Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Bergerak di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Bergerak di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 15 January 2021


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (15/1), bursa saham Asia dibuka menguat namun berlanjut variatif berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa, yang melemah pada penutupan bursa saham Wall Street. Investor mencermati rilis paket stimulus Presiden AS terpilih Joe Biden senilai USD1,9 triliun. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang naik 0,18%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%, dan berlanjut naik 0,33% (22,10 poin) menjadi 6.737,40 pada pukul 8:25 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,9%, jelang keputusan suku bunga Bank of Korea, namun berlanjut anjlok 1,25% ke level 3.112,09.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,20% (-56,48 poin) menjadi 28.641,78, setelah dibuka bertambah 0,17%, meski Topix melemah 0,1%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,36% (-102,49 poin) menjadi 28.394,37 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit bertambah 0,01% di posisi 3.566,28.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup melemah 0,11% menjadi 6.428. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 1,01% menjadi USD24,91.
Beberapa analis memperkirakan , pergerakan IHSG hari ini berisiko melanjutkan konsolidasi dengan proses penurunan jangka pendek. Namun rilis stabilitas data neraca perdagangan bisa menjadi sentimen positif. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya indikasi koreksi wajar rentang konsolidasi.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, posisi IHSG yang sudah jenuh beli rawan terkena aksi ambil untung, dan terkoreksinya harga CPO dan batu bara diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar. Sementara keluarnya detil stimulus fiskal di Amerika, dan adanya peluang surplus neraca perdagangan sebesar US$ 2.5 miliar diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6,390 dan  resistance  di level 6,470. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: AALI (Buy). Support: Rp12,150, Resist: Rp12,650, BBCA (Buy on Weakness). Support: Rp34,800, Resist: Rp35,700, PTPP (Buy on Weakness). Support: Rp2,000, Resist: Rp2,110, 

    MNCN (Buy). Support: Rp1,210 , Resist: Rp1,270

  • ETF: XIHD (Sell). Support: Rp483, Resist: Rp491, XPFT (Sell). Support: Rp545, Resist: Rp553, 

    XMTS (Sell). Support: Rp486, Resist: Rp494.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi ini ditutup melemah, saham teknologi melorot karena  trader  menunggu menunggu Presiden terpilih Joe Biden mengungkapkan rencana stimulus"American Rescue Plan",yang nilainya diperkirakan bisa mencapai USD2 triliun. proposal tersebut antara lain mencakup tambahan pembayaran pengangguran federal hingga USD400 per pekan, yang diperpanjang hingga September, pembayaran langsung ke banyak warga negara AS sebesar USD1.400, bantuan USD350 miliar untuk pemerintah negara bagian dan lokal , USD70 miliar untuk porgram vaksinasi Covid dan kenaikan upah minimum federal menjadi USD15 per jam.
Sentimen pasar sempat mendapat dorongan di awal sesi setelah rilis data uji coba vaksin virus korona satu dosis Johnson & Johnson yang diklaim aman dan menghasilkan respons kekebalan yang menjanjikan. Saham Johnson & Johnson melambung 1,8%. Namun, investor merespon negatif data klaim tunjangan pengangguran yang melonjak menjadi 965.000 pekan lalu, lebih tinggi dari perkiraan 800.000 klaim baru. Saham Facebook anjlok 2,4%. Amazon, Netflix, Microsoft, dan Apple semuanya merosot lebih dari 1%. Alphabet turun 0,9%.
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,22% (-68,95 poin) menjadi 30.991,52.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,12% (-16,31 poin) ke posisi 13.112,64.

  • S&P 500 turun 0,38% (-14,30 poin) ke level 3.795,54.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat, karena harapan stimulus fiskal dari pemerintahan baru AS serta berita vaksin Covid-19 yang positif. Pasar Eropa memulai hari perdagangan dengan hati-hati, karena investor memantau pertempuran untuk mengatasi lonjakan kasus virus korona.Kabar baik tentang vaksin muncul ketika data uji coba awal vaksin Covid sekali suntik Johnson & Johnson aman dan menghasilkan respons kekebalan terhadap relawan muda dan lanjut usia. Investor juga memantau gejolak politik di AS setelah anggota DPR memilih untuk memakzulkan Donald Trump untuk kedua kalinya. Mayoritas bipartisan menuduhnya menghasut kerusuhan di Capitol Hill pekan lalu. Rilis data ekonomi Jerman menyusut 5% pada 2020, mengalahkan prediksi ekonom -5,1%.
Indeks STOXX 600 melaju 0,72% menjadi 412,00, dipimpin lonjakan harga saham  travel and leisure sebesar  1,9%. Namun harga saham sektor utilitas turun 0,4%. Perusahaan semikonduktor Belanda, ASM International, melesat 7,6% setelah Barclays menaikkan target harganya. Saham Carrefour anjlok 2,5% setelah Menteri Tenaga Kerja Prancis menentang usulan pengambilalihan oleh Alimentation Couche-Tard, Kanada.
  • DAX 30 Jerman naik 0,35% (48,99 poin) menjadi 13.988,70.

  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,84% (56,44 poin) ke level 6.801,96.

  • CAC 40 Prancis bertambah 0,33% (18,47%) ke posisi 5.681,14.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Dolar diperdagangkan lebih tinggi untuk sebagian besar sesi, sejalan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury, di tengah ekspektasi optimistis tentang stimulus fiskal Presiden terpilih Joe Biden. Tetapi dolar berubah arah saat Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi masih jauh dari tujuan The Fed dan dia tidak melihat alasan untuk mengubah sikapnya yang sangat akomodatif. Powell menyatakan tidak akan segera menaikkan suku bunga dan menolak saran untuk mulai mengurangi pembelian obligasi dalam waktu dekat.
Euro melemah terbebani oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan lebih ketat memantau nilai tukarnya karena sudah melonjak sekitar 6,3% selama enam bulan terakhir. Namun dolar melemah terhadap yen, frank dan poundsterling. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,13% menjadi di 90,24.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21550.000.00%6:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3687-0.0002-0.01%6:26 PM
Yen (USD-JPY)103.800.000.00%6:26 PM
Yuan (USD-CNY)6.47450.0062+0.10%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,059.00-1.00-0.01%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/1/2021 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, didorong depresiasi dolar dan sinyal  bullish  data impor China. Namun laju harga minyak tertahan oleh kekhawatiran baru tentang permintaan minyak global seiring melonjaknya kasus virus korona di Eropa dan  lockdown  di China. Indeks Dolar AS merosot setelah Chairman Federal Reserve, Jerome Powell mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. OPEC mempertahankan perkiraan permintaan dunia; konsumsi minyak akan naik 5,9 juta barel per hari tahun ini menjadi 95,91 juta bph, setelah rekor kontraksi 9,75 juta bph pada 2020 akibat pandemi.
Total impor minyak mentah China melonjak 7,3% pada 2020, dengan mencatatkan rekor impor di kuartal kedua dan ketiga karena pengilangan meningkatkan operasi dan harga yang rendah mendorong penimbunan. Namun, konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu melaporkan lonjakan harian terbesar dalam kasus Covid-19 dalam lebih dari 10 bulan. Pemerintah di seluruh Eropa mengumumkan penguncian virus korona yang lebih ketat dan lebih lama, dan vaksinasi diperkirakan tidak akan berdampak signifikan untuk beberapa bulan ke depan.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 36 sen (0,6%) menjadi USD56,42 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 66 sen (1,3%) menjadi USD53,57 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup melemah, namun menguat di pasar spot. Komentar Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, memperkuat harapan seputar lingkungan suku bunga yang lebih rendah, dan prospek lebih banyak stimulus AS juga mengangkat daya tarik  bullion  sebagai lindung nilai inflasi.
Namun kenaikan  yield  surat utang AS menekan harga emas berjangka karena mendongkrak  opportunity cost e mas yang tidak memberikan imbal hasil. Harga logam berharga lainnya; perak melejit 1,7% menjadi USD25,57 per ounce, platinum melambung 1,5% menjadi USD1.109,98, dan paladium naik 0,3% menjadi USD2.391,08.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.848,22 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah 0,2% menjadi USD1.851,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author