Bursa Sore: Saham Finansial Jadi Target Realisasi Profit, IHSG Tergerus

Bursa Sore: Saham Finansial Jadi Target Realisasi Profit, IHSG Tergerus

Posted by Written on 12 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkikis ke zona merah hingga akhir perdagangan hari Kamis (12/11). IHSG terkoreksi turun -0,92 persen (-51 poin) ke posisi 5.458. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG konsisten berada di zona merah.

Sektor saham finansial dan properti paling tertekan pada perdagangan hari ini. Sektor finansial menukik paling curam sebesar, turun 2,13 persen diikuti sektor properti yang tergerus sebesar 1,57 persen.

Indeks LQ45 -1,52% ke 866.

Indeks IDX30 -1,54% ke 472.

Indeks IDX80 -1,21% ke 123.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,16% ke 585.

Indeks Kompas100 -1,15% ke 1.104.

Indeks Sri Kehati -1,63% ke 349.

Indeks SMInfra18 -1,27% ke 263.

Saham Teraktif: BBRIGIAATLKMBBNIFRENBMRI, TOWR

Saham Top Gainers LQ45: ICBPINDFCPINSMGRTOWRKLBFJSMR

Saham Top Losers LQ45: BTPSBBTNSCMAJPFAERAAWIKAMDKA

Nilai transaksi Rp10,31 triliun. Volume perdagangan sebanyak 187,56 juta lot saham. Investor asing net buy Rp256,26 triliun.

Nilai tukar rupiah turun 0,60 persen ke level Rp14.170 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Penguatan market saham Asia terkikis disertai aktivitas trading yang fluktuatif saat finis perdagangan hari Kamis (12/11). Para pemodal di bursa regional menanti rincian lebih lanjut tentang apakah perusahaan farmasi dapat mengembangkan vaksin virus corona.

Analis UBS Securities Regional Jepang, Daiju Aoki melihat pasar menanti kabar tentang virus sehingga ini adalah sulit bagi investor melepas saham. "Ekspektasi tersebut dapat mempertahankan posisi pasar saham dalam beberapa pekan ke depan. Tetapi masih terdapat pertanyaan tentang efektivitas vaksin serta tentang kebijakan fiskal di USA. Kita bisa melihat koreksi di awal tahun depan," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Jepang berakhir mixed. Indeks Nikkei 225 naik 0,68 persen di level 25.520 dan Indeks Topix melorot 0,16 persen ke 1.726. Indeks Kospi di bursa Korsel juga melemah sebesar 0,41 persen ke arah posisi 2.475.

Market saham China juga bergerak mixed saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,11 persen ke 3.338. Indeks Shenzhen Component menguat 0,524 persen ke 13.792. Pelemahan juga terjadi saat final sesi di bursa Hong Kong yang mana Indeks Hang Seng turun 0,29 persen.
Di bursa saham Australia, Indeks S&P/ASX200 tertekan sebesar 0,49 persen di level 6.418. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak melemah tipis 0,1 persen.
Saham-saham tekno regional rebound setelah turun signifikan pada perdagangan kemarin, mengekor rebound emiten sejenis di Wall Street. Raksasa tekno regional asal China, Tencent menguat 5,54 persen. Xiaomi melonjak 2,67 persen. JD.com naik 8,67 persen. Alibaba melesat 2,42 persen.
Sedangkan di pasar saham Tokyo, Softbank Group melompat 1,49 persen. Nintendo juga menguat sebesar 4,3 persen. Sementara di pasar saham Korsel, saham Kakao menguat 0,56 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke posisi 93,102 dari level sebelumnya di 92,924.
Kurs yen drop di posisi 105,27 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke $0,7261 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,73.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (12/11) pagi waktu setempat, berlawanan dengan tren positif yang terlihat di market Asia karena ditopang saham tekno.
Indeks DAX -115 poin ke level 13.113.
Indeks FTSE -71 poin pada posisi 6.316.
Indeks CAC -52 poin di level 5.400.

Minyak
Harga minyak menguat saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (12/11) di pasar komoditas Asia di tengah tumbuhnya harapan bahwa produsen penting minyak di dunia akan menunda kenaikan pasokan yang sudah direncanakan seiring lonjakan kasus virus corona yang berdampak terhadap demand BBM.
Minyak WTI naik 17 sen ke harga USD41,62 per barel. Minyak Brent up 7 sen ke harga USD43,87 per barel. (pkl 07.32 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author