Bursa Siang: Kemajuan Vaksin Covid Jadi Harapan Lagi, IHSG Dan Market Regional Cerah

Bursa Siang: Kemajuan Vaksin Covid Jadi Harapan Lagi, IHSG Dan Market Regional Cerah

Posted by Written on 10 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat tajam pada akhir perdagangan sesi 1 hari Selasa (10/11). IHSG melonjak +1,55 persen (+82 poin) ke posisi 5.438.

Indeks LQ45 +2,06% ke 857.

Indeks IDX30 +2,23% ke 466.

Indeks IDX80 +1,80% ke 122.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,94% ke 575.

Indeks Kompas100 +1,92% ke 1.097.

Indeks Sri Kehati +2,23% ke 346.

Indeks SMInfra18 +1,64% ke 257.

Saham Teraktif: BBRIANTMBBNIBBCAKAEFMDKATLKM

Saham Top Gainers LQ45: BTPSPWONINTPCTRAJPFABBRIAKRA

Saham Top Losers LQ45: ERAAINDFINCOICBPINKPUNTRUNVR

Nilai transaksi Rp8,55 triliun. Volume perdagangan sebanyak 93,45 juta lot saham. Investor asing net buy Rp877,29 miliar.

Nilai tukar rupiah kembali menguat sebesar 0,25 persen ke level Rp14.030 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar indeks saham di market Asia bergerak menguat saat sesi siang pada perdagangan hari Selasa (10/11), terdorong oleh penguatan saham-saham maskapai penerbangan regional serta saham sektor pariwisata.

Hal tersebut terjadi seiring investor global menyambut gembira kemajuan perkembangan vaksin virus corona yang mengangkat kepercayaan kepada pemulihan ekonomi dunia. Kabar tentang vaksin memicu optimisme baru di pasar saham global.

Perusahaan farmasi global, Pfizer mengatakan vaksin corona buatannya yang dikembangkan dengan mitra dari Jerman, BioNTech memperlihatkan 90 persen efektif dalam mencegah infeksi. Ini menandai kesuksesan pertama yang berhasil dari uji klinik skala besar.

"Pasar masih akan mencermati data vaksin yang lebih menjanjikan selain berita tentang pemulihan fiskal," ujar Mary Nicola, Analis pada PineBridge Investment seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Jepang parkir di teritori positif. Indeks Nikkei 225 naik 0,36 persen dan Indeks Topix melaju 0,93 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel melemah sebagian.

Di pasar saham Asia Tenggara, Indeks Straits Times (Singapura) melesat 2,96 persen. Indeks SET (Thailand) melaju kencang sebesar 2,5 persen.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melaju naik 0,72 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia menguat 0,58 persen.
Market saham China bergerak variatif. Indeks Shanghai Composite up 0,12 persen. Indeks Shenzhen Component melorot 0,405 persen.
Biro Statistik Nasional China menyatakan inflasi China bulan Oktober naik 0,5 persen (YoY). Data inflasi ini lebih rendah dari perkiraan para analis yang naik sebesar 0,8 persen. Adapun inflasi di tingkat produsen turun 2,1 persen (YoY) lebih tinggi dari perkiraan turun sebesar 2 persen.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak flat.
Indeks dolar AS melorot ke posisi 92,657 dari level sebelumnya di 92,843.
Kurs yen drop di posisi 104,97 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke $0,728 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,72.
Pada perdagangan hari ini, saham-saham maskapai penerbangan di pasar Asia melonjak signifikan. Saham penerbangan paling terpukul seiring pembatasan perjalanan akibat pandemi corona. Harga saham Qantas naik 8,55 persen. Cathay Pacific naik 11,57 persen. China Eastern Airlines naik 8,54 persen. Japan Airlines naik 18,77 persen.
Singapore Airlines menguat 13,99 persen. ANA Holding melesat 15,78 persen. Koreaa Air Lines bertambah 12,16 persen.

Minyak
Harga minyak tergelincir turun saat sesi pagi pada perdagangan hari Selasa (10/11) di pasar komoditas Asia seiring demand BBM dalam jangka pendek tertekan oleh pandemi virus corona di Eropa serta USA yang kembali menghantui pasar setelah kasus corona naik di tengah kemajuan temuan vaksin covid-19.
Minyak WTI turun 60 sen ke harga USD39,69 per barel. Minyak Brent melemah 54 sen ke harga USD41,86 per barel. (pkl 01.39 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author