Bursa Pagi: Global-Regional Melaju Pesat, IHSG Berpeluang Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju Pesat, IHSG Berpeluang Menguat

Posted by Written on 03 November 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (3/11), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street didukung rilis data aktivitas sektor manufaktur yang menjanjikan perbaikan ekonomi, jelang pemilihan presiden AS.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,31%. Bursa saham Jepang hari ini tutup karena libur nasional.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,26%, didukung laju saham pertambangan. Saham BHP dan Rio Tinto meningkat lebih dari 1%. Pasar menunggu keputusan kebijakan suku bunga Reserva Bank of Austrralia. Indeks berlanjut melonjak 1,65% (98,20 poin) ke level 6.049,50 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melaju 1,31% ke posisi 2.330,18, setelah dibuka meningkat 0,89%.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,94% (295,55 poin) ke level 24.689,56 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China nai 0,46% menjadi 3.239,81.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan reguonal, setelah gagal mengikuti tren penguatan global pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup terkoreksi 0,26% menjadi 5.115. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 2,30% ke level USD18,70.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih diwarnai momentum positif berpotensi mengalami teknikal  rebound.  Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang kenaikan dengan sinyal positif.

Tim Riset IndoPremier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naiknya beberapa harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu laporan keuangan emiten di kuartal ketiga yang cukup baik dan terjadinya inflasi di bulan Oktober mengakhiri deflasi selama tiga bulan berturut serta di tandatanganinya UU Cipta Kerja oleh Presiden berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 5,085 dan  resistance  di level 5,145.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BTPS (Buy). Support: Rp3,700 Resist: Rp3,880, PWON (Buy). Support: Rp412 Resist: Rp424, 

    TINS (Buy). Support: Rp830 Resist: Rp890, SSIA (Buy). Support: Rp474 Resist: Rp494.

  • ETF: XILV (Buy on Weakness). Support: Rp96, Resist: Rp98, XIML (Buy on Weakness). Support: Rp217, Resist: Rp225, XIPI (Buy). Support: Rp140, Resist: Rp144.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street dini hari tadi mengawali November dengan berakhir menguat, menyambut pemilihan presiden AS. Analis mengatakan, kekhawatiran akan pemilu yang ricuh mereda, dalam situasi pasar yang jenuh jual. Capres Joe Biden memimpin hasil jajak pendapat atas Donald Trump dengan selisih 10%. Investor yang berspekulasi pada potensi kemenangan Biden meningkatkan posisinya di saham-saham tenaga surya. ETF Invesco Solar meroket 3,2%. Pemilihan Senat juga bisa menjadi penting bagi pasar yang mengekspektasikan banyak perubahan kebijakan penting termasuk stimulus fiskal.

Institute for Supply Management mengatakan indeks manufaktur mencapai tingkat tertinggi dua tahun pada Oktober.Penguatan S&P 500 dipimpin oleh kenaikan di sektor energi, material yang melesat 3,4% dan industri melompat 2,7%. Big Tech masih tertekan karena Facebook dan Amazon melorot 0,7% dan 1%. Honeywell dan Walgreens Boots Alliance melambung lebih dari 5%.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,6% (423,45 poin) ke level 26.925,05.

  • S&P 500 melaju 1,23% (40,28 poin) ke posisi 3.310,24.

  • Nasdaq Composite naik 0,42% (46,02 poin) menjadi 10.957,61.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, didukung sentimen positif rilis data manufaktur zona euro dan China yang menjanjikan. Bursa Asia-Pasifik sebagian besar menguat setelah survei swasta menunjukkan aktivitas manufaktur China tumbuh untuk enam bulan berturut-turut pada Oktober. Indeks PMI Caixin/Markit manufaktur China berada di 53,6 pada Oktober, lebih tinggi dari ekspektasi 53,0. Indeks PMI manufaktur final Oktober untuk zona euro berada di 54,8, naik dari 53,7 pada September dan melampaui ekspektasi.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,61% menjadi 347,86 dipimpin lompatan harga saham sektor minyak dan gas sebesar 3,6%. Saham supermarket  online  Ocado melambung 8% setelah mengumumkan akuisisi dua perusahaan  start-ups  robotika AS. Perusahaan pertambangan Belgia, Umicore, anjlok hampir 8%. 

Ketidakpastian pemilu AS dan perkembangan seputar virus korona terbaru, meredam laju indeks saham. Inggris, akhir pekan lalu, mengumumkan penguncian nasional ncoba membendung peningkatan pesat dalam kasus dan rawat inap karena Covid-19.

  • DAX 30 Jerman melonjak 2,01% (231,80 poin) ke posisi 11.788,28.

  • FTSE 100 Inggris melompat 1,39% (77,70 poin) menjadi 5.654,97.

  • CAC 40 Prancis melesat 2,11% (96,90 poin) ke level 4.691,14.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, menyentuh level tertinggi satu bulan di tengah kekhawatiran investor atas hasil pemilihan presiden AS pada 3 November. Dolar menguat dalam sepekan terakhir karena sentimen terhadap aset berisiko memburuk. Kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin dalam jajak pendapat nasional atas Presiden Donald Trump, tetapi persaingan tersebut terlihat cukup ketat di sejumlah negara bagian yang diperebutkan. Namun investor masih ragu untuk mempercayai jajak pendapat setelah gagal memprediksi kemenangan Trump pada 2016.

Lonjakan kasus virus korona global juga membebani sentimen. Di Eropa, kasus Covid-19 meningkat dua kali lipat dalam lima pekan, dengan total infeksi melebihi 10 juta. Poundsterling melemah setelah PM Boris Johnson mengumumkan  lockdown  satu bulan di seluruh Inggris, akhir pekan lalu. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve AS yang berakhir Rabu besok. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenbac terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,10% menjadi 94,129setelah mencapai 94,29, level tertinggi sejak 29 September.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1640-0.0001-0.01%6:43 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29210.0004+0.03%6:43 PM
Yen (USD-JPY)104.730.01+0.01%6:43 PM
Yuan (USD-CNY)6.6910-0.0005-0.01%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,640.0015.00+0.10%2:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/11/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melesat sekitar 3%, jelang pemilu AS yang dinilai kontroversial. Pasar minyak berada di bawah tekanan pada awal sesi, terpukul oleh keputusan penguncian di beberapa negara Eropa untuk mengekang lonjakan virus korona. Kasus infeksi juga meningkat di AS. Sejumlah perusahaan  trading  minyak global memperkirakan kehancuran permintaan lebih lanjut karena lonjakan kasus virus korona.

Vitol memperkirakan permintaan musim dingin di 96 juta barel per hari (bph), sementara Trafigura memperkirakan permintaan turun menjadi 92 juta bph atau di bawahnya. Rystad Energy memperkirakan permintaan mencapai puncaknya pada 2028, bukan pada 2030, dan pemulihan yang lebih lambat tahun depan. Harga minyak bergerak melaju setelah rilis data pesanan ekspor Jepang tumbuh untuk pertama kalinya dalam dua tahun dan aktivitas pabrik China melesat ke level tertinggi dalam hampir satu dekade pada Oktober. 

Aktivitas sektor manufaktur Amerika juga meningkat melebihi ekspektasi pada Oktober, dengan pesanan baru melompat ke level tertinggi dalam hampir 17 tahun.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,14 (3%) menjadi USD39,08 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,02 (2,8%) menjadi USD36,81 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir menguat di tengah ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS, Selasa ini. Meski memimpin dalam jajak pendapat, Joe Biden dari Partai Demokrat mendapat perlawanan ketat di beberapa negara bagian sehingga hasilnya mungkin masih tidak jelas pada Selasa malam. Lonjakan kasus virus korona global memperburuk kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai  safe-haven.

Sementara itu, kasus virus korona terus meningkat di Amerika Serikat, sedangkan total infeksi di Eropa melampaui 10 juta pada Minggu. Harga logam lainnya, perak melambung 1,1% menjadi USD23,88 per ounce, platinum melesat 1,4% menjadi USD860,31 per ounce, dan paladium naik 0,1% menjadi USD2.214,80 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD1.894,08 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,7% menjadi USD1.892,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author