Bursa Sore: Market Asia Terhenti Mewaspadai Krisis Politik USA, IHSG Belum Terbendung

Bursa Sore: Market Asia Terhenti Mewaspadai Krisis Politik USA, IHSG Belum Terbendung

Posted by Written on 11 January 2021


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terus merangkak naik hingga akhir perdagangan hari Senin (11/1). IHSG menguat signifikan 2,00 persen (+125 poin) ke posisi 6.382.

Indeks LQ45 +2,22% ke 1.001

Indeks IDX30 +2,38% ke 538.

Indeks IDX80 +1,75% ke 144.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,62% ke 671.

Indeks Kompas100 +2,04% ke 1,294.

Indeks Sri Kehati +2,82% ke 395.

Indeks SMInfra18 +0,13% ke 323.

Saham Teraktif: BEKSBRISKRASBBCADILDAGROBBKP

Saham Top Gainers LQ45: KLBFMIKAPWONBBRIADROBMRIBBCA

Saham Top Losers LQ45: TBIGPTPPAKRAEXCLINDFANTMPGAS

Nilai transaksi Rp23,68 triliun. Volume perdagangan sebanyak 323,93 juta lot saham. Investor asing net buy Rp2,74 triliun.

Nilai tukar rupiah drop 0,75 persen ke level Rp14.125 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia rehat dari zona penguatan pada perdagangan hari Senin (11/1) seiring triliunan dolar AS rencana stimulus fiskal USA yang baru ditetapkan akan diumumkan pekan ini. Hal ini memicu perdagangan reflasi global.

Para investor mewaspadai situasi politik USA karena tekanan meningkat untuk memecat Presiden Donald Trump meskipun membutuhkan waktu lama.

Analis dari ANZ, Richard Yetsenga menilai Asia telah melewati krisis global kedua. "Pertumbuhan Asia lebih kuat, sebagian besar demografi dan tingkat utang yang lebih baik daripada negara-negara maju," ujarnya.

Bursa saham Korsel finis ke zona merah setelah sempat menjadi bintang se-regional pada perdagangan pekan pertama 2021. Indeks Kospi drop 0,12 persen ke level 3.148. Saham Hyundai Motor naik 8,74 persen. Kia Motors naik 2,64 persen. Hyundai Mobis dan Hyundai Glovis tumbang masing-masing 1,95 persen dan 3,73 persen.

Pasar saham China dalam tekanan. Indeks Shanghai Composite melemah 1,08 persen ke 3.531. Indeks Shenzhen Component melorot 1,331 persen ke 15.115. Inflasi di tingkat produsen China periode Desember yang dirilis hari ini, turun 0,4 persen (YoY). Angka inflasi itu lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 0,8 persen. Sedangkan inflasi di tingkat konsumen naik 0,2 persen (YoY) lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,1 persen.

Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng melandai ke 27.902. Adapun Indeks ASX200 di pasar saham Australia melemah 0,9 persen ke level 6.697.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) turun 0,14 persen. Bursa saham Jepang libur nasional.
Indeks dolar AS melaju ke level 90,325 dari posisi sebelumnya pada level 89,4.
Kurs yen turun ke 104,11 terhadap USD dibanding level sebelumnya di posisi 103.
Nilai tukar dolar Australia di posisi $0,7707 atau melemah terhadap USD dari level sebelumnya di $0,78.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bertengger di zona penguatan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (11/1) pagi waktu setempat. Pasar Eropa mengekor trend yang terjadi di pasar Asia.
Indeks DAX +0,58% pada posisi 14.049.
Indeks FTSE +0,24% di level 6.873.
Indeks CAC +0,65% ke posisi 5.706.

Minyak
Harga minyak tergelincir jatuh saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (11/1) di pasar komoditas Asia seiring kekhawatiran baru tentang demand BBM global di tengah lockdown ketat di Eropa serta pembatasan baru di China. Negara China adalah pengguna minyak terbesar kedua di dunia.
Minyak WTI drop 52 sen ke harga USD51,72 per barel. Minyak Brent melorot 78 sen ke harga USD55,21 per barel. (pkl 07.58 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author