Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Bullish Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Bullish Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Posted by Written on 11 January 2021


Ipotnews - Mengawali pekan kedua Januari, Senin (11/1), bursa saham Asia dibuka dibuka  mixed.  Investor menunggu rilis data inflasi Desember, China. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang naik 0,22%. Bursa saham Jepang hari libur.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,31%, di tengah lonjakan harga saham energi. Santos dan Beach Energy masing-masing melesat 4,10% dan 2,09%. Indeks berlanjut turun 0,40% (-27,20 poin) menjadi 6.730,70 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melaju kencang 2,16% ke level 3.220,11, setelah dibuka melejit 2,35%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% (125,76 poin) menjadi 28.003,98 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,03% di posisi 3.571,32.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan bursa saham Asia yang cenderung menguat, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan melonjak 1,69% ke level 6.322. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 2,98% ke posisi USD24,52.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren  bullish,  berpeluang menguat. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  menguji level resistance 6.400 dengan sinyal jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, prospek akan adanya stimulus yang lebih besar di Amerika dan hasil studi awal bahwa vaksin Pfizer & BioNtech masih efektif menangani mutasi virus covid19 yang berasal dari Inggris dan Afrika Selatan diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu optimisme investor menjelang dilaksanakannya program vaksinasi nasional dan naiknya beberapa komoditas, berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6,190 dan  resistance  di level 6,330. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy). Support: Rp6,450, Resist: Rp6,650, ERAA (Buy). Support: Rp2,330, Resist: Rp2,410, 

    EXCL (Buy). Support: Rp2,750, Resist: Rp2,870, BJBR (Buy). Support: Rp1,620, Resist: Rp1,690.

  • ETF: XBLQ (Buy). Support: Rp470, Resist: Rp488, XIPI (Buy). Support: Rp180, Resist: Rp186, 

    XPLC (Buy). Support: Rp460, Resist: Rp482.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan level tertinggi baru, seiring meningkatnya harapan gelontoran stimulus fiskal akan lebih besar AS. Presiden AS terpilih, Joe Biden mengatakan paket ekonominya juga akan bernilai triliunan dolar, mencakup asuransi pengangguran dan penangguhan sewa, dan akan diumumkan Kamis depan. Pernyataan Biden sempat terganggu oleh pernyataan Senator AS dari Partai Demokrat Joe Manchin menentang stimulus yang terlalu besar sebelum pandemi virus korona tertangani. Pelaku pasar mengamati rencana Demokrat di Kongres untuk menerapkan artikel pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump pada Senin ini, setelah pendukungnya menyerbu Capitol AS, Rabu lalu.

Rilis data tenaga kerja AS periode Desember yang menurun untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. AS kehilangan lapangan kerja sebanyak 144.000, jauh di bawah ekspektasi penambahan 50.000 lapangan kerja baru. Saham Coca-Cola melaju 2,2%, seiring kenaikan harga saham sektor konsumer dan real estat lebih dari 1%. Namun harga saham sektor keuangan, material dan industri melemah 1 persen, setelah mengungguli sektor lain dan mencapai level rekor pada pekan lalu. Saham Tesla Inc melesat 7,8% membukukan kapitalisasi pasar lebih dari USD800 miliar untuk pertama kalinya. Saham Baidu melambung 15,6% karena setelah dikabarkan akan membentuk perusahaan pembuat kendaraan listrik. Secara mingguan, Indeks S&P 500 melonjak 1,83%, Dow Jones dan Nasdaq melejit 1,61% dan 2,43%.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,18% (56,84 poin) menjadi 31.097,97.

  • S&P 500 naik 0,55% (20,89 poin) ke posisi 3.824,68.

  • Nasdaq Composite melaju 1,03% (134,50 poin) ke level 13.201,98.
Bursa saham utama Eropajuga mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan, terbaik sejal November tahun lalu, diukung rilis data ekonomi Eropa yang lebih baik dari perkiraan, dan harapan stimulus fiskal AS yang lebih besar. 

Survei bulanan Komisi Eropa menunjukkan sentimen ekonomi di zona euro meningkat pada bulan Desember, tetapi inflasi bertahan di wilayah negatif, memperkuat ekspektasi akan kebijakan moneter yang longgar. Rilis angka pengangguran zona euro pada November turun menjadi 8,3% dari 8.4% di Oktober. Bursa saham Jerman berjaya setelah rilis data kenaikan output industri dan ekspor pada November yang lebih baik dari perkiraan. Indeks STOXX 600 melaju 0,66% menjadi 411,17, memperkuat kenaikan mingguan pertama di 2021 sebesar 3%.

Saham teknologi memimpin kenaikan. Emiten pembuat chip Infineon, AMS dan ASM International melesat 1,6% dan 6,9% setelah Micron Technology Inc dan Samsung Electronics Co Ltd melaporkan laba yang kuat. Sektor perjalanan dan wisata menguat setelah saham grup jasa katering dan makanan Prancis Sodexo melesat 10,5%. Saham sektor pertambangan yang sensitif secara ekonomi melonjak 11,5% sepanjang pekan lalu, kinerja terbaik sejak April 2016. Saham sektor minyak dan gas melompat 9,5% dibanding pekan sebelumnya. Kejatuhan harga saham retailer Marks & Spencer sebesar 2,4% meredam penguatan indeks FTSE 100 Inggris. 

Harga saham Credit Suisse terperosok 3,6% setelah memperkirakan kerugian bersih kuartal IV.

FTSE 100 Inggris menguat 0,24% (16,3 poin) menjadi 6.873,26.

DAX 30 Jerman naik 0,58% (81,29 poin) ke posisi 14.049,53.

CAC 40 Paris meningkat 0,65% (37,03 poin) ke level 5.706,88.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu berbalik menguat, setelah rilis data penggajian AS periode Desember yang suram, sehingga meningkatkan ekspektasi kebijakan stimulus lanjutan. Data   payrolls  non pertanian berkurang 140.000 pada Desember, penurunan pertama dalam delapan bulan, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 71.000. Tingkat pengangguran mencapai 6,7%. Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan laporan pekerjaan menunjukkan warga negara AS membutuhkan bantuan segera bahkan dengan pembiayaan defisit.

Greenback  naik dari level terendah hampir tiga tahun, pada Kamis lalu, karena kenaikan imbal hasil obligasi AS yang memicu aksi ambil untung terutama terhadap euro. Euro dan poundsterling melemah terhadap dolar. 

Indeks dolar (indeks DXY) yang mengukur kurs   greenback   terhadap enam mata uang negara maju naik 0,35% menjadi 90,117. Indeks dolar ajlok 7% sepanjang 2020 dan sebanyak 0,9% dalam beberapa hari pertama 2021, karena ekspektasi stimulus fiskal AS. Namun setelah mencapai level terendah sejak Maret 2018,  greenback  naik 1,2% dalam dua sesi.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2218-0.0054-0.44%1/8/2021
Poundsterling (GBP-USD)1.3567-0.0001-0.01%1/8/2021
Yen (USD-JPY)103.940.13+0.13%1/8/2021
Yuan (USD-CNY)6.4745-0.0036-0.06%1/8/2021
Rupiah (USD-IDR)14,020.00110.00+0.79%1/8/2021

Sumber : Bloomberg.com, 8/1/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan meraih posisi tertinggi dalam setahun terakhir. Harga minyak juga menguat secara mingguan, lebih dari 6%, ditopang oleh janji Arab Saudi untuk memangkas produksi serta lonjakan kuat di pasar saham.

Analis mengatakan komitmen Arab Saudi untuk mengurangi produksi tambahan secara sukarela sebesar 1 juta bph akan menjaga keseimbangan pasar meskipun ada kekhawatiran tentang  lockdown  akibat Covid. Harga minyak diperkirakan akan mengalami koreksi dalam beberapa bulan mendatang jika permintaan bahan bakar tetap terbatas, akibat pandemi Covid yang melemahkan prospek pemulihan permintaan energi pada paruh pertama 2021.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 94 sen (1,8%) menjadi USD55,35 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,41 (2,8%) menjadi USD 52,24 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutu pekan lalu dengan menurun tajam, sekaligus mencatatkan pekan terburuk sejak November. Kontrol Demokrat terhadap Senat AS telah menaikkan spekulasi gelontoran stimulus besar, mengangkat imbal hasil obligasi tenor 10 tahun ke level tertinggi sejak Maret, menekan harga emas hingga mencapai USD1.828,36 di pasar spot. Analis mengatakan, setelah emas menembus di bawah USD 1.900, beberapa pedagang terus mengeksekusi momentum jual. 

Analis juga mengatakan beberapa investor mengalihkan dananya ke Bitcoin yang tengah meroket.

Harga logam berharga lainnya; perak longsor 7,3% ke level USD25,14 per ounce, setelah jatuh sebanyak 9,8%, paladium anjlok 2,6% menjadi USD2.356,23 per ounce, platinum terperosok 5% ke posisi USD1.060,87 setelah sebelumnya terpangkas 6,2%.

  • Harga emas di pasar spot anjlok 3,6% ke posisi USD 1.843,06 per ounce.

  • Harga emas berjangka rontok 4,1% menjadi USD 1.835,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author