Bursa Pagi: Global-Regional Melaju Kencang, Potensi Laju IHSG Dibayangi Tren Koreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju Kencang, Potensi Laju IHSG Dibayangi Tren Koreksi

Posted by Written on 05 November 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (5/11), dibuka menguat, melanjutkan tren lonjakan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street menyikapi jalannya pemilu di AS yang memberi sinyal kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,51%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,95%, didukung rilis data ekspor barang dan jasa periode September yang menunjukkan kenaikan 4% (mom). Indeks berlanjut melaju 1,02% (61,90 poin) ke posisi 6.124,00 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,54%, dan berlanjut reli 1,53% ke level 3.277,44
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,93% (219,42 poin) ke posisi 23.914,65, setelah dibuka melaju 0,99% dan Topix naik 0,45%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat tinggi 2,47% (614,77 poin) ke level 25.500,91 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China meningkat 0,86% ke posisi 3.305,58.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan tajam indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,05% ke level 5.105. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 1,68% menjadi USD19,39.

Beberapa analisa memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami  technical rebound  namun masih dibayangi risiko koreksi lanjutan. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan secara terbatas meski masih dalam tren koreksi wajar.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan kembali munculnya peluang Joe Biden untuk memenangi pilpres di Amerika, serta naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks saham.

Sementara itu investor juga masih akan mencermati laporan keuangan emiten dan menungggu data pertumbuhan ekonomi kuartal IIIyang menurut konsensus akan terkontraksi -3.2% yoy (sebelumnya di kuartal dua -5,32% yoy).

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,050 dan  resistance  di level 5,160. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ACES (Buy). Support: Rp1,550 Resist: Rp1,600, SMGR (Buy). Support: Rp8,925 Resist: Rp9,325, TBIG (Buy on Weakness). Support: Rp1,385 Resist: Rp1,460, ASII (Buy on Weakness). Support: Rp5,300 Resist: Rp5,475.

  • ETF: XIIC (Sell). Support: Rp883, Resist: Rp911, XISI (Sell). Support: Rp250, Resist: Rp256, 

    XMTS (Sell). Support: Rp398, Resist: Rp409.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street dini hari tadi ditutup dengan menguat tajam, dipimpin lonjakan harga saham teknologi ketika hasil sementara pemilihan presiden AS gagal mengindikasikan calon pemenang. Donald Trump diproyeksikan memenangi pemilu di Florida, Indiana, Alabama, North Dakota dan Kentucky bersama dengan South Dakota, Arkansas dan Ohio. Sedangkan Joe Biden diproyeksikan unggul di Maine, Vermont, Delaware, Maryland dan Massachusetts serta Colorado, New York dan Virginia. Sejumlah negara bagian belum diketahui hasilnya, termasuk Arizona, Nevada, Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, North Carolina dan Georgia. Tapi Trump mengatakan di Gedung Putih, Rabu sore bahwa dia "memenangkan pemilu" dan akan meminta Mahkamah Agung AS untuk menghentikan proses penghitungan suara.

Beberapa kalangan memandang potensi Partai Republik untuk mempertahankan Senat sebagai hal positif karena rencana pajak  capital gain  yang lebih tinggi dari Demokrat dapat membebani sektor dengan pertumbuhan tinggi. Saham Amazon, Apple dan Microsoft melesat setidaknya 4%. Facebook dan Alphabet melambung 8% dan 6%. Netflix melonjak 2%. Investor menghadapi kemungkinan hasil pemilu yang disengketakan, yang dinilai bisa berkonsekuensi besar di pasar saham, termasuk menghambat pengucuran stimulus fiskal tambahan. Berjayanya kembalinya Partai Republik di Senat berpotensi menghasilkan stimulus yang lebih kecil.

  • Dow Jones Industrial Average melompat 1,34% (367,63 poin) menjadi 27.847,66.

  • S&P 500 melonjak 2,2% (74,28 poin) ke posisi 3.443,44.

  • Nasdaq Composite melesat 3,85% (430,21 poin) ke level 11.590,78.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona hijau, investor di seluruh dunia terus memantau hasil pemilu AS. Hasil sementara pemilu AS masih belum memperlihatkan arah yang jelas. Namun Donald Trump telah mengklaim kemenangan secara sepihak dan akan meminta Mahkamah Agung AS untuk menghentikan penghitungan suara. Rilis indeks pembelian manajer (PMI) zona euro untuk Oktober berada di 50,0, turun dari 50,4 pada September.

Indeks STOXX 600 melonjak 2,05% menjadi 363,31, dipimpin lonjakan harga saham kesehatan 4,8%. Perusahaan bioteknologi Denmark, Genmab, dan layanan pos Inggris, Royal Mail, melejit hampir 8%. Bank Inggris, Standard Chartered, dan perusahaan jasa keuangan Spanyol, BBVA merosot 5% dan 6%

  • DAX 30 Jerman melonjak 1,95% (235,24 poin) ke posisi 12.324,22.
  • FTSE 100 Inggris melompat 1,67% (96,49 poin) menjadi 5.883,26.

  • CAC 40 Prancis melesat 2,44% (117,24 poin) ke levek 4.922,85.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, setelah hasil sementara pemilu AS mengindikasikan kegagalan Partai Demokrat untuk mengambil kendali di Senat. Investor mengakhiri spekulasi kemungkinan diloloskannya stimulus fiskal dalam jumlah besar. Prediksi "gelombang biru" tidak muncul seperti diperkirakan banyak kalangan, sehingga kemungkinan Partai Republik akan mempertahankan kendali atas Senat AS, dan menentang peningkatan pengeluaran stimulus besar-besaran.

Prospek gugatan hukum atas hasil pemilu AS mungkin masih membebani pasar dalam beberapa hari atau pekan mendatang, yang kemungkinan akan mendorong  greenback  lebih lanjut. Euro dan yen cenderung mendatar terhadap dolar AS. Yuan di pasar  offshore  menyentuh level tertinggi lebih dari dua tahun di 6,6190 terhadap dolar, merespon kemenangan Biden di sejumlah negara bagian yang sebelumnya dikuasai Republikan. Yuan sangat terpengaruh oleh perselisihan China-AS sejak pecahnya perang dagang bilateral pada 2018. Indeks Dolar (Indeks DXY) yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,27% menjadi 93,39.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17320.0006+0.05%6:40 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2954-0.0034-0.26%6:39 PM
Yen (USD-JPY)104.46-0.06-0.06%6:39 PM
Yuan (USD-CNY)6.6554-0.0223-0.33%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,565.00-20.00-0.14%2:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 4/11/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, setelah Trump mengklaim kemenangan dalam pemilu AS ketika dengan jutaan suara masih harus dihitung. Namun kenaikan harga minyak terutama terangkat oleh rilis data stok minyak AS yang menunjukkan penurunan besar. Persediaan minyak mentah AS pekan lalu menyusut 8 juta barel, karena Badai Zeta memaksa penurunan produksi di Teluk Meksiko. 

Ekspor minyak mentah mingguan AS melorot 1,2 juta bph menjadi sekitar 2,3 juta bph, penurunan terbesar sejak Januari, dan produksi anjlok 600.000 bph menjadi 10,5 juta bph, sepanjang pekan lalu.

Kemenangan Trump bersifat  bullish  untuk minyak terkait sanksi AS terhadap Iran dan dukungannya bagi pemotongan produksi minyak yang dipimpin Arab Saudi. Sedangkan kemenangan Biden bersifat  bearish  hingga netral karena dukungannya untuk kebijakan energi hijau dan sikap yang lebih lunak terhadap Iran. Kembalinya dominasi Partai Republik di Senat AS memunculkan harapan kecilnya kemungkinan dihapuskannya insentif pajak minyak dan gas di AS, bahkan jika Biden muncul sebagai pemenang pilpres. Harga minyak juga didukung oleh kemungkinan OPEC + untuk mempertimbangkan penundaan rencana kenaikan produksi minyak mulai Januari.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,49 (4%) menjadi USD39,15 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 92 sen (2,3%) menjadi USD40,63 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup merosot, karena spekulasi Partai Demokrat tidak akan dapat mengendalikan Senat dalam pemilu AS. Harga emas anjlok lebih dari 1% di awal sesi karena dolar muncul sebagai  safe haven  favorit, diwarnai klaim kemenangan Trump, ketika jutaan suara masih belum dihitung dalam pilpres AS yang berjalan ketat.

Meski Joe Biden diperkirakan akan memenangi pilpres, namun Demokrat tampaknya gagal mengambil kendali Senat AS, memupus harapan akan stimulus fiskal yang lebih besar. Namun pasar masih berharap pada stimulus moneter dari Federal Reserve. Harga logam berharga lainnya; perak merosot 1,4% menjadi USD23,84 per ounce. Platinum naik 0,1% menjadi USD867,34 per ounce dan paladium menguat 0,3% menjadi USD2.290,42 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi USD1.896,02 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga turun 0,7% menjadi USD1.896,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author