Bursa Sore: Aliran Modal Asing Makin Deras, IHSG Melaju Kencang

Bursa Sore: Aliran Modal Asing Makin Deras, IHSG Melaju Kencang

Posted by Written on 10 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat tajam pada akhir perdagangan hari Selasa (10/11). IHSG melaju kencang sebesar +1,99 persen (+106 poin) ke posisi 5.462.

Indeks LQ45 +2,79% ke 863.

Indeks IDX30 +2,99% ke 470.

Indeks IDX80 +2,38% ke 123.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,12% ke 576.

Indeks Kompas100 +2,55% ke 1.104.

Indeks Sri Kehati +2,91% ke 348.

Indeks SMInfra18 +2,46% ke 259.

Saham Teraktif: BBRIANTMBBNITLKMTOWRBBCAWSKT

Saham Top Gainers LQ45: BTPSWIKABBRIPWONINTPBSDECTRA

Saham Top Losers LQ45: ERAAINCOINDFTLKMICBP,INKPUNTR

Nilai transaksi Rp15,42 triliun. Volume perdagangan sebanyak 161,41 juta lot saham. Investor asing net buy Rp2,25 triliun.

Nilai tukar rupiah kembali menguat sebesar 0,05 persen ke level Rp14.057 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar indeks saham di market Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Selasa (10/11). Investor global memuji data uji coba vaksin corona yang berhasil meskipun peluncuran vaksin secara massal yang diperkirakan tertunda mengurangi penguatan pasar di sesi awal.

Hal tersebut terjadi seiring investor global menyambut gembira kemajuan perkembangan vaksin virus corona yang mengangkat kepercayaan kepada pemulihan ekonomi dunia. Kabar tentang vaksin memicu optimisme baru di pasar saham global.

Perusahaan farmasi global, Pfizer mengatakan vaksin corona buatannya yang dikembangkan dengan mitra dari Jerman, BioNTech memperlihatkan 90 persen efektif dalam mencegah infeksi. Ini menandai kesuksesan pertama yang berhasil dari uji klinik skala besar.

"Pasar akan menguat sendiri dalam jangka pendek seiring berita baik tentang vaksin tetapi dalam jangka panjang rasanya akan naik lebih tinggi," ujar Analis pada Ord Minnett, John Milroy seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Jepang finis di teritori positif. Indeks Nikkei 225 naik 0,26 persen ke posisi 24.905 dan Indeks Topix melaju 1,12 persen ke level 1.700. Indeks Kospi di bursa Korsel berakhir naik 0,23 persen pada level 2.452.

Di pasar saham Asia Tenggara, Indeks Straits Times (Singapura) melesat 3,09 persen. Indeks SET (Thailand) melaju kencang sebesar 3 persen.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melaju naik 0,86 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia menguat 0,66 persen ke 6.340.
Market saham China bergerak melemah saat akhir perdagangan. Indeks Shanghai Composite drop 0,4 persen ke 3.360. Indeks Shenzhen Component melorot 1,045 persen ke level 13.993.
Biro Statistik Nasional China menyatakan inflasi China bulan Oktober naik 0,5 persen (YoY). Data inflasi ini lebih rendah dari perkiraan para analis yang naik sebesar 0,8 persen. Adapun inflasi di tingkat produsen turun 2,1 persen (YoY) lebih tinggi dari perkiraan turun sebesar 2 persen.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat tipis.
Pada perdagangan hari ini, saham-saham maskapai penerbangan di pasar Asia melonjak signifikan. Saham penerbangan paling terpukul seiring pembatasan perjalanan akibat pandemi corona. Harga saham Qantas naik 8,33 persen. Cathay Pacific naik 13,7 persen. China Eastern Airlines naik 8,23 persen. Japan Airlines naik 21,21 persen.
Singapore Airlines menguat 13,41 persen. ANA Holding melesat 18,06 persen. Koreaa Air Lines bertambah 11,24 persen.
Indeks dolar AS melorot ke posisi 92,705 dari level sebelumnya di 92,843.
Kurs yen drop di posisi 105,10 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke $0,7287 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,72.

Bursa Eropa
Market saham Eropa melorot turun saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (10/11) pagi waktu setempat. Pasar saham Eropa mengabaikan sentimen perkembangan vaksin corona.
Indeks DAX (Jerman) -222 poin di posisi 12.896
Indeks FTSE (Inggris) -87 poin ke level 6.110
Indeks CAC (Perancis) -101 poin di level 5.235.

Minyak
Harga minyak tergelincir turun pada perdagangan hari Selasa (10/11) di pasar komoditas Asia seiring demand BBM dalam jangka pendek tertekan oleh pandemi virus corona di Eropa serta USA yang kembali menghantui pasar setelah penguatan tadi malam didorong oleh kabar gembira tentang vaksin covid-19.
Minyak WTI turun 55 sen ke harga USD39,74 per barel. Minyak Brent melemah 44 sen ke harga USD41,96 per barel. (pkl 05.45 GMT).
(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author