Bursa Siang: Aksi Beli Investor Mengalir, IHSG Unjuk Kekuatan

Bursa Siang: Aksi Beli Investor Mengalir, IHSG Unjuk Kekuatan

Posted by Written on 05 November 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melompat signifikan pada akhir perdagangan sesi 1 hari Kamis (5/11). IHSG melaju naik +1,85 persen (+94 poin) ke posisi 5.199.

Indeks LQ45 +2,70% ke 802.

Indeks IDX30 +2,72% ke 435.

Indeks IDX80 +2,53% ke 115.

Jakarta Islamic Indes (JII) +2,35% ke 553.

Indeks Kompas100 +2,30% ke 1.034.

Indeks Sri Kehati +2,59% ke 322.

Indeks SMInfra18 +2,92% ke 242.

Saham Teraktif: BHITTLKMBRISBBRIWIIMTOWRTRIN

Saham Top Gainers LQ45: EXCLTLKMTBIGCPININCOBBRIWIKA

Nilai transaksi Rp4,72 triliun. Volume perdagangan sebanyak 75,91 juta lot saham. Investor asing net buy Rp201,04 miliar.

Nilai tukar rupiah bangkit naik 0,89 persen ke level Rp14.435 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Penguatan market saham Asia bertahan hingga hari ini di sesi siang pada perdagangan hari Kamis (5/11). Para pemodal berspekulasi prospek kemungkinan kebijakan pemerintah USA macet akan sangat menguntungkan beberapa industri.

Prospek Demokrat mengontrol Senat juga redup, menunjukkan kebuntuan jika Biden mengambil alih Gedung Putih. Spekulasi kemenangan pilpres berayun ke arah Joe Biden setelah sebelumnya sangat mengarah kepada Donald Trump. Joe Biden adalah kandidat presiden USA dari Partai Demokrat.

"Kemenangan Biden tanpa dukungan penuh Senat berarti regulasi yang lebih minim dan pajak pribadi dan perusahaan meningkat," kata Tim Analis Nomura seperti dikutip Reuters.

Menurut Tim Analis tersebut, reaksi pasar aset 24 jam lalu mengkonfirmasi hal ini yang mana yield surat utang negara tenor 10 tahun turun tajam dan kenaikan saham teknologi USA melampaui prospek stimulus ekonomi yang lebih minim.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong naik signifikan sebesar 2,72 persen sekaligus menguat tertinggi se-regional. Market saham China bergerak ke zona hijau. Indeks Shanghai Composite naik 0,88 persen. 

Sementara Indeks Shenzhen Component menguat 1,167 persen.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 1,26 persen dan Indeks Topix melesat 0,98 persen. Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi menguat 1,77 persen.
Sedangkan di pasar saham Australia, Indeks S&P/ASX200 juga menguat sebesar 1,32 persen. Penguatan tersebut ditopang sentimen data ekspor barang dan jasa Australia yang menguat 4 persen di periode September.
Sementara indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat 1,76 persen.
Saham-saham teknologi di Asia menguat, terkerek perusahaan serupa di bursa Wall Street. Alibaba di bursa Hong Kong naik 6 persen setelah turun 7 persen pada perdagangan hari Rabu pasca mengantisipasi IPO Ant Group sebagai perusahaan afiliasi karena kekhawatiran atas regulasi.
Raksasa teknologi dari China, Tencent juga naik tajam sebesar 5,1 persen seiring penguatan indeks Hang Seng Tech sebesar 4,83 persen. Di bursa Jepang, saham Softbank Group naik 4,74 persen. Kakao Games di bursa Korsel naik 4,26 persen.
Indeks dolar AS menguat tipis ke posisi 93,365 dari level sebelumnya di 93,343.
Kurs yen naik tipis di posisi 104,28 dibanding sesi sebelumnya di posisi 104,8.
Nilai tukar dolar Australia bangkit ke $0,7167 dari sesi sebelumnya pada posisi $0,712.

Minyak
Harga minyak dalam tekanan saat sesi pagi pada perdagangan hari Kamis (5/11) di pasar komoditas Asia seiring dolar AS yang menguat di tengah naiknya ekspektasi kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat akan menang pilpres. Namun Partai Republik akan mempertahankan kontrol terhadap Senat, sehingga menahan paket stimulus fiskal dalam jumlah besar.
Minyak WTI turun 40 sen ke harga USD38,75 per barel. Minyak Brent melemah 41 sen ke harga USD40,82 per barel. (pkl 01.41 GMT).

(cnbc/reuters/idx/mk)

Sumber : Admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author