Bursa Sore: Emiten Tambang Selamatkan IHSG, Market Regional Variatif

Bursa Sore: Emiten Tambang Selamatkan IHSG, Market Regional Variatif

Posted by Written on 13 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak fluktuatif hingga akhir perdagangan hari Jumat (13/11). IHSG naik tipis +0,04 persen (+2 poin) ke posisi 5.461.

Sektor tambang (mining) menjadi penyelamat laju IHSG saat menit-menit akhir setelah menguat 0,78 persen, menjadi sektor terkuat hari ini. Sementara sektor aneka industri (misc-ind) menjadi sektor yang paling menekan IHSG setelah tumbang 1,21 persen.

Indeks LQ45 +0,06% ke 867.

Indeks IDX30 +0,04% ke 473.

Indeks IDX80 +0,09% ke 123.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,73% ke 581.

Indeks Kompas100 +0,05% ke 1.104.

Indeks Sri Kehati +0,01% ke 349.

Indeks SMInfra18 +0,19% ke 264.

Saham Teraktif: PNBSBBRITLKMFRENBBNIAGROZINC

Saham Top Gainers LQ45: BBNISMRAPTPPPWONBTPSMNCNACES

Saham Top Losers LQ45: BBCAUNVRINCOJSMRICBPADROITMG

Nilai transaksi Rp8,76 triliun. Volume perdagangan sebanyak 124,81 juta lot saham. Investor asing net sell Rp237,85 triliun.

Nilai tukar rupiah stagnan ke level Rp14.170 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Pasar Saham Asia mixed pada akhir perdagangan hari Jumat (13/11) seiring kasus infeksi virus corona yang terus meningkat di USA, merusak optimisme terhadap kabar positif dari perkembangan vaksin covid-19.

Investor fokus situasi virus corona di USA seiring kasus infeksi harian baru terus meningkat. Chairman the Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa beberapa bulan ke depan bisa menjadi tantangan meskipun terdapat perkembangan uji coba vaksin covid-19.

Analis pada lembaga Frazis Capital Partners, Michael Frazis menilai pasar mendapati gelombang kedua virus corona, rangkaian baru lockdown yang merupakan masalah yang jelas di dunia. "Tapi pada saat yang sama, pelaku pasar memiliki bukti terkuat bahwa terdapat vaksin dan banyak orang akan divaksinasi selama beberapa bulan mendatang," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Market saham China berakhir di zona pelemahan. Indeks Shanghai Composite drop 0,86 persen ke 3.310. Indeks Shenzhen Component melemah 0,272 persen ke level 13.754.

Sementara di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng melorot 0,43 persen saat final perdagangan. Saham teknologi unggulan, Tencent menguat 3,29 persen. Manajemen perusahaan tersebut mengumumkan laba kuartalan naik lebih dari 80 persen dari tahun lalu.
Pasar saham Jepang melemah. Indeks Nikkei 225 bergerak turun 0,53 persen ke arah posisi 25.385. Indeks Topix melorot 1,33 persen di level 1.703.
Indeks Kospi di bursa Korsel juga melaju naik sebesar 0,74 persen dan menetap ke level 2.493. Di pasar saham Taiwan, Indeks Taiex mendaki naik 0,39 persen di posisi 13.273.
Di bursa saham Australia, Indeks S&P/ASX200 tertekan sebesar 0,2 persen dan ditutup ke posisi 6.405. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak menguat sebesar 0,18 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke posisi 92,937 dari level sebelumnya di 92,8.
Kurs yen drop di posisi 105,01 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia bangkit ke $0,723 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,7219.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa bergerak variatif saat menit-menit awal pada perdagangan hari hari Jumat (13/11) pagi waktu setempat seusai Presiden terpilih USA Joe Biden telah diperkirakan memenangkan pertarungan ketat di negara bagian Arizona, memperkokoh langkahnya menuju Gedung Putih.
Indeks DAX +51 poin pada posisi 13.032.
Indeks FTSE -51 poin di level 6.295.
Indeks CAC -27 poin ke posisi 5.345.

Minyak
Harga minyak tergelincir turun saat sesi sore pada perdagangan hari Jumat (13/11) di pasar komoditas Asia, tertekan oleh pemulihan ekonomi global yang lambat serta penurunan demand akibat naiknya kasus infeksi virus corona.
Minyak WTI drop 66 sen ke harga USD40,46 per barel. Minyak Brent down 51 sen ke harga USD43,02 per barel. (pkl 07.41 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author