775, dan penurunan ke level tersebut dapat memicu pembelian. Harga logal berharga lainnya; perak turun 3,5% menjadi USD 24,63 per ounce, platinum merosot 3,9% menjadi USD 1.074,63, dan paladium merosot 0,8% menjadi USD 2.389,88.

  • Harga emas di pasar spot turun 1% menjadi USD1.827,90 per ounce.

  • Harga emas berjangka merosot 1,2% ke harga USD1.829,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author