Bursa Pagi: Global-Regional Kembali Hijau, IHSG Bullish Berpeluang Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Kembali Hijau, IHSG Bullish Berpeluang Menguat Terbatas

Posted by Written on 08 January 2021


Ipotnews - Jelang akhir pekan pertama Januari, Jumat (8/1), bursa saham Asia dibuka dibuka menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Indeks saham Wall Street membukukan rekor penutupan tertinggi setelah kerusuhan di Gedung Capitol, AS yang mengawali pengesahan Joe Biden-Kemala Harris sebagai presiden dan wakil presiden AS oleh Kongres. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang naik 0,21%.

Pembukaan sesi perdagangan saham hari ini diawali dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,2%. Indeks berlanjut naik 0,35% (23,20 poin) menjadi 6.735,20 pada pukul 8:05 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,63% dan berlanjut melejit 1,78% ke level 3.085,53.Saham Hyundai Motor melambung 15%, setelah dikabarkan bersepakat dengan Apple untuk mengembangkan kendaraan listrik dan baterai.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,29% (355,87 poin) ke posisi 27.846,00, setelah dibuka melompat 0,89% dan Topix naik 0,35%. Rilis data belanja rumah tangga Jepang periode November meningkat 1,1% (yoy), jauh dari ekspektasi penurunan 1,5%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,30% (81,51 poin) menjadi 27.630,03 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka sedikit menguat 0,04% di posisi 3.577,49.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan manuvernyaa di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 1,44% ke level 6.154. Namun harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot 0,79% menjadi USD 23,81.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren  bullish , berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, bergerak terkonsolidasi menuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, disahkannya kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS memperbesar peluang adanya stimulus tambahan, dan berkembangnya industri baterai serta kendaran listrik diprediksi masih akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah , nikel dan batu bara berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksikan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6,090 dan  resistance  di level 6,215. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ACES (Buy). Support: Rp1,755, Resist: Rp1,805, ISAT (Buy). Support: Rp5,525, Resist: Rp6,275, 

    SMGR (Buy). Support: Rp12,050, Resist: Rp12,550, BBKP (Buy). Support: Rp600, Resist: Rp630.

  • ETF: XIJI (Buy). Support: Rp646, Resist: Rp674, XCLQ (Buy). Support: Rp788, Resist: Rp848, 

    XPFT (Buy). Support: Rp332, Resist: Rp346.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan bertengger di level tertinggi sepanjang masa, setelah Kongres mengonfirmasi terpilihnya Joe Biden sebagai presiden dan  trader  mengabaikan kerusuhan di Gedung Capitol. Kongres berkumpul kembali untuk melanjutkan proses untuk mengonfirmasi kemenangan Biden, setelah Gedung Capitol diamankan. DPR dan Senat memblokir upaya untuk menolak mengesahkan suara Electoral College dari Arizona dan Pennsylvania. Setelah Kongres mengkonfirmasi kemenangan Biden, Donald Trump menyatakan "akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari."

Untuk pertama kalinya Nasdaq ditutup di atas level 13.000, dan Dow Jones serta S&P 500 di atas 31.000 dan 3.800. Saham Microsoft dan Alphabet melejit lebih dari 2%, dan Apple melesat 3,4%. Saham Walgreens Boots Alliance melambung 5,2% dan JPMorgan Chase melesat 3,3%. Sektor teknologi dan  consumer discretionary melonjak  2,7% dan 1,8%. Rilis data klaim pengangguran awal berada di 787.000 pada pekan yang berakhir hingga 31 Desember, lebih rendah dari ekspektasi 815.000. Sentimen di Wall Street terangkat oleh rilis indeks aktivitas non manufaktur AS dari Institute for Supply Management yang naik menjadi 57,2 pada Desember dari 55,9 di November, lebih tinggi dari ekspektasi 54,5.

  • Nasdaq Composite melesat 2,56% (326,69 poin) ke level 13.067,48.

  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,69% (211,73 poin) menjadi 31.041,13.

  • S&P 500 melonjak 1,48% (55,65 poin) ke posisi 3.803,79.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di teritori positif, setelah Kongres AS mengonfirmasi terpilihnya Joe Biden sebagai presiden, setelah situasi dramatis ketika perusuh pro-Trump menyerbu Gedung Capitol AS. Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris mengantongi 306 suara di Electoral College, 36 lebih dari yang dibutuhkan untuk mengamankan kemenangan Gedung Putih. Pasar sebagian besar tidak terpengaruh oleh gejolak di Washington, dan mengabaikan kerusuhan tersebut. Di Eropa, pandemi virus korona tetap menjadi perhatian utama. Inggris melaporkan lebih dari 50.000 kasus harian baru, Kamis, dan 1.162 kematian orang akibat virus tersebut.

Indeks STOXX 600 menguat 0,51% menjadi 408,49, dipimpin lonjakan harga saham sektor sumber daya dasar sebesar 2,8%, namun saham sektor perjalanan dan wisata anjlok 1,2%. Sentimen ekonomi zona euro, menurut Komisi Eropa membaik pada Desember, tetapi inflasi diperkirakan tetap negatif di kisaran -0,3%. Saham Lundin Energy melambung 10,5%, setelah menerima izin untuk mengebor sumur eksplorasi baru di Laut Utara Norwegia. Saham konsultan IT Prancis, Atos, rontok 13% setelah meluncurkan penawaran senilai USD10 miliar untuk saingannya, DXC Technology, AS.

DAX 30 Jerman naik 0,55% (76,27 poin) menjadi 13.968,24.

FTSE 100 Inggris bertambah 0,22% (15,10 poin) di posisi 6.856,96.

CAC 40 Prancis meningkat 0,70% (39,25 poin) ke level 5.669,85.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, dari level terendah sejak Maret 2018 ke posisi tertinggi dalam sepekan. Dolar bergerak ketika ratusan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol AS dalam upaya membalikkan kekalahan dalam pilpres. 

Investor melihat potensi kebangkitan ekonomi pada kuartal mendatang setelah sertifikasi kemenangan Presiden terpilih dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan spekulan euro melakukan  profit taking.  Kemenangan Biden meningkatkan ekspektasi untuk lebih banyak langkah-langkah stimulus fiskal guna mendongkrak prospek ekonomi dan mengangkat imbal hasil obligasi bertenor lebih lama.

Rilis data ekonomi AS memperlihatkan kondisi pasar tenaga kerja yang tertekan, meski ukuran aktivitas di industri jasa berakselerasi pada Desember. Namun, banyak analis mempertahankan prospek jangka panjang yang lebih lemah bagi dolar dan melihat kenaikan baru-baru ini sebagai pelepasan spekulasi  bearish  terhadap  greenback. Euro, poundsterling dan yuan melemah, i ndeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,53% menjadi 89,785


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.22720.00000.00%6:15 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3565-0.0003-0.02%6:15 PM
Yen (USD-JPY)103.830.02+0.02%6:15 PM
Yuan (USD-CNY)6.47810.0153+0.24%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,910.0015.00+0.11%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 7/1/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, menembus level tertinggi 11 bulan. Pasar tetap fokus pada janji Arab Saudi untuk meningkatkan pemotongan output dan kenaikan ekuitas, mengabaikan gejolak politik di AS. Tujuh kargo minyak mentah Laut Utara dibeli dan dijual melalui jendela perdagangan Platts, rekor transaksi yang dinilai mencerminkan pasokan yang lebih ketat.Harga minyak mentah sempat melemah ketika pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol AS, setelah Trump memerintahkan untuk memprotes sertifikasi Kongres atas kekalahannya dalam pilpres.

Investor meyakini Presiden terpilih Amerika, Joe Biden, akan mendapatkan sokongan untuk menggelontorkan anggaran lebih besar karena Partai Demokrat memiliki kendali atas kedua kamar di Kongres AS, yang akan meningkatkan permintaan bahan bakar minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 22 sen (0,41%) menjadi USD54,52 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 23 sen (0,45%) menjadi USD50,86 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah terbebani apresiasi dolar dan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi. Namun prospek stimulus fiskal lebih lanjut di bawah pemerintahan Demokrat membatasi penurunan emas. Harga tergelincir sebanyaknya 2,5% setelah mencapai level tertinggi sejak 9 November pada Rabu lalu, karena imbal hasil US Treasury 10-tahun melonjak lebih dari 1% untuk pertama kalinya sejak Maret. Indeks Dolar (Indeks DXY) rebound dari level terendah multi-tahun, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan anggota Senat Amerika memicu ekspektasi inflasi karena investor menaikkan spekulasi untuk lebih banyak stimulus fiskal. Analis mengatakan, di sisi teknikal, emas tidak lagi berada di wilayah 'jenuh beli' dan USD1.965 per ounce adalah level resistance utama. Harga logam berharga lainnya; perak turun 0,5% menjadi USD27,16 per ounce, platinum melejit 1,4% menjadi USD1.117,06, sementara paladium melemah 0,6% menjadi USD2.423,82.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.913,87 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,3% menjadi USD1.913,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author