Bursa Siang: Emiten Tekno Membuat Market Regional Mixed, IHSG Terus Berjaya

Bursa Siang: Emiten Tekno Membuat Market Regional Mixed, IHSG Terus Berjaya

Posted by Written on 11 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan kejayaan pada akhir perdagangan sesi 1 hari Rabu (11/11). IHSG kembali mendaki naik sebesar +0,85 persen (+46 poin) ke posisi 5.509.
Indeks LQ45 +1,63% ke 878.
Indeks IDX30 +1,87% ke 478.
Indeks IDX80 +1,56% ke 124.
Jakarta Islamic Indes (JII) +1,65% ke 585.
Indeks Kompas100 +1,12% ke 1.117.
Indeks Sri Kehati +1,81% ke 354.
Indeks SMInfra18 +2,10% ke 265.
Saham Teraktif: BBRITLKMBRISTINSANTMTOWRBBNI

Saham Top Gainers LQ45: TLKMEXCLASIIADROSMGRBBRIWIKA

Saham Top Losers LQ45: MDKABBTNSCMAGGRMCPINTOWRSMRA

Nilai transaksi Rp9,42 triliun. Volume perdagangan sebanyak 129,86 juta lot saham. Investor asing net buy Rp1,01 triliun.
Nilai tukar rupiah turun tipis 0,07 persen ke level Rp14.067 terhadap USD (12.00 PM).

Bursa Asia
Gerak indeks saham di market Asia bervariasi saat sesi siang pada perdagangan hari Rabu (11/11) seiring saham-saham tekno di regional mengekor tekanan yang terjadi pada saham serupa di Wall Street.
Investor kemungkinan tetap fokus pada perkembangan situasi pandemi corona menyusul kabar positif pada awal pekan yang dirilis Pfizer dan BioNTech tentang vaksin virus corona yang potensial. Sedangkan angka kasus infeksi corona global masih terus naik secara cepat.
Analis pada National Australia Bank, Rodrigo Catril menilai terdapat rotasi sentimen di pasar saham. Menurut Catril, pengembangan vaksin baru-baru ini dari Pfizer dan BioNTech telah memicu valuasi ulang prospek pasar tahun depan.
Lebih lanjut kata Catril, saham raksasa teknologi yang telah diuntungkan perubahan perilaku akibat pandemi corona (perilaku WFH sebagai contoh utama) sekarang tidak disukai. Sedangkan saham-saham kapitalisasi kecil dan paling terpengaruh kebijakan pembatasan sosial telah unggul.
Pasar saham Jepang menetap di teritori positif. Indeks Nikkei 225 naik 1,74 persen dan Indeks Topix melaju 1,34 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melaju sebesar 1,15 persen.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melaju flat. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia menguat 1,59 persen.
Market saham China bergerak melemah. Indeks Shanghai Composite drop 0,19 persen. Indeks Shenzhen Component melorot 1,12 persen.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak positif, naik 0,27 persen.
Emiten teknologi di pasar Asia jadi perhatian para investor setelah saham sejenis di bursa Wall Street tumbang tadi malam. Raksasa teknologi dari China, Alibaba dan Tencent melemah masing-masing 6,97 persen dan 4,03 persen.
Tekanan terhadap saham tekno China tersebut muncul stelah otoritas pasar saham China pada Selasa mengumumkan sebuah draft panduan dengan tujuan mengendalikan perilaku monopoli pada platform internet.
Sementara itu pelemahan sahamt tekno juga terjadi di pasar saham Jepang. Emiten Softbank Group turun 1,02 persen. Sedangkan saham Samsung Electronics di bursa Korsel menguat 1 persen.
Indeks dolar AS naik tipis ke posisi 92,65 dari level sebelumnya di 92,4.
Kurs yen drop di posisi 105,10 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke $0,7294 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,72.

Minyak
Harga minyak menguat saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (11/11) di pasar komoditas Asia setelah rilis laporan yang menunjukkan persediaan minyak di USA turun lebih besar dari perkiraan. Harga terus didukung oleh kabar keberhasilan uji coba vaksin virus corona.
Minyak WTI naik 36 sen ke harga USD41,72 per barel. Minyak Brent up 31 sen ke harga USD43,92 per barel. (pkl 02.13 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author