Bursa Pagi: Asia Dibuka Meningkat Tajam, IHSG Berpotensi Menguat Menuju Jenuh Beli

Bursa Pagi: Asia Dibuka Meningkat Tajam, IHSG Berpotensi Menguat Menuju Jenuh Beli

Posted by Written on 09 November 2020


Ipotnews - Memasuki pekan kedua November, Senin (9/11), bursa saham Asia dibuka menguat menyambut keberhasilan calon presiden AS dari Demokrat Joe diproyeksikan meraih perolehan suara elektoral lebih dari 270 (batas minimum kemenangan) mengalahkan presiden petahana Donald Trump, dengan memenangi Pennsylvania dan Nevada pada akhir pekan.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,29%. Rilis data ekspor China melonjak 11% pada akhir Oktober. Harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak sekitar 1,5% pada pembukaan pasar Asia pagi ini.

Perdagangan saham pekan ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,33%. Kenaikan indeks berlanjut meningkat 1,51% (93,60 poin) ke level 6.283,80 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,9%, dan berlanjut melompat 1,28% ke posisi 2.447,32.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,44% (350,51 poin) menjadi 24.675,74, setelah dibuka melompat 1,11% dan Topix meningkat 0,89%. Saham Softbank Group melesat sekitar 3%.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Asia, setelah berhasil menutup pekan lalu dengan kenaikan signifikan sebesar 1,43% ke level 5.335. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,59% menjadi USD20,44.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG ini akan melanjutkan tren kenaikan yang terbatas. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan IHSG memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  dengan pola reversal memasuki area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS dalam pemilihan yang dihelat pada tangga 3 November lalu menggantikan Donald Trump, diprediksi masih akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Dari dalam negeri investor juga masih akan mencermati laporan keuangan emiten di kuartal tiga tahun ini.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,275 dan  resistance  di level 5,395. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BTPS (Buy). Support: Rp3,820 Resist: Rp4,040, BJBR (Buy). Support: Rp1,110 Resist: Rp1,150, 

    KLBF (Buy). Support: Rp1,500 Resist: Rp1,530, PWON (Buy). Support: Rp415 Resist: Rp430.

  • ETF: XIID (Buy). Support: Rp445, Resist: Rp467, XISR (Buy). Support: Rp338, Resist: Rp354, 

    XPSG (Buy). Support: Rp361, Resist: Rp379.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan cenderung stagnan seiring dengan semakin dekatnya kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS. Biden unggul tipis di negara bagian Pennsylvania dan Georgia, dan presiden petahana Donald Trump mengajukan gugatan hukum menentang hasil pemungutan suara. Namun kekuasaan Biden diperkirakan akan terbatas karena kemungkinan dominasi Republikan di Senat AS yang berpotensi menjegal kebijakan Gedung Putih. Namun kontrol atas Senat AS masih bergantung pada hasil pemilu di empat negara bagian yang belum diputuskan.

Rilis data pengangguran pada Oktober turun tajam menjadi 6,9% dari 7,9% di September, dengan penambahan 638.00 lapangan pekerjaan baru. Namun berkurangnya dukungan fiskal dan lonjakan kasus virus korona masih mengancam ekonomi AS. Tiga indeks utama Wall Street mencatatkan kenaikan persentase mingguan terbesar sejak April. Indeks S&P 500 and Nasdaq melesat 7.3% dan 9%, Dow Jones melonjak 6,9%. Saham produsen kosmetik Coty Inc melambung 22,16 % setelah melaporkan kinerja kuartalan yan melebihi ekspektasi. T-Mobile US Inc melesat 5,37% karena jumlah pelanggan call phone naik melebihi perkiraan. Electronic Arts Inc anjlok 7,12% karena gagal mencapai eksepktasi penjualan.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,24% (-66,78 poin) ke menjadi 28.323,4.

  • S&P 500 sedikit menyusut 0,03% (-1,01 poin) di level 3.509,44.

  • Nasdaq Composite menguat tipis 0,04% (4,3 poin) di posisi 11.895,23.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan alu dengan sedikit melemah, investor fokus pada lonjakan kasus virus korona di Eropa dan faktor ketidakpastian hasil pilpres AS. Investor berspekulasi Joe Biden akan memenagni pilpres AS, tetapi Partai Republik masih mengontrol Senat, sehingga berpotensi membatasi perubahan besar kebijakan termasuk pengawasan ketat terhadap perusahaan besar AS. Output industri Jerman pada September naik 1,6%, lebih rendah dari ekspektasi 2,7%, karena tekanan virus korona yang membebani pemullihan. Italia kembali mencatatkan jumlah kasus virus korona harian tertinggi, dengan wilayah utara Lombardy tetap menjadi daerah yang parah. Yunani mengumumkan penguncian nasional.

Indeks STOXX 600 melemah 0,2% menjadi 366,4, mengakhiri kenaikan beruntun dalam 5 hari terakhir. Saham maskapai Lufthansa anjlok 6,9% karena Jerman memperingatkan agar tidak melakukan perjalanan ke Denmark, Italia, dan beberapa negara lain. EasyJet turun 2,6%,  lockdown  di Inggris, Jerman dan Prancis telah memaksanya untuk lebih mengurangi jadwal terbangnya yang sudah menyusut. Saham sektor otomotif melorot 1,7%. Sektor pertambangan melonjak hampir 2% karena harga logam naik setelah dolar melemah. Saham Cartier Richemont, Swiss melesat 8,9% karena kenaikan penjualan ritel online dan penjualan di China.

  • DAX 30 Jerman merosot 0,70% (-88,07 poin) ke level 12.480,02.
  • FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,07% (3,84 poin) di posisi 5.910 ,02.

  • CAC 40 Prancis turun 0,46% (-23,11 poin) menjadi 4.960,88.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melorot ke level terendah dalam 2 bulan terakhir, seiring kontroversi penghitungan suara pilpres AS yang berlarut-larut. 

Para investor berspekulasi Joe Biden akan menjadi presiden AS dan Partai Republik yang akan tetap mengontrol Senat akan menyulitkan untuk meloloskan kebijakan stimulus fiskal dalam jumlah lebih besar. Biden mempertahankan keunggulan atas Presiden Donald Trump, tetapi beberapa negara bagian penting masih menghitung suara dan Trump mengajukan gugatan hukum sehingga masih ada ketidakpastian yang tinggi.

Imbal hasil US Treasury jangka panjang melemah seiring ekspektasi pengeluaran fiskal yang lebih kecil, dikombinasikan dengan reli pasar saham serta aset berisiko lainnya, menempatkan dolar di bawah tekanan jual yang konsisten. Tekanan jual terhadap dolar AS kemungkinan besar akan berlanjut. Indeks dolar (indeks DXY) turun 0,32% jatuh terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju menjadi 92,229. Indeks dolar melorot 1,6% sepenjang pekan lalu, penurunan terbesar dalam hampir empat bulan.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.18740.0048+0.41%
Poundsterling (GBP-USD)1.31560.0008+0.06%
Yen (USD-JPY)103.35-0.14-0.14%
Yuan (USD-CNY)6.61240.0059+0.09%
Rupiah (USD-IDR)14,210.00-170.00-1.18%

Sumber : Bloomberg.com, 6/11/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan penurunan signifikan ke bawah USD40 per barel, terpengaruh penghitungan suara pilpres AS yang berlarut-larut, dan  lockdown  baru di Eropa untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Prospek paket stimulus AS dalam jumlah besar yang semakin menipis juga membebani pasar. Namun secara mingguan harga minyak mentah Brent naik 6% dan WTI naik 4,5%. Tiga hari setelah pemungutan suara ditutup, Joe Biden unggul dengan 253 suara dari Donald Trump dengan 214 suara Electoral College negara bagian. Dengan memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania akan menempatkan mantan wakil presiden AS itu melebihi 270 yang dibutuhkan untuk mengamankan kursi kepresidenan.

Kasus virus korona di AS melonjak setidaknya 120.276 pada Kamis lalu, rekor harian kedua berturut-turut. Di hari yang sama Italia mencatat jumlah harian tertinggi infeksi Covid-19. Pemimpin mayoritas Senat AS Mitch McConnell mengatakan bahwa statistik ekonomi termasuk penurunan 1 poin persentase tingkat pengangguran AS menunjukkan bahwa Kongres harus memberlakukan paket stimulus virus korona yang lebih kecil dan sangat ditargetkan. OPEC + menunda mengembalikan kuota pasokan 2 juta barel per hari pada Januari, mengingat permintaan yang lebih lemah setelah adanya lockdown baru. Persediaan minyak mentah AS turun 8 juta barel, bertentangan dengan ekspektasi kenaikan analis.

  • Harga minyak Brent berjangka turun USD1,52 (-3,7% menjadi USD39,41 per barel.

  • Harga minyak WTI berjangka turun USD1,65 (-4,3% menjadi USD37,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan menguat, seiring pelemahan dolar AS serta peluang Joe Biden menjadi presiden AS. Rilis data penggajian non pertanian AS Oktober lalu meningkat 638.000, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,9% dari 7,9% pada September. Harga emas naik 3,6% sepanjang pekan lalu, tertinggi sejak akhir Juli.

Harga emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat 28% sepanjang tahun ini didukung oleh stimulus global besar-besaran untuk membantu ekonomi yang dilanda virus korona. Harga logam berharga lainnya; perak naik 1% menjadi USD 25,58 per oumce, platinum naik 1,3% menjadi USD 904,19 dan paladium naik 3% menjadi USD 2,447.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.950,12 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD 1.955,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author