Bursa Sore: Meski Transaksi Marak, IHSG Gagal Melambung Lebih Tinggi

Bursa Sore: Meski Transaksi Marak, IHSG Gagal Melambung Lebih Tinggi

Posted by Written on 11 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih mampu bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan hari Rabu (11/11). Posisi IHSG tetap berada di level 5.509 setelah naik 0,86 persen (+46 poin), level yang sama seperti saat rehat perdagangan sesi I.
Indeks LQ45 +1,86% ke 880.
Indeks IDX30 +2,20% ke 480.
Indeks IDX80 +1,71% ke 125.
Jakarta Islamic Indes (JII) +1,83% ke 586.
Indeks Kompas100 +1,14% ke 1.117.
Indeks Sri Kehati +1,99% ke 355.
Indeks SMInfra18 +2,74% ke 266.
Saham Teraktif: TLKMBBRITOWRBRISTINSANTMBBNI

Saham Top Gainers LQ45: TLKMEXCLADROSMGRASIIINTPUNTR

Saham Top Losers LQ45: GGRMANTMBBTNUNVRICBPMDKACTRA

Nilai transaksi Rp16,37 triliun. Volume perdagangan sebanyak 200,85 juta lot saham. Investor asing net buy Rp2,02 triliun.
Nilai tukar rupiah turun 0,20 persen ke level Rp14.085 terhadap USD (03.45 PM).

Bursa Asia
Sebagian besar indeks saham di market Asia ke zona hijau pada perdagangan hari Rabu (11/11) seiring kabar baik hasil uji vaksin corona yang tampak mendorong investor agar tidak khawatir terhadap lonjakan kasus baru infeksi virus corona.
Investor kemungkinan tetap fokus pada perkembangan situasi pandemi corona menyusul kabar positif pada awal pekan yang dirilis Pfizer dan BioNTech tentang vaksin virus corona yang potensial. Sedangkan angka kasus infeksi corona global masih terus naik secara cepat.
Analis pada National Australia Bank, Rodrigo Catril menilai terdapat rotasi sentimen di pasar saham. Menurut Catril, pengembangan vaksin baru-baru ini dari Pfizer dan BioNTech telah memicu valuasi ulang prospek pasar tahun depan.
Lebih lanjut kata Catril, saham raksasa teknologi yang telah diuntungkan perubahan perilaku akibat pandemi corona (perilaku WFH sebagai contoh utama) sekarang tidak disukai. Sedangkan saham-saham kapitalisasi kecil dan paling terpengaruh kebijakan pembatasan sosial telah unggul.
Pasar saham Jepang berakhir di teritori positif. Indeks Nikkei 225 naik 1,78 persen ke level 25.349 dan Indeks Topix melaju 1,66 persen ke 1.729. Indeks Kospi di bursa Korsel melaju sebesar 1,35 persen pada level 2.485.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melaju tipis 0,1 persen saat final perdagangan. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia menguat 1,72 persen ke posisi 6.649.
Market saham China bergerak melemah di akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,35 persen ke level 3.342. Indeks Shenzhen Component melorot 1,952 persen ke 13.720.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak positif, naik 0,34 persen.
Emiten teknologi di pasar Asia jadi perhatian para investor setelah saham sejenis di bursa Wall Street tumbang tadi malam. Raksasa teknologi dari China, Alibaba dan Tencent melemah masing-masing 8,28 persen dan 5,63 persen. JD.com juga melemah 8,17 persen dan Meituan turun 7,07 persen.
Tekanan terhadap saham tekno China tersebut muncul setelah otoritas pasar saham China pada Selasa mengumumkan sebuah draft panduan dengan tujuan mengendalikan perilaku monopoli pada platform internet.
Sementara itu pelemahan sahamt tekno juga terjadi di pasar saham Jepang. Emiten teknologi asal Jepang, Softbank Group turun 2,47 persen. Sedangkan saham Samsung Electronics di bursa Korsel menguat 1,83 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke posisi 92,675 dari level sebelumnya di 92,4.
Kurs yen drop di posisi 105,38 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke $0,7312 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,72.

Bursa Eropa
Market saham Eropa akhirnya melaju ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (11/11) pagi waktu setempat, berlanjut menguat seiring harapan yang meningkat terhadap hasil uji vaksin virus corona.
Indeks DAX (Jerman) +0,36% pada posisi 13.210.
Indeks FTSE (Inggris) +0,30% ke level 6.315.
Indeks CAC (Perancis) +0,22% di posisi 5.430.

Minyak
Harga minyak menguat saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (11/11) di pasar komoditas Asia seiring harapan hasil uji vaksin corona yang dinyatakan efektif terus mendorong sentimen. Di sisi lain data yang dirilis menunjukkan persediaan minyak mentah USA turun lebih besar dari perkiraan.
Minyak WTI naik 99 sen ke harga USD42,35 per barel. Minyak Brent up USD1,01 ke harga USD44,62 per barel. (pkl 07.40 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author