Bursa Pagi: AS-Asia Memerah, IHSG Bearish dengan Sinyal Positif

Bursa Pagi: AS-Asia Memerah, IHSG Bearish dengan Sinyal Positif

Posted by Written on 30 December 2020


Ipotnews - Jelang akhir sesi perdagangan tahun ini, (Rabu 30/12), bursa saham Asia pagi ini dibuka melemah, terpengaruh oleh penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street. Ketidakjelasan tambahan paket bantuan pandemi di Senat AS, dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 yang tak kunjung mereda di AS terus membebani bursa saham. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang turun 0,16%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,9%. Indeks berlanjut merosot 0,85% (-57,10 poin) ke level 6.643,20 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,13%, dan berbalik menguat 0,17% menjadi 2.825,22.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tergelincir 0,78% (-215,70 poin) ke posisi 27.352,45, setelah dibuka turun 0,35% dan Topix melorot 0,7%.

Indeks Hang Seng, Hongkong melawan tekanan pelemahan dengan dibuka meningkat 0,48% (126,62 poin) menjadi 26.695,11 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite melemah 0,12% di posisi 3.375,01.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham Asia-Pasifik yang cenderung melemah, setelah gagal melanjutkan manuver di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup merosot 0,9% ke level 6.036. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,63% ke posisi USD23,57.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG pada sesi perdagangan terakhir tahun ini akan melanjutkan pola  bearish , namun berpeluang  technical rebound.  Sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya sinyal positif peluang penguatan namun dengan momentum yang cenderung  bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks di bursa Wall Street dan kekhawatiran investor akan kembali diberlakukannya PSBB ketat di Jakarta diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, cpo, timah dan emas, serta peluang terjadinya aksi  window dressing  menjelang tutup tahun berpeluang menjadi katalis positif.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,960 dan  resistance  di level 6,110. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ADHI (Buy). Support: Rp1,550,Resist: Rp1,630, PTPP (Buy). Support: Rp1,800, Resist: Rp1,890, 

    WSKT (Buy). Support: Rp1,420, Resist: Rp1,550, PTBA (Buy). Support: Rp2,840, Resist: Rp2,940.

  • ETF: XIHD (Sell). Support: Rp462, Resist: Rp468, XISI (Sell). Support: Rp334, Resist: Rp342, 

    XISR (Sell). Support: Rp376, Resist: Rp388.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, setelah menyentuh rekor tertinggi pada sesi pembukaan sepanjang masa ketika  trader  mempertimbangkan kemungkinan lebih banyak stimulus fiskal yang disetujui oleh Kongres AS. Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, memblokir upaya Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, untuk mempercepat RUU yang akan meningkatkan bantuan langsung kepada warga AS menjadi USD2.000 dari USD600. RUU itu disahkan DPR AS Senin malam dan Presiden AS Donald Trump mendesak agar pembayaran dipercepat.

Saham Apple dan Home Depot merosot lebih dari 1% memimpin penurunan indeks Dow Jones. Sebaliknya Intel melonjak 4,9% setelah CEO Third Point, mendesak perusahaan tersebut untuk mengeksplorasi opsi kesepakatannya. Meski melemah indeks saham menuju tutup tahun dengan penguatan signifikan. Sepanjang 2020, S&P 500 melesat 15,4%, Dow Jones melejit 6,3%. Nasdaq Composite melambung 43,2%. Jumlah kasus virus korona yang terus meningkat di AS menimbulkan keraguan atas pemulihan ekonomi negara itu. Selama seminggu terakhir, setidaknya 184.000 infeksi baru dilaporkan setiap hari di AS.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,22% (-68,30 poin) menjadi 30.335,67.
  • S&P 500 menyusut 0,22% (-8,32 poin) ke posisi 3.727,04.

  • Nasdaq Composite turun 0,38% (-49,20 poin) ke level 12.850,22.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat, melanjutkan reli di pasar saham Wall Street pada sesi sebelumnya setelah Trump menandatangani paket bantuan virus korona senilai USD900 miliar menjadi undang-undang. Sentimen positif di Eropa muncul setelah kesepakatan perdagangan Brexit disetujui antara Uni Eropa dan Inggris pada Malam Natal, 27 duta besar dari negara-negara anggota UE menyetujui kesepakatan yang akan diterapkan pada 1 Januari itu.

Indeks STOXX 600 meningkat 0,76% menjadi 401,61, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di wilayah positif. Saham AstraZeneca melesat 3,8%, salah satu yang mencatat kinerja terbaik di indeks FTSE , setelah muncul berita bahwa vaksin virus korona perusahaan itu akan segera disetujui untuk digunakan di Inggris pekan ini.

  • FTSE 100 Inggris melonjak 1,55% (100,54 poin) ke level 6.602,65.
  • CAC 40 Prancis meningkat 0,42% (23,41 poin) ke posisi 5.611,79.

  • DAX 30 Jerman melemah 0,21% (-28,91 poin) menjadi 13.761,38.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, setelah sebelumnya menyentuh level terendah lebih dari dua tahun terhadap euro. Investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan stimulus fiskal AS karena pemimpin Mayoritas Senat AS, Mitch McConnell, menolak untuk segera meningkatkan pembayaran bantuan Covid-19 menjadi USD2.000 dari USD600 dan akan mempelajari masalah itu terlebih dahulu. Perdagangan relatif tipis dengan banyak investor keluar antara liburan Natal dan Tahun Baru.

Investor berspekulasi  greenback  akan terus menurun - anjlok 6,77% sejauh tahun ini - di tengah ekspektasi Federal Reserve akan menahan suku bunga mendekati nol dan ekonomi Amerika akan berjuang untuk pulih kembali dari penutupan terkait virus korona. Euro menguat terhadap dolar AS didukung oleh kesepakatan perdagangan yang dicapai Inggris-UE pekan lalu. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,28% menjadi 89,99.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.22540.0005+0.04%6:40 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3502-0.0001-0.01%6:40 PM
Yen (USD-JPY)103.55-0.03-0.03%6:40 PM
Yuan (USD-CNY)6.5308-0.0063-0.10%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,130.00-25.00-0.18%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 29/12/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harapan bahwa AS akan meningkatkan dana bantuan pandemi, diyakini dapat memacu permintaan bahan bakar dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Kekhawatiran atas penguncian karena lonjakan kasus dan kemunculan varian baru virus korona membatasi kenaikan pasar minyak dalam jangka pendek.

Namun analis mengatakan, harga minyak bisa menguat karena program vaksinasi di seluruh dunia meningkat tahun depan. Pedagang memperkirakan rilis laporan stok minyak mentah AS terbaru, akan menunjukkan penurunan 2,6 juta barel pada pekan lalu, sementara stok produk olahan naik.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 38 sen (0,8%) menjadi USD48,00 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 30 sen (0,6%) menjadi USD51,16 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir menguat.

Prospek stimulus tambahan AS mendukung daya tarik emas dan membebani dolar. Parlemen akan membahas permintaan Trump untuk cek bantuan virus korona yang lebih besar. Mendekati akhir 2020, harga emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sudah melambung sekitar 24% sepanjang tahun ini, terutama didorong langkah-langkah stimulus yang diluncurkan di seluruh dunia untuk mengurangi kerusakan ekonomi akibat pandemi.

Analis memperkirakan, pasar yang lebih luas akan mengalami pemulihan pada taahun depan, namun kebijakan ekspansi fiskal dan moneter yang longgar akan mempertahankan harga emas di kisaran saat ini, antara USD1.850 hingga USD2.000 dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Harga logam berharga lainnya; perak menguat 0,1% menjadi USD26,12 per ounce, platinum melesat 1,5% menjadi USD1.046,26 per ounce, dan paladium stabil di USD2.322,80 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.877,75 per ounce.

  • Harga emas berjangka meningkat 0,1% menjadi USD1.882,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author