Bursa Sore: Akhir Pekan Rupiah Dan IHSG Kompak Unjuk Kekuatan

Bursa Sore: Akhir Pekan Rupiah Dan IHSG Kompak Unjuk Kekuatan

Posted by Written on 06 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih unjuk kekuatan pada perdagangan hari Jumat (6/11). IHSG mendaki naik +1,43 persen (+75 poin) ke posisi 5.335. Penguatan IHSG juga disertai dengan nilai tukar rupiah yang naik signifikan.

Indeks LQ45 +2,30% ke 834.

Indeks IDX30 +2,35% ke 453.

Indeks IDX80 +2,20% ke 119.

Jakarta Islamic Indes (JII) +2,13% ke 570.

Indeks Kompas100 +2,00% ke 1.071.

Indeks Sri Kehati +2,38% ke 336.

Indeks SMInfra18 +2,02% ke 250.

Saham Teraktif: BHITBBRITLKMBBNIFIREBRISBBCA

Saham Top Gainers LQ45: BBTNSMRABSDEASIIINKPINTPTKIM

Saham Top Loser LQ45: ICBPMDKA

Nilai transaksi Rp10,50 triliun. Volume perdagangan sebanyak 128,73 juta lot saham. Investor asing net buy Rp827,79 miliar.

Nilai tukar rupiah menanjak naik 1,18 persen ke level Rp14.210 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Rally market saham Asia bertahan pada perdagangan hari Jumat (6/11). Sementara gerak dolar AS tetap lesu dan yield surat utang USA turun seiring antisipasi investor bahwa legislatif USA akan terpecah sehingga status quo tetap bertahan dalam kebijakan ekonomi.

Investor memperkirakan Joe Biden dari Partai Demokrat menang pilpres USA mengalahkan Trump. Partai Republik mempertahankan Senat memungkinkan mereka memblokir agenda Demokrat.

"Dengan prospek stimulus fiskal yang terbatas dan kemungkinan macet, kebijakan moneter kemungkinan akan berat. Alhasil mendorong aset berisiko serta menekan dolar AS," kata Hiroshi Watanabe, Analis Sony Financial Holdings seperti dikutip Reuters.

Para investor juga fokus ke prospek dimulainya kembali negosiasi stimulus fiskal di USA yang sempat macet. Analis pada lembaga ING Group, James Knighley mengatakan pelaku pasar masih mengantisipasi bahwa akan ada paket stimulus fiskal lebih dari USD 1 triliun tahun depan.

"Stimulus ini jika digabungkan dengan pelaksanaan vaksin covid-19 yang telah lama dinantikan, benar-benar dapat mendorong ekonomi ke arah pertumbuhan. Akibatnya pelaku pasar tetap optimis dengan prospek tahun 2021 dan 2022," ujar James seperti dikutip Reuters.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong terkoreksi 0,14 persen saat final perdagangan. Market saham China juga terkoreksi. Indeks Shanghai Composite drop 0,24 persen ke 3.312. Sementara Indeks Shenzhen Component melemah 0,402 persen ke 13.838.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 0,91 persen ke 24.325 dan Indeks Topix melesat 0,52 persen di 1.658. Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi bergerak menguat 0,11 persen pada posisi 2.416.
Sedangkan di pasar saham Australia, Indeks S&P/ASX200 menguat 0,82 persen ke 6.190. Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 0,23 persen.
Indeks dolar AS melorot ke posisi 92,613 dari level sebelumnya di 93.
Kurs yen naik di posisi 103,46 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,4.
Nilai tukar dolar Australia tertekan ke $0,7261 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,7284.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (6/11) pagi waktu setempat.
Indeks DAX (Jerman) +1,98% pada posisi 12.568.
Indeks FTSE (Inggris) +0,39% ke level 5.906.
Indeks CAC (Perancis) +1,24% di posisi 4.983.

Minyak
Harga minyak jatuh hampir 2 persen saat sesi sore pada perdagangan hari Jumat (6/11) di pasar komoditas Asia seiring lockdown baru di Eropa untuk menahan pandemi corona lebih meluas. Hal ini meningkatkan pertanyaan prospek demand terhadap minyak. Sementara market tetap gelisah menyikapi penghitungan suara yang berlarut-larut dalam pilpres di USA.
Minyak WTI turun USD1,06 ke harga USD37,73 per barel. Minyak Brent melemah USD1,05 ke harga USD39,88 per barel. (pkl 05.38 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author