Bursa Sore: Market Regional ke Posisi Tertinggi, IHSG Melesat Jauh

Bursa Sore: Market Regional ke Posisi Tertinggi, IHSG Melesat Jauh

Posted by Written on 05 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) meroket naik signifikan pada akhir perdagangan hari Kamis (5/11). IHSG melaju naik +3,04 persen (+155 poin) ke posisi 5.260.

Indeks LQ45 +4,48% ke 816.

Indeks IDX30 +4,54% ke 443.

Indeks IDX80 +4,07% ke 116.

Jakarta Islamic Indes (JII) +3,39% ke 559.

Indeks Kompas100 +3,93% ke 1.050.

Indeks Sri Kehati +4,62% ke 329.

Indeks SMInfra18 +4,33% ke 245.

Saham Teraktif: BHITTLKMBRISBBRIBBCABBNIWIIM

Saham Top Gainers LQ45: SMGRTLKMBSDECPINEXCLBBRIWIKA

Nilai transaksi Rp9,90 triliun. Volume perdagangan sebanyak 146,43 juta lot saham. Investor asing net buy Rp711,04 miliar.

Nilai tukar rupiah bangkit naik signifikan 1,27 persen ke level Rp14.380 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia mendekat ke arah posisi tertinggi dalam 3 tahun terakhir pada perdagangan hari Kamis (5/11). Para pemodal berspekulasi prospek kemungkinan kebijakan pemerintah USA macet akan sangat menguntungkan beberapa industri.

Prospek Demokrat mengontrol Senat juga redup, menunjukkan kebuntuan jika Biden mengambil alih Gedung Putih. Spekulasi kemenangan pilpres berayun ke arah Joe Biden setelah sebelumnya sangat mengarah kepada Donald Trump. Joe Biden adalah kandidat presiden USA dari Partai Demokrat.

"Hasil resmi pilpres USA masih belum diketahui, kemungkinan Biden menang dan Partai Republik mempertahankan kendali atas Senat semakin menjadi hasil yang paling mungkin," kata Randal Jenneke, Analis pada lembaga T.Rowe Price seperti dikutip Reuters.

Menurut Randal, hasil pilpres tersebut sering dilihat sebagai "skenario goldilocks" bagi pasar keuangan. Dalam hal ini tidak ada perubahan kebijakan yang radikal dan The Fed menyediakan likuiditas yang cukup untuk mencoba mendukung ekonomi dan pasar keuangan bila diperlukan.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong naik sebesar 2,9 persen sekaligus menguat tertinggi se-regional. Market saham China berakhir ke zona hijau. Indeks Shanghai Composite naik 1,3 persen ke 3.320. Sementara Indeks Shenzhen Component menguat 1,72 persen pada level 13.894.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 1,73 persen di posisi 24.105 dan Indeks Topix melesat 1,39 persen pada level 1.649. Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi menguat 2,4 persen pada posisi 2.413.
Sedangkan di pasar saham Australia, Indeks S&P/ASX200 juga menguat sebesar 1,28 persen di posisi 6.139. Penguatan tersebut ditopang sentimen data ekspor barang dan jasa Australia yang menguat 4 persen di periode September.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 2,11 persen.
Saham-saham teknologi di Asia menguat, terkerek perusahaan serupa di bursa Wall Street. Alibaba di bursa Hong Kong naik 5,5 persen setelah turun 7 persen pada perdagangan hari Rabu pasca mengantisipasi IPO Ant Group sebagai perusahaan afiliasi karena kekhawatiran atas regulasi.
Raksasa teknologi dari China, Tencent juga naik tajam sebesar 5,86 persen seiring penguatan indeks Hang Seng Tech sebesar 5,09 persen. Di bursa Jepang, saham Softbank Group naik 5,13 persen. Kakao Games di bursa Korsel naik 4,15 persen.
Indeks dolar AS menguat tipis ke posisi 93,403 dari level sebelumnya di 93,315.
Kurs yen naik tipis di posisi 104,42 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,8.
Nilai tukar dolar Australia bangkit ke $0,7165 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,712.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa melanjutkan penguatan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (5/11) pagi waktu setempat seiring ketidakpastian pilpres di USA.
Indeks DAX (Jerman) +38 poin pada level 12.338.
Indeks FTSE (Inggris) +9 poin menuju posisi 5.880.
Indeks CAC (Perancis) +13 poin di level 4.921.

Minyak
Harga minyak dalam tekanan pada perdagangan hari Kamis (5/11) di pasar komoditas Asia. Joe Biden makin dekat untuk meraih posisi Presiden USA pada pilpres USA yang berlangsung ketat. Namun Partai Republik tampaknya akan mempertahankan kontrol terhadap Senat, mengurangi prospek stimulus fiskal USA dalam jumlah lebih besar.
Minyak WTI turun 64 sen ke harga USD38,51 per barel. Minyak Brent melemah 68 sen ke harga USD40,55 per barel. (pkl 04.41 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author