Bursa Sore: Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali Memantul Naik

Bursa Sore: Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali Memantul Naik

Posted by Written on 09 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) memantul naik ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (9/11). Indeks bangkit menguat +0,38 persen (+20 poin) ke posisi 5.356 setelah sempat lesu akibat aksi ambil untung di sesi pagi.

Komoditas sukses menopang penguatan IHSG setelah indeks sektor saham mining menguat paling signifikan sebesar 2,38 persen. Sektor mining menyelamat IHSG dari aksi ambil untung di tengah tren penguatan indeks.
Indeks LQ45 +0,67% ke 840.

Indeks IDX30 +0,64% ke 456.

Indeks IDX80 +0,57% ke 120.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,17% ke 570.

Indeks Kompas100 +0,51% ke 1.077.

Indeks Sri Kehati +0,52% ke 338.

Indeks SMInfra18 +1,08% ke 253.

Saham Teraktif: ANTMBBRITLKMDKFTTOWRBBNIBBCA

Saham Top Gainers LQ45: ANTMINCOERAASMRABBRITOWRBBNI

Saham Top Losers LQ45: BBCAINKPAKRAUNTRADROGGRMBTPS

Nilai transaksi Rp10,73 triliun. Volume perdagangan sebanyak 139,18 juta lot saham. Investor asing net buy Rp190,80 miliar.

Nilai tukar rupiah kembali menguat sebesar 1,02 persen ke level Rp14.065 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia masih unjuk kekuatan pada perdagangan hari Senin (9/11). Para pemodal di bursa regional bereaksi positif terhadap kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat mengalahkan Donald Trump (Partai Republik) dalam pilpres di USA.

Pasar regional mengekor penguatan market regional seiring ekspektasi perubahan kebijakan yang lebih minim serta stimulus fiskal dalam jumlah lebih besar di bawah presiden terpilih Joe Biden.

Analis pada lembaga Nuvest Capital (Singapura), Dave Wang menilai perhatian pasar tertuju ke pertarungan Trump vs Biden. Menurut dia, pasar telah bereaksi kuat terhadap kemungkinan kongres USA yang terbelah yang berarti bahwa suku bunga akan lebih rendah untuk waktu yang lebih lama.

"Peluang terbaik sekarang terletak di pasar negara berkembang, khususnya China dan Asia Utara. Momentum pendapatan dan valuasi menempatkan China pada posisi risiko atau reward yang sangat menarik," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melompat naik 2,12 persen ke 24.839 dan Indeks Topix melesat 1,41 persen ke 1.681. Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi juga bergerak menguat sebesar 1,27 persen ke 2.447.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melaju naik 1 persen saat final perdagangan. Market saham China bertengger di zona hijau. Indeks Shanghai Composite up 1,86 persen ke 3.373. Sementara Indeks Shenzhen Component menguat 2,188 persen ke 14.141. Data ekspor China periode Oktober yang dirilis hari ini menunjukkan naik 11,4 persen.
Sedangkan di pasar saham Australia, Indeks S&P/ASX200 menguat 1,75 persen ke 6.298. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 1,17 persen.
Saham-saham teknologi di market Asia kembali bergerak hijau. Konglomerat teknologi dari Jepang, Softbank Group menguat 5,37 persen. Kakao Games (Korsel) melonjak 1,73 persen.
Raksasa teknologi asal China, Tencent naik 1,38 persen. Alibaba naik 2,84 persen. SMIC naik 2,28 persen. ZTE melompat 4,51 persen.
Indeks dolar AS melorot ke posisi 92,183 dari level sebelumnya di 93,1.
Kurs yen flat di posisi 103,52 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke $0,7286 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,711.

Bursa Eropa
Market saham Eropa seperti diperkirakan menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (9/11) pagi waktu setempat. Pasar Eropa bereaksi positif seiring terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden USA mengalahkan Donald Trump.
Indeks DAX (Jerman) +208 poin ke posisi 12.686.
Indeks FTSE (Inggris) +79 poin di level 5.984.
Indeks CAC (Perancis) +88 poin ke posisi 5.042.

Minyak
Harga minyak bangkit menguat pada perdagangan hari Senin (9/11) di pasar komoditas Asia setelah Joe Biden memenangkan pilpres di USA serta didorong oleh animo risiko. Sentimen positif tersebut mengimbangi kekhawatiran terhadap pelemahan demand seiring pandemi corona yang makin buruk.
Minyak WTI bangkit USD1,07 ke harga USD38,21 per barel. Minyak Brent melaju naik USD1,06 ke harga USD40,51 per barel. (pkl 04.53 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author