Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Bearish Berpeluang Rebound

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Bearish Berpeluang Rebound

Posted by Written on 28 December 2020


Ipotnews - Mengawali pekan terakhir, jelang tutup tahun 2020, Senin (28/12), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, didukung rilis data industrial China periode November yang meningkat 15,5% (yoy).

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang menguat 0,18%. Bursa saham Australia dan New Zealand masih libur.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks Nikkei 225, Jepang sebesar 0,32%, dan Topix bertambah 0,27%. Indeks menguat 0,28% (74,27 poin) menjadi 26.730,88 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,86% dan berlanjut naik 0,54% pada jam yang sama.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong membuka perdagangan hari ini dengan menurun 0,37% (-98,19 poin) ke level 26.288,37 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit melemah 0,01% di posisi 3.396,36.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan penguatan indeks acuan di bursa saham Asia, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu, (Kamis, 24/12) dengan penurunan 0,24% ke level 6.008. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melaju 0,96% menjadi USD23,20.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat didukung optimisme pasar yang masih cukup besar, meski masih menghadapi tekanan penurunan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  rebound  dengan momentum  bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kenaikan semua harga komoditas kecuali batubara diperkirakan akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kekhawatiran akan diberlakukannya PSBB ketat di DKI Jakarta setelah trenkasus baru Covid19 yang kian memburuk berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.

IHSG diprediksiakan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,960 dan  resistance  di level 6,060. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBRI (Buy). Support: Rp4,090,Resist: Rp4,230, BRPT (Buy). Support: Rp1,200, Resist: Rp1,250, 

    WSBP (Buy). Support: Rp256 , Resist: Rp276, SRIL (Buy). Support: Rp278, Resist: Rp290.

  • ETF: R-LQ45X (Sell). Support: Rp968, Resist: Rp986, XIPI (Buy). Support: Rp170, Resist: Rp178, 

    XPFT (Sell). Support: Rp507, Resist: Rp527.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pekan lalu , ditutup dengan membukukan kenaikan dalam perdagangan yang tipis jelang libur Natal. Bursa saham berakhir lebih awal pada pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (24/12). Sementara itu, pemerintahan AS kembali menghadapi risiko "shutdown", setelah Presiden AS Donald Trump menolak menandatangani paket bantuan virus korona senilai USD900 miliar yang disahkan Kongres dan menyebutnya sebagai keputusan yang "tidak pantas" karena hanya menyediakan cek bantuan langsung sebesar USD600, bukan USD2.000.

Sektor teknologi menampilkan kinerja terbaik dengan meningkat 0,8%, sementara sektor energi tercecer di urutan terakhir. Saham Alibaba rontok lebih dari 13% karena raksasa  e-commerce  yang berbasis di China itu menjadi target investigasi  antitrust  pemerintah China. Secara mingguan S&P 500 melemah 0,2%, di tengah aksi ambil untung hingga akhir tahun. Ketidakpastian stimulus AS juga mengurangi semangat investor jelang liburan. Dow dan Nasdaq menguat 0,1% dan 0,4% dibanding kahir pekan sebelumnya.Dalam empat hari perdagangan tersisa pada tahun ini, Nasdaq telah meroket lebih dari 42% sejak awal tahun. Sedangkan Dow dan S&P 500 melesat 5,8% dan 14,6%.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,20% (70,04 poin) menjadi 30.199,87.

  • S&P 500 naik 0,35% (13,05 poin) ke level 3.703,06.

  • Nasdaq Composite bertambah 0,26% (33,62 poin) ke posisi 12.804,73.
Bursa saham utama Eropa menutup perdagangan pekan lalu, Kamis (24/12), dengan bervariasi cenderung menguat dalam sesi perdagangan yang singkat dan ringan. Trader  optimistis kesepakatan perdagangan pasca-Brexit antara Uni Eropa dan Inggris akan tercapai. Konferensi pers yang dijadwalkan Kamis pagi ditunda karena kedua belah pihak menyelesaikan "teks kecil" kesepakatan tentang hak penangkapan ikan
Indeks STOXX 600 menguat 0,12% menjadi 395,98, ketika bursa saham Jerman dan Italia tutup menyambut Malam Natal. Saham sektor perbankan Inggris mencatat kinerja terbaik,. Saham Lloyds melesat 4%, Barclays melonjak 1,8% dan Natwest melompat 1,2%.

  • FTSE 100 Inggris naik tipis 0,10% (6,36 poin) menjadi 6.502,11.

  • CAC 40 Prancis melemah 0,10% (5,58 poin) di posisi 5.522,01.

  • IBEX Spanyol naik 0,47% (37,90 poin) ke level 8.111,50.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu (Kamis 24/12), ditutup sedikit melemah di tengah kenaikan poundsterling. Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan pasca-Brexit, tujuh hari sebelum Inggirs keluar dari salah satu blok perdagangan terbesar di dunia itu. Dengan meraih kesepakatan Brexit, Inggris menghindari kepergian dari UE dengan kekacauan, yang diperingatkan banyak investor akan memicu volatilitas lebih lanjut di pasar keuangan. Namun pada penutupan pasar, poundsterling hanya mencatatkan kenaikan tipis, karena  profit taking.

Pasar valas tampaknya mengabaikan 'serangan' Trump terhadap paket bantuan fiskal yang sebelumnya disahkan Kongres. Partai Republik dan Demokrat di DPR AS, memblokir upaya untuk menambahkan bantuan korona virus dan belanja pemerintah sebesar USD2,3 triliun, setelah Trump mendesak perubahan legislasi yang lebih ekstensif. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, turun tipis 0,11% menjadi 90,23. Sepanjang pekan lalu indeks DXY naik 0,4%, namun, sepanjang tahun ini, indeks DXY anjlok 6,4%, kinerja tahunan terburuk sejak 2017.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21930.0006+0.05%12/25/2020
Poundsterling (GBP-USD)1.35600.0002+0.01%12/25/2020
Yen (USD-JPY)103.43-0.22-0.21%12/25/2020
Yuan (USD-CNY)6.54180.0118+0.18%12/25/2020
Rupiah (USD-IDR)14,200.00-5.00-0.04%12/23/2020

Sumber : Bloomberg.com


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan kenaikan tipis, terdongkrak pembelian jelang akhir perdagangan dalam sesi perdagangan dengan volume yang rendah, sebelum liburan Natal. Pasar membukukan penguatan setelah Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan pasca-Brexit. Namun secara mingguan harga WTI merosot 1,6% sementara Brent anjlok 2%. Persediaan minyak AS hingga akhir pekan sebelumnya, (18/12), turun 562.000 barel, persediaan bensin dan produk detilasi juga turun.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 11 sen (0,23%) menjadi USD48,23 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 10 sen (0,2%) menjadi USD51,30 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga menutup pekan lalu dengan menguat dalam sesi perdagangan yang tipis jelang libur Natal. Investor tetap optimistis atas stimulus AS dan dolar diperkirakan akan cenderung setelah Inggris mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa. Investor umumnya mengabaikan laporan bahwa anggota parlemen AS memblokir upaya Trump untuk mengubah paket bantuan virus korona dan pengeluaran pemerintah senilai USD2,3 triliun.

Analis mengatakan meski ada kemunduran dalam negosiasi stimulus, AS ada kemungkinan besar stimulus akan disahkan di segera, sehingga akan mendukung harga emas sampai batas tertentu. Harga logam mulia lainnya; perak melesat 1% menjadi USD25,79 per ounce, platinum naik 0,7% menjadi USD1.022,08 per ounce dan paladium bertambah 0,8% menjadi USD2.341,20 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.878,41 per ounce.

  • Harga emas berjangka menguat 0,3% menjadi USD1.883,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author