Bursa Pagi: Global-Regional Lanjutkan Kenaikan, Bullish IHSG Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Lanjutkan Kenaikan, Bullish IHSG Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 06 November 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (6/11), bursa saham Asia dibuka melaju, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan ada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menyambut prospek Joe Biden yang semakin mendekati kemenangan dalam pemilihan presiden AS meski berpotensi dipersengketakan. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,19%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,52%. Investor menunggu rilis pernyataan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia. Indeks berlanjut melaju 0,68% (42,00 poin) ke posisi 6.181,60 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 0,58% (138,75 poin) ke posisi 24.244,03, setelah dibuka menguat tipis 0,15% dan Topix sedikit naik cenderung mendatar. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,2%, dan berlanjut cenderung mendatar di kisaran level 2.413,93.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,21% (54,86 poin) menjadi 25.750,78 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,19% di posisi 3.326,46.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil bermanuver di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melesat 3,04% ke level 5.260. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melambung 4,80% ke posisi USD20,32.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren  bullish  namun dibayangi kemungkinan  profit taking  memanfaatkan lonjakan indeks sebelumnya. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation dengan sinyal positif, mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring optimisme akan segera diketahuinya pemenang pilpres, senat dan kongres AS diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu data pertumbuhan ekonomi di kuartal III yang terkontraksi 3.49%, secara umum sejalan dengan ekspektasi, dan lebih baikdibandingkan kuartal II berpeluang menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,185 dan  resistance  di level 5,340. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BRIS (Buy). Support: Rp1,175 Resist: Rp1,360, EXCL (Buy). Support: Rp2,030 Resist: Rp2,200, 

    WIKA (Buy). Support: Rp1,200 Resist: Rp1,270, BBNI (Buy). Support: Rp4,720 Resist: Rp4,950,

  • ETF: XDIF (Buy). Support: Rp395, Resist: Rp411, XIHD (Buy). Support: Rp395, Resist: Rp412, 

    XPDV (Buy). Support: Rp389, Resist: Rp405.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street dini hari tadi ditutup menguat tajam di tengah harapan akan lebih jelasnya pemenang pemilihan presiden dan Kongres AS. Harga saham raksasa teknologi memimpin kenaikan indeks. Investor menyambut hasil pemilu sementara yang menunjukkan potensi terpecahnya kekuasaan yang diartikan pajak tidak akan naik, pengawasan antimonopoli dapat tetap terkendali dan perang perdagangan dengan China tidak menjadi lebih buruk. Calon presiden Joe Biden memenangi pemilihan di Wisconsin dan Michigan, yang sebelumnya dikuasai petahana Donald Trump dalam pemilu 2016. Sejumlah negara bagian yang menjadi ajang perebutan suara, seperti Arizona, Nevada, Georgia, Pennsylvania dan North Carolina belum memutuskan pemenang. Rapat kebijakan Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol.

Indeks Dow dan S&P 500 naik setidaknya 1% dalam empat sesi berturut-turut, pertama kali sejak 1982. Sepanjang pekan ini Dow Jones sudah melejit 6,9% pekan ini, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melesat 7,2% dan 8,7%. Saham Facebook, Amazon, Netflix, Microsoft dan Apple melompat setidaknya 2%. Facebook melambung lebih dari 11% pekan ini, Amazon, Microsoft dan Apple melesat lebih dari 9%, dan Netflix meningkat 8,2%. Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa hasil pemilu yang disengketakan bisa memicu penurunan tajam harga saham dalam jangka pendek. Saham Qualcomm melambung 12,8%, dan General Motors melejit 5,4% setelah melaporkan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,95% (542,52 poin) ke posisi 28.390,18.

  • S&P 500 melejit 1,95% (67,01 poin) menjadi 3.510,45.

  • Nasdaq Composite melesat 2,59% (300,15 poin) ke level 11.890,93.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih tinggi, investor memantau penghitungan suara di sejumlah negara bagian yang akan menentukan pemilu AS. Sejumlah media memproyeksikan mantan Wakil Presiden Joe Biden akan memenangi pilpres AS dengan hanya berjarak 17 suara dari Electoral College minimal sebanyak 270 suara. Kubu Republik mengajukan gugatan untuk menghentikan penghitungan suara di sejumlah negara bagian. Bank of England mempertahankan suku bunga stabil di level 0,1%, ketika Inggris memasuki periode baru langkah-langkah penguncian nasional. Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE akan memperluas stok target pembelian aset menjadi 895 miliar poundsterling.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,05% menjadi 367,12, dipimpin lonjakan harga saham media sebesar 2,7%, namun harga saham sektor minyak dan gas turun 0,2%. Rilis laporan keuangan bank asal Prancis, Societe Generale, menunjukkan laba bersih kuartal III, yang mengalahkan ekspektasi analis. Saham produsen pipa baja Luksemburg, Tenaris, dan perusahaan media Jerman, Prosiebensat 1, melonjak lebih dari 9% karena laporan laba kuartal III yang kuat. Commerzbank anjlok lebih dari 5% karena melaporkan kerugian bersih kuartal III, dan ING Groep rontok hampir 6%. Perusahaan perangkat lunak Inggris, Aveva Group, juga turun lebih dari 5%.

  • DAX 30 Jerman melejit 1,98% (243,87 poin) ke level 12.568,09.

  • FTSE 100 Inggris naik 0,39% (22,92 poin) menjadi 5.906,18.

  • CAC 40 Prancis melonjak 1,24% (61,14 poin) ke posisi 4.983,99.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi jatuh ke level terendah dua pekan. Lonjakan di bursa saham mengurangi permintaan untuk  greenback.  Dolar juga tertekan oleh keputusan Federal Reserve yang tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar. Saham melonjak karena spekulasi Partai Republik akan mempertahankan kendali Senat, meredakan kekhawatiran perubahan kebijakan besar yang dapat merugikan perusahaan. Biden semakin mendekati Gedung Putih dalam kontestasi yang sangat ketat dengan margin yang tipis. Sementara, Trump berupaya mempertahankan kursinya dengan meluncurkan serangkaian tuntutan hukum dengan harapan bisa melemahkan lawannya. Analis mengatakan investor menyukai gagasan presiden dari Demokrat dan Senat dikuasai Republik, yang pada dasarnya akan kembali menuju kondisi normal yang stabil.

Dolar terpukul oleh kebijakan suku bunga nol The Fed dan pembelian obligasi yang sedang berlangsung. The Fed kembali berjanji untuk melakukan apa pun dalam beberapa bulan mendatang guna mempertahankan pemulihan ekonomi Amerika.Jika imbal hasil US Treasury naik signifikan, The Fed diprediksi mengalihkan lebih banyak pembelian obligasi ke surat utang bertenor lebih lama untuk menjaga suku bunga tetap rendah. Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,95% terhadap sekeranjang enam mata uang menjadi 92,51.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1819-0.0007-0.06%6:45 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3142-0.0006-0.05%6:45 PM
Yen (USD-JPY)103.630.14+0.14%6:45 PM
Yuan (USD-CNY)6.6065-0.0489-0.73%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,380.00-185.00-1.27%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/11/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi ditutup melemah, turun hampir 1%, terbebani infeksi virus korona yang terus meningkat dan hasil pemilihan presiden AS masih belum selesai. Kandidat Demokrat, Joseph Biden, diperkirakan unggul setelah memenangkan dua negara bagian AS yang penting, sementara petahana Republik Donald Trump menuduh adanya kecurangan tanpa bukti, dan mengajukan gugatan hukum dan menuntut penghitungan ulang.

Penurunan ekonomi Eropa mengancam permintaan minyak global. Komisi eksekutif Uni Eropa menurunkan perkiraan ekonominya, menambahkan bahwa ekonomi tidak akan pulih ke level sebelum virus sampai 2023. Bank of England mengatakan ekonomi Inggris akan menyusut 11% pada 2020 secara keseluruhan. Harga minyak sempat melonjak pada sesi Rabu di tengah ekspektasi bahwa OPEC + akan menunda untuk mengembalikan pasokan 2 juta bph pada Januari.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 30 sen (-0,7%), menjadi USD40,93 per barel.

  • Harrga minyak mentah berjangka WTI turun 36 sen (-0,9%), menjadi USD38,79 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melesat, karena meningkatnya prospek kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS mendorong harapan untuk stimulus yang lebih besar dan menekan dolar. Biden diperkirakan memberlakukan langkah-langkah stimulus yang lebih besar ketimbang Donald Trump, meski investor tetap waspada bahwa Kongres yang terpecah dapat menghalangi kebijakan fiskal Biden.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan mendekati nol, dan menyatakan meski ekonomi AS bertumbuhn namun belum mendekati kondisi pra-pendemi. Harga logam mulia lainnya; perak melejit 4,9% menjadi USD25,09 per ounce, platinum melambung 2,2% menjadi USD888,33, paladium melejit 3,4% menjadi USD2.365,76 per ounce

  • Harga emas di pasar spot naik 2,3% menjadi USD1.947,17 per ounce.

  • Harga emas berjangka melesat 2,7% menjadi USD1.946,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author