Bursa Siang: Ambil Untung Terpa IHSG Sementara Rupiah Masih Berkibar

Bursa Siang: Ambil Untung Terpa IHSG Sementara Rupiah Masih Berkibar

Posted by Written on 09 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkoreksi ke zona negatif pada akhir perdagangan sesi 1 hari Senin (9/11). Setelah naik tajam dalam 3 sesi terakhir, profit taking menerpa IHSG . Indeks melemah -0,10 persen (-6 poin) ke posisi 5.329.

Indeks LQ45 -0,14% ke 833.

Indeks IDX30 -0,26% ke 452.

Indeks IDX80 -0,16% ke 119.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,64% ke 567.

Indeks Kompas100 -0,20% ke 1.069.

Indeks Sri Kehati -0,36% ke 335.

Indeks SMInfra18 +0,38% ke 251.

Saham Teraktif: BBRITLKMBBNIASRIBBCAANTMBBTN

Saham Top Gainers LQ45: SMRAANTMTOWRPWONBBNICTRAERAA

Saham Top Losers LQ45: GGRMTBIGHMSPJPFAUNTRICBPADRO

Nilai transaksi Rp5,82 triliun. Volume perdagangan sebanyak 82,83 juta lot saham. Investor asing net buy Rp106,01 miliar.

Nilai tukar rupiah kembali menguat sebesar 0,89 persen ke level Rp14.084 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia masih unjuk kekuatan hingga sesi siang pada perdagangan hari Senin (9/11). Para pemodal di bursa regional bereaksi positif terhadap kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat mengalahkan Donald Trump (Partai Republik) dalam pilpres di USA.

Pasar regional mengekor penguatan market regional seiring ekspektasi perubahan kebijakan yang lebih minim serta stimulus fiskal dalam jumlah lebih besar di bawah presiden terpilih Joe Biden.

Analis pada lembaga Confluence Financial Partner, Jim Wilding menilai, akan lebih banyak kesinambungan kebijakan saat ini daripada potensi perubahan besar-besaran. "Kami melihat ini sebagai positif bersih-bersih untuk pasar ekuitas, terutama dalam skenario ini mengingat kemungkinan kebijakan kenaikan pajak sangat rendah di tahun-tahun ke depan," ujarnya.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melompat naik 2,5 persen dan Indeks Topix melesat 1,54 persen. Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi juga bergerak menguat sebesar 1,44 persen.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong melaju naik 1,62 persen. Market saham China bertengger di zona hijau. Indeks Shanghai Composite up 1,9 persen. Sementara Indeks Shenzhen Component menguat 2,43 persen. Data ekspor China periode Oktober yang dirilis hari ini menunjukkan naik 11,4 persen.
Sedangkan di pasar saham Australia, Indeks S&P/ASX200 menguat 1,61 persen. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 1,43 persen.
Saham-saham teknologi di market Asia kembali bergerak hijau. Raksasa teknologi asal China, Tencent naik 2,93 persen. Alibaba naik 3,55 persen. SMIC naik 6,85 persen. ZTE melompat 8,79 persen.
Indeks dolar AS melorot ke posisi 92,162 dari level sebelumnya di 93,1.
Kurs yen flat di posisi 104,38 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,3.
Nilai tukar dolar Australia melaju ke $0,7291 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,711.
Seiring penguatan harga minyak, mata yuan juga terdorong naik. Yuan naik ke posisi 6,5789 per USD di apsar on shore China setelah berada di level 6,65 pekan lalu. Sedangkan di pasar off shore yuan ada di level 6,5633 terhadap USD.

Minyak
Harga minyak bangkit menguat saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (9/11) di pasar komoditas Asia setelah Joe Biden memenangkan pilpres di USA serta didorong oleh animo risiko. Sentimen positif tersebut mengimbangi kekhawatiran terhadap pelemahan demand seiring pandemi corona yang makin buruk.
Minyak WTI bangkit 84 sen ke harga USD37,98 per barel. Minyak Brent melaju naik 82 sen ke harga USD40,27 per barel. (pkl 01.01 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author